
Anastasya memutar wajahnya kekanan sekilas melihat wajah suaminya yang sudah menempel di bahunya lalu menggerakan bahu kanannya untuk menyingkirkan Al tapi pria itu sama sekali tak bergeming bahkan wajahnya terus menempel sambil mengikuti pergerakan Anastasya sedang Anastasya sedikit terganggu dengan tingkah Al itu.
Anastasya kemudian menyikut perut Al dan berbalik menghadap Al berniat mengomel pada pria itu tapi saat baru membalikan badannya bibir Al sudah lebih dulu mendarat di bibirnya membuatnya tersenyum dan tak jadi mengomel melihat tingkah laku sang suami yang tak ingin jauh dan terus menempel padanya.
‘’Bikin apa bae? Dari tadi aku nanya nggak dijawab?’’ tanya Al masih dengan posisi yang sama. Ia sama sekali tak mau melepas sandaran kepalanya dari bahu Anastasya walau tau Anastasya sedikit susah bergerak akibat kelakuannya itu.
‘’Aku lagi mau bikin kue buat Ardy sama Rea karena bentar lagi mereka mau kesini.’’
‘’Hhmm, aku nggak bisa meluk kamu kayak gini dong kalo mereka ada.’’ Protes Al dengan nada manja.
‘’Ih.. Hubby kok belakangan ini kamu manja banget sih.’’ Anastasya tertawa kecil tapi dengan tangannya yang masih sibuk membuat kue.
Al tak memperdulikan ucapan itu ia terus menikmati aroma tubuh Anastasya sambil sesekali menjahili sang istri dengan mengecup-ngecup tengkuknya.
Ddrrtt..ddrrtt..ddrrtt
Akhirnya Al melepas, memisahkan dirinya dari Anastasya karena harus menjawab panggilan yang berasal dari ponselnya yang terus bergetar di meja makan.
Anastasya sedikit bernafas lega karena bisa bergerak dengan bebas tapi tak lama Al sudah kembali memeluknya dengan satu tangan sedang tangan satunya memegang ponselnya sembari berbicara dengan orang yang menelponnya.
‘’Hallo pak Erik ada apa?’’ tanya Al pada si penelpon.
‘’Maaf pak Al kalo ganggu waktu istirahatnya, tapi kita ada meeting mendadak setengah jam lagi untuk membahas acara amal yang akan dilakukan minggu depan.’’
Al tak langsung menjawab ia malah melihat istrinya.
‘’Bae aku tinggal sebentar nggak pa-pa?’’ Tanyanya tanpa menghiraukan pak Erik yang mendengar percakapannya.
‘’Iya, tapi nanti mampir beliin aku bakso ya hubby.’’ jawab Anastasya tanpa melihat Al sedang Al hanya tersenyum mengangguk mengiyakan permintaan istrinya dan pak Erik yang memasang tajam pendengarannya.
Semula pak Erik juga tidak percaya kalau Al sudah menikah tapi setelah mendengar percakapan itu ia menjadi yakin apalagi mendengar wanita itu memanggil Al dengan sebutan hubby.
‘’Yaudah aku pergi dulu ya.’’ Al mencium kening Anastasya lalu berjongkok untuk mencium perut Anastasya dan pamit pada anaknya. ‘’Papa pergi dulu ya, jangan nakal.’’ ucapnya membuat Anastasya terkekeh.
Tepat setengah tujuh malam Ardy dan Andrea sampai di depan rumah Anastasya dan Al.
‘’Ini rumah siapa Rea?’’ Tanya Ardy saat turun dari mobilnya.
__ADS_1
‘’Rumah Sya sama suaminya Dy.’’
Ardy masih menggeleng, bahkan ia sudah berjalan masuk menuju pintu masuk rumah mewah itu tapi tetap masih belum mempercayai ucapan kedua sahabatnya itu.
‘’Sya-nya ada bi?’’ Tanya Rea pada ART yang membukakan pintu rumah.
‘’Silahkan masuk non, den.’’ ART itu mempersilahkan Ardy dan Andrea duduk di ruang tamu lalu berlalu menaiki tangga menuju lantai dua untuk memanggil Anastasya.
Tok tok tok
‘’Ada apa bi?’’ tanya Anastasya begitu membuka pintu kamarnya.
‘’Teman ibu Sya sudah menunggu di ruang tamu.’’ Ucap ART itu dengan sopan.
