
‘’Dy, gw mau jujur sama lo, tapi janji jangan marah ya.’’ Anastasya mengambil tangan Ardy dan melingkarkan jari kelingkir Ardy dan jari kelingkingnya.
Ardy mengerutkan keningnya. ‘’Tergantung apa yang mau lo sampaikan Sya.’’
Anastasya menghirup nafas sebanyak-banyaknya lalu melihat Rea dan Rea pun mengangguk sebagai tanda menyetujui keputusan Anastasya.
‘’Jadi gini Dy.’’ Anastasya menggenggam satu tangan Ardy dengan kedua tangannya.
‘’Sebenarnya gw udah nikah.’’
‘’Hahahha.’’ Ardy menoyor kening Anastasya. ‘’Lo mimpi ya Sya, kalo mau bohongin gw bukan gini caranya.’’ Ardy menggeleng sambil tertawa tak habis pikir Anastasya akan berbohong seperti itu.
‘’Gw nggak bohong Dy, gw udah nikah, lo nggak lihat.’’ Anastasya memperlihatkan jari manisnya yang sudah terlingkar cincin yang begitu indah.
‘’Hahahha, lo berdua bersekongkol ya mau ngeprank gw? Gw nggak percaya Sya, Rea, lagian mana ada pria yang mau nikahin wanita cerewet kayak lo ini.’’ Canda Ardy sedang Anastasya memukul bahu Ardy mendengar candaan itu.
‘’Enak aja lo kalo ngomong.’’ Ucap Anastasya tak terima.
‘’Dia nggak bohong Dy, gw juga baru tau beberapa hari yang lalu.’’ Ucap Andrea dengan wajah seriusnya.
‘’Udah ah malas gw nanggepin prank nggak bermutu seperti ini.’’ Ardy mengambil ponselnya lagi berniat melanjutkan aktivitasnya yang tadi tapi Anastasya merebut ponsel itu dan memutar tubuh Ardy untuk menghadap padanya.
‘’Gw nggak bohong Dy, gw emang udah nikah, bukannya dulu kita pernah video call dan lo nanya gw lagi dimana karena lo asing sama ruangan itu, nah sekarang gw mau jawab itu rumah suami gw dan sekarang gw tinggal bersama dirumah suami gw.’’
‘’Sya.. Sya..Sya.. lo udah pengen nikah banget ya, sampe harus ngarang cerita beginian.’’ Ardy menggeleng masih tak percaya dengan ucapan Anastasya.
‘’Astaga Dy, gw udah jujur dan lo masih aja nggak percaya?’’ Anastasya mulai geram.
‘’Nggak lah lo pikir gw bego apa?’’ Ucap Ardy santai sedikit mencolek dagu Anastasya.
‘’Kalo lo nggak percaya, kita bisa dateng kerumah suaminya Dy biar lo percaya kalo apa yang disampaikan Sya itu nggak bohong.’’ Saran Andrea sedang Ardy menganggukan kepalanya dengan mantap karena memang tidak mempercayai semua ucapan itu.
‘’Yaudah ntar malam kita kesana aja.’’ Ucap Ardy.
__ADS_1
‘’Ntar malam gw nggak bisa karena udah ada janji sama suami gw Dy, Dia ngajak gw makan malam soalnya.
Hahahah, Ardy terbahak lagi mendengar ucapan Anastasya, kemudian ia meletakan punggung tangannya di kening dan leher Anastasya. ‘’Nggak panas kok, tapi kenapa pikiran lo ngelantur ya?’’ Ucap Ardy.
‘’Udah Ah malas gw ngomong sama lo.’’ Ucap Anastasya sedang Andrea hanya menggeleng kepala melihat Ardy yang masih juga tak bisa percaya dengan semua yang diucapkan.
‘’Besok gw kesana sekalian bimbingan bisa nggak Sya? Ada yang mau gw tanyain gitu terkait hal yang mau gw bahas di skripsi gw nanti.’’ Ucap Andrea.
‘’Nanti gw tanyain lagi, lo kan tau orangnya seperti apa, kaku gitu mungkin nanti perlu sedikit pendekatan.’’ Anastasya sedikit tertawa dan Rea juga mengikutinya sedang Ardy hanya mengerutkan keningnya tak mengerti apa yang sedang dibahas oleh dua sahabatnya itu.
*****
Sore ini setelah kuliah Anastasya memilih langsung pulang ke rumahnya untuk menyiapkan diri, bahkan Anastasya membeli gaun baru untuk makan malamnya bersama Al nanti.
