Love By Mistake

Love By Mistake
Ada apa dengan Andrea 2


__ADS_3

‘’Rea buka pintunya lo ngapain di dalam?’’ Anastasya berusaha mengetuk pintu kamar mandi.


Andrea keluar ketika mendengar Anastasya yang memanggilnya sambil menangis.


‘’Kamu ngapain mandi lama banget sih Rea, kamu nggak pa-pa kan?’’


Anastasya menelisik tubuh Andrea yang dipenuhi banyak tanda cakaran dan memeluk Andrea sambil menangis.


‘’Sebenarnya apa yang terjadi sama lo, cerita ke gw Rea, gw sama sekali nggak sanggup lihat keadaan lo yang seperti ini."


Tangis Anastasya terdengar begitu pedih bahkan Andrea merasakan air mata Anastasya yang berjatuhan di pundaknya.


‘’Gw nggak pa-pa kok Sya cuma sedikit stress aja gara-gara skripsi.’’


Andrea melepaskan pelukan Anastasya lalu mengusap sisa air mata di wajah Anastasya dan memperlihatkan senyum lebarnya pada Anastasya.


Anastasya menggeleng tak percaya dengan ucapan Andrea, mereka bersahabat bukan baru sebulan dua bulan jadi sudah jelas Anastasya tau kalau Andrea sedang membohonginya.


‘’Jelasin ke gw Rea, jangan bikin gw sama Ardy menjadi sahabat yang tak berguna buat lo, setidaknya dengan menceritakannya kita bisa mencari jalan keluarnya bersama.’’


Anastasya memeluk Andrea lagi tak lama Anastasya mendengar suara tangisan dari bibir Andrea membuatnya refleks melepaskan pelukan dan menatap dalam pada Andrea.


‘’Bisa nggak kasih tau ke gw apa yang terjadi?’’ Ucap Anastasya dengan begitu lembut tapi Andrea menggeleng kepalanya dengan suara tangisan yang lebih besar.


‘’Gw nggak bisa cerita sekarang, gw janji pasti akan menceritakannya tapi tunggu gw siap dulu.’’


‘’Oke-oke gw ngerti sekarang lo ganti baju dulu biar nggak masuk angin.’’


Anastasya mencoba mengerti keputusan Andrea mungkin sahabatnya itu masih perlu banyak waktu untuk menenangkan hati dan pikirannya.


‘’Lo duduk aja disitu biar gw yang ambilin bajunya.’’ Anastasya menyuruh Andrea duduk di ranjang, berniat mengambilkan baju ganti untuk Andrea tapi Andrea menahan tangannya.


Andrea berdiri memegang pundak Anastasya dan mendudukan Anastasya di ranjangnya.


‘’Biar gw ambil sendiri Sya, lo lagi hamil harus banyak istirahat.’’


lalu Andrea berjalan ke ruang gantinya, tak sampai 10 menit Andrea keluar sambil tersenyum ke arah Anastasya.


Andrea merasa kehadiran Anastasya bisa sedikit menghiburnya dan karena kehadiran Anastasya Andrea juga bisa sedikit melupakan tentang masalah yang menimpanya.

__ADS_1


Tepat pukul 5 sore Al datang menjemput Anastasya, sebenarnya wanita itu ingin sekali menginap di rumah Andrea tapi karena sadar posisinya yang sebagai seorang istri, mau tak mau Anastasya pulang dan berjanji akan kembali lagi besok pagi.


Dikamarnya Andrea sedang termenung dengan air mata yang terus mengalir, ingin sekali Andrea loncat dari kamarnya tapi dia sama sekali tak siap jika harus meninggalkan dunia di umurnya yang masih terbilang muda.


Andrea terus menangis sampai tak menyadari kedatangan Ardy bahkan sekarang Ardy sudah berdiri disampingnya.


Tak terasa air mata Ardy ikut jatuh, hatinya begitu sedih melihat keadaan Andrea, wanita itu terlihat lebih pendiam berbeda dengan Andrea yang dulu yang pecicilan.


‘’Lagi apa?’’ Tanya Ardy sambil mengelus rambut Andrea, dengan cepat pula Andrea menghapus sisa air matanya lalu tersenyum ke arah Ardy.


‘’Udah makan malam belum?’’ Tanya Ardy lagi yang dibalas gelengan kepala oleh Andrea.


‘’Mau makan dirumah atau mau makan diluar?’’


‘’Makan dirumah aja, gw lagi malas keluar soalnya.’’


Ardy menggenggam tangan Andrea lalu keduanya berjalan ke arah meja makan, di meja makan sudah ada mama Andrea.


ketiganya makan dengan diam, sesekali Ardy melirik Andrea yang tak berselera dengan makananya.


Ardy mengeluarkan ponsel nya lalu mengirim chat pada asistennya, memintanya untuk membeli bakso bakar.


Sekarang Ardy dan Andrea sedang duduk santai di ruang tamu, beberapa kali Ardy bercanda untuk sekedar menghibur Andrea tapi, wanita itu terlihat tak terlalu senang.


Andrea mengucapkan terimakasih pada Ardy tapi seperti tak memiliki selera untuk memakan makanan kesukannya itu.


Ardy pun hanya bisa membuang nafas kasar.


Sebenarnya Ardy begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada Andrea tapi wanita itu sama sekali tak mau bercerita.


Hampir jam 10 malam, Andrea hendak memasuki kamar dengan Ardy yang terus mengekor padanya.


‘’Lo nggak pulang Dy?’’


Ardy menggeleng meminta Andrea mengambilkannya handuk lalu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


tak sampai 20 menit Ardy keluar dengan menggunakan baju tidurnya sedang Andrea mengerutkan keningnya dan menatap bingung pada Ardy.


‘’Lo nggak pulang Dy?’’ Tanya Andrea lagi yang mendapatkan anggukan kepala dari Ardy dan dengan santainya Ardy membaringkan tubuhnya disamping Andrea.

__ADS_1


‘’Lo tidur disini Dy?’’ Tanya Andrea sedang Ardy yang mendapat pertanyaan itu mengerutkan keningnya heran, lalu Ardy bangun dan duduk sambil bersandar di kepala ranjang.


‘’Pertanyaan lo kok aneh sih, bukannya udah biasa ya kalau gw sama Sya nginap pasti kita tidurnya di kamar lo dan bukan dikamar lain.’’


‘’Tapi sekarang kan beda Dy sekarang hanya kita berdua dan Sya-nya lagi nggak ada.’’


‘’Apanya yang beda sih, yaudah ah gw mau tidur dulu.’’ Ardy kembali membaringkan tubuhnya, mungkin karena kecapean tak sampai 15 menit menit Ardy sudah tertidur.


Andrea pun ikut berbaring tapi dengan posisi yang sedikit jauh dari Ardy, sambil menangis Andrea tidur dengan membelakangi Ardy.


hampir sejam menangis akhirnya Andrea tertidur juga.


betapa kagetnya Andrea saat membuka matanya, wajahnya dan Ardy begitu dekat bahkan hembusan nafas Ardy menerpa wajahnya.


Andrea mencoba menjauhkan tubuhnya tapi Ardy malah memeluknya dengan lebih erat, mau tak mau akhirnya Andrea membangunkan Ardy.


Ardy bangun dari tidurnya lalu melakukan beberapa peregangan setelahnya ia menatap Andrea sambil tersenyum.


‘’Nyenyak banget tidur gw, apa karena gw tidurnya sambil meluk lo ya?’’ Ardy bercanda tapi Andrea melihatnya dengan tatapan tajam.


seakan tak peduli Ardy mengambil handuk dari lemari Andrea lalu berjalan masuk ke kamar mandi  sedang Andrea masih menggerutu tak jelas karena merasa sebal dengan tingkah laku Ardy yang seenaknya menurutnya.


‘’Lo nggak mandi? Tanya Ardy begitu keluar dari kamar mandi sedang Andrea tak menjawab pertanyaan itu lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


‘’Gw ke kantor ya, ada yang mau lo titip nggak?’’ Tanya Ardy sebelum menaiki mobilnya.


‘’Gw pikir-pikir dulu, nanti gw chat kalo udah ketemu apa yang mau gw titip.’’


Ucap Andrea lalu Ardy masuk ke mobilnya dan tepat setelah mobil Ardy keluar dari rumah Andrea mobil Al terlihat memasuki pekarangan rumah Andrea.


Andrea tersenyum melihat kedatangan Anastasya lalu menyapa Al.


Hampir sebulan Ardy dan Anastasya selalu datang untuk menghibur Andrea sekarang ketiganya sedang duduk santai di ruang tamu.


Anastasya terus memperhatikan wajah Andrea yang terlihat begitu pucat.


‘’Lo sakit Rea?’’ Anastasya meletakan telapak tangannya pada kening Andrea.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2