‘’Makasih bi.’’ Anastasya menutup pintu kamarnya dan berjalan menghampiri dua sahabatnya yang sudah menunggunya.
‘’Pak Al nya mana Sya?’’ Tanya Andrea saat melihat Anastasya berjalan sendiri menghampiri mereka.
‘’Lagi keluar Rea, tadi sore pak Erik nelpon katanya ada yang harus dibahas.’’ Jawab Anastasya saat mendudukan tubuhnya disamping Rea.
‘’Pak Al siapa sih?’’ Tanya Ardy bingung.
‘’Prank sih prank tapi nggak usah bawa-bawa dosen kita juga kali, kalo pak Al tau bisa berabe, bisa kena hukum lo berdua.’’ Ardy masih tertawa.
‘’Udah Rea biarin aja.’’ cegah Anastasya saat Andrea akan membuka mulutnya.
‘’Makan malam yuk.. Lo berdua pasti belum makan kan?.’’ Ajak Anastasya lalu meminta ART untuk menyiapkan makan malam mereka.
‘’Ini rumah siapa sih Sya?’’ Tanya Ardy saat mereka duduk di meja makan.
‘’Kalo gw jawab rumah suami gw lo nggak percaya kan, jadi nggak usah nanya Dy.’’ Anastasya mengambil piring dan memberikannya pada Ardy dan Andrea.
‘’Bi nanti habis makan tolong keluarin kue yang tadi aku bikin ya.’’ Pinta Anastasya pada ART nya.
Sehabis makan ketiga sahabat itu mengobrol santai diruang tamu, tak terasa jam sudah menunjukan jam sembilan malam tapi mereka masih sangat asyik mengobrol. Tak lama terdengar suara mobil berhenti tepat di depan rumah mewah itu.
‘’Suami gw pulang.’’ Ucap senang Anastasya sedang Ardy yang masih tak percaya hanya menggeleng kepalanya.
__ADS_1
‘’Bik, ibu mana?’’ Tanya Al pada ART yang membukakan pintu untuknya sambil memberikan bakso pesanan Anastasya pada ART itu untuk dipanaskan lagi.
Sebelum ART menjawab Anastasya sudah lebih dulu menjawab sambil berjalan mendekat pada Al.
‘’Diruang tamu sedang ada dua sahabat aku, nggak pa-pa kan kalau kamu bertemu mereka sebentar saja.’’
Al menaruh satu tangannya di kepala Anastasya sambil tersenyum. ‘’Iya bae.’’ lalu keduanya berjalan ke ruang tamu dengan bergandengan tangan.
‘’Dy, Rea kenalin suami gw, lo berdua pastinya udah kenal kan jadi gw nggak perlu menyebutkan namanya.’’
Andrea menyapa Al dengan sopan, berbeda dengan Ardy yang terlihat syok dengan apa yang dilihatnya, bagaimana bisa Anastasya menjadi istri dosennya, sejak kapan mereka berhubungan bukankah mereka terlihat seperti orang yang tidak saling mengenal saat di kampus.
Pertanyaan-pertanyaan itu berkeliling di otak Ardy saat melihat kebersamaan Al dan Anastasya. Ingin sekali ia menanyakannya tapi nanti saja karena ia akan menanyakan pada Anastasya saat wanita itu sedang tidak bersama Al.
Ardy terus memperhatikan cara Al memperlakukan Anastasya setidaknya ia bisa bernafas legah karena sepertinya dosennya itu sangat menyayangi Anastasya.
Ddrrt drrtt drrtt
Getaran ponsel Al mengalihkan obrolan keempat orang itu.
‘’Saya permisi masih ada yang harus saya kerjakan.’’ pamit Al pada kedua sahabat Anastasya yang merupakan mahasiswanya.
‘’Bae aku ke ruang kerja dulu ya.’’ Al mengecup singkat kening Anastasya tak peduli dengan keberadaan kedua sahabat istrinya itu.
‘’Ah.. So sweet banget sih kalian.’’ Ucap Andrea menggoda Anastasya sedang Ardy hanya tersenyum senang.
‘’Rea pulang yuk.’’ Ajak Ardy tiba-tiba.
‘’Bentar lagi Dy.’’ Anastasya menahan.
‘’Gw harus jemput Stevi Sya.’’
‘’Terus lo mau bawa gw saat lo jemput Stevi?’’ Tanya Andrea yang sangat tak ingin hal itu terjadi.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya.....