Sedang Al sedang sedikit sibuk, ia memberi tau mungkin akan pulang sedikit terlambat dari biasanya.
Al pulang jam lima sore, tak langsung kekamar, Al berjalan menuju dapur dan menyuruh beberapa ARTnya untuk melakukan sesuatu.
Tepat jam tujuh seorang ART mengetuk pintu kamar, Anastasya membuka pintu dengan senyum sedang penampilannya sangat.. Sangat memukau.
‘’Pak Al sudah pulang bik?’’
‘’Sudah dari jam lima bu.’’
‘’Jam lima? Tapi kok nggak ada masuk kamar ya?’’ Anastasya mengerutkan kening sedikit heran.
‘’Mari bu saya antarkan.’’ ART itu menuntun Anastasya menuju balkon ruang tamu sedang perasaan Anastasya sudah mulai tidak enak saat melihat lampu ruang tamunya yang remang sedang balkon terlihat begitu terang.
‘’Silahkan bu.’’ ART mengantar Anastasya sampai diruang tamu lalu pergi dari tempat itu begitu aja sedang Anastasya masih sedikit kebingungan dengan situasi yang dihadapinya saat ini.
‘’Bae, Al muncul dari arah balkon dengan masih menggunakan setelan yang tadi digunakannya di kampus.
‘’Oh. ****!!.’’ Maki Anastasya dalam hatinya sedang Al terkesiap melihat penampilan Anastasya yang begitu cantik malam ini.
__ADS_1
‘’Kamu mau kemana bae dandan kayak begitu?’’ satu pertanyaan bodoh keluar dari mulut Al.
Tanpa memperdulikan Al, Anastasya melangkah menghampiri meja makan dan dengan perasaan jengkelnya ia duduk dimeja itu dan tanpa aba-aba Anastasya memakan makanan yang ada di meja itu tanpa mau melihat Al lagi. Ia sudah sangat jengkel pada Al.
‘’Sya pelan-pelan makannya nanti kamu keselek loh.’’ Al menghampiri Anastasya. Namun, ia mengurungkan niatnya saat Anastasya menatapnya dengan tajam dengan satu tangan terangkat.
‘’Habis ini aku mau keluar mau makan malam sama teman.’’ Ucap Anastasya masih dengan perasaan jengkelnya.
‘’Sama siapa bae? Tapi kan malam ini kamu udah janji mau makan malam sama aku.’’
‘’See…..kita sedang makan malam sekarang.’’ Anastasya mengangkat sendok dan garpunya.
‘’Dasar pria nggak romantis, pertama ngajak makan malam istri makan malamnya di balkon rumah, lain kali aku nggak mau lagi diajak makan malam sama dia, bikin mood ilang aja.’’
‘’Kamu kenapa sih bae, kok wajahnya nggak mengenakan gitu?’’
‘’Tanya sama diri pak Al sendiri, lagian pak Al itu berasal dari mana sih, dari planet lain? Nggak ada romantis-romantisnya sama sekali, aku bahkan udah dandan secantik ini sampai harus membeli gaun baru, berpikir pak Al akan mengajakku makan diluar dan apa ini? Sia-sia saja berharap dari pria kaku seperti pak Al ini.’’
‘’Jadi kamu dandan buat aku bae?’’ Tanya Al dengan girang.
‘’Tadinya tapi sekarang nggak lagi, aku mau makan diluar mau nyari suami baru yang bisa lebih peka dan lebih romantis.’’ Anastasya berdiri dari duduknya sedang Al juga berdiri dari duduknya saat melihat Anastasya akan meninggalkan tempat itu.
‘’Sya jangan pernah sekali-kali ya kamu bicara kayak gitu lagi, ganti suami katamu? Kamu pikir pernikahan kita ini apa sampai segampang itu kamu ngeluarin kata seperti itu, oke aku akui aku memang pria kaku yang sangat tidak romantis tapi kamu pernah berpikir nggak gimana aku berusaha buat selalu bikin kamu happy?.’’ Ucap Al marah.
Anastasya diam tak mau berkata apapun.
‘’Bisa nggak kamu hargain aku sebagai suami kamu sedikit aja Sya, tubuh kamu memang sama aku Sya tapi kamu nggak pernah berusaha buat buka hati kamu dan nerima aku sebagai suami kamu.’’
Al meninggalkan Anastasya sebelumnya mengambil satu kotak dari saku celana dan memberikannya pada Anastasya.
bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya...