
‘’Ardy marah sama gw karena gw nggak pernah cerita tentang Sam.’’ Ucap Andrea memberitahu.
‘’Sam?’’ Anastasya menautkan kedua alisnya. ‘’Lo belum putus sama Sam?’’ Tanya Anastasya yang berpikir Andrea dan Sam masih memiliki hubungan.
‘’Gila lo, gw udah nikah jadi hubungan gw sama Sam juga udah berakhir.’’
‘’Berakhir dari mananya, masih telponan terus ngirim-ngirim makanan lagi.’’ Sindir Ardy dengan nada tak sukanya.
Berbeda respon, Andrea menatap Ardy dengan tatapan tajamnya sedang Anastasya tersenyum, tiba-tiba….
‘’Nyium sesuatu nggak sih?’’ Tanya Anastasya sambil mengendus ngendus yang langsung diikuti Andrea dan Ardy.
‘’Bau apa Sya, gw nggak nyium apa-apa?’’ Tanya Andrea
‘’Bau-bau kecemburuan.’’ Ucap Anastasya tertawa melihat Ardy, wanita itu yakin Ardy sudah menyukai Andrea, menurutnya kalau tak menyukai Andrea tak mungkin Ardy bertindak seperti sekarang, Anastasya dapat merasakan sikap tak biasa Ardy saat menanggapi hubungan Andrea dan Sam.
‘’Kecemburuan, siapa yang cemburu Sya?’’ Tanya Andrea dengan pemikiran telminya.
Bukannya menjawab pertanyaan Andrea, Anastasya malah meledek Ardy. ‘’kayaknya ada yang udah cinta nih sama istrinya.’’ Anastasya mencolek kecil perut Ardy dengan tatapan mata genitnya, tentu saja Ardy tak terima dengan ucapan itu.
‘’Lo apa-apaan sih, ngomongnya ngawur banget.’’
Tak menjawab, Anastasya malah terus meledek. ‘’Tenang Dy, lagian kata Rea dia udah putus tuh sama Sam, jadi lo bisa tidur tenang jangan terlalu dipikirkan.’’
‘’Otak lo sengklek ya.’’ Ucap Ardy
Anastasya tersenyum, menarik kepala Ardy mendekat padanya dan berbisik. ‘’Yakin lo nggak cemburu, kalau misalnya Rea kembali sama Sam lagi gimana?’’
‘’Ya silahkan gw nggak keberatan, lagian gw marah karena dia nyimpan rahasia dari gw.’’
‘’Oh gitu ya, tapi kenapa lo marahnya ke Andrea doang sedang ke gw nggak padahal gw juga nggak kasih tau lo tentang Andrea dan Sam.’’ Anastasya dengan nada meledeknya.
Ardy bingung harus menjawab apa, benar juga apa yang dikatakan Anastasya, kenapa ia begitu marah pada Andrea sedang pada Anastasya biasa aja.
‘’Renungkan apa yang gw katakan tadi, bisa gigit jari lo kalo terlambat.’’ Ucap Anastasya lagi kemudian dengan santainya wanita itu menyuruh Ardy menyuapkan buah padanya.
‘’Pak Al nya mana Sya?’’ Tanya Andrea
‘’Pulang bentar buat ngambil pakaian ganti.’’
Seminggu kemudian
__ADS_1
Ardy bersama kolega bisnisnya sedang makan siang di satu restoran yang lumayan terkenal di kota itu, sedang asyik membahas bisnis tak sengaja Ardy menangkap sosok Andrea yang sedang duduk menikmati makananya bersama seorang pria sambil sesekali tertawa lepas.
Ardy terus memperhatikan bahkan ia tak konsentrasi lagi untuk membicarakan bisnis, ia terus melihat Andrea yang sepertinya sangat akrab dengan pria itu, terlihat dari cara Andrea memperlakukannya.
‘’Oh gitu, jadi lo dijodohkan?’’ Tanya Andrea yang dibalas anggukan kepala dari Samuel.
‘’Terus kenapa wajah lo nggak semangat gitu?’’ Tanya Andrea lagi.
‘’Gimana mau semangat, wanitanya bukan lo’’ Guman Sam, jujur perasaannya untuk Andrea masih sama dan tak berkurang sedikitpun, pria itu masih sangat sangat mencintai Andrea, tapi ia juga sadar keadaan tak memungkinkan untuk mereka bersama, wanita itu sudah memiliki suami sedang dirinya sekarang sudah dijodohkan oleh orang tuanya.
‘’Nggak kok gw cuma lagi sedikit nggak enak badan.’’ Bohong Sam, Andrea refleks menempelkan punggung tangannya pada kening Sam.
‘’Nggak panas kok, lo boongin gw ya?’’ Sam tertawa kecil sedang Andrea mencibik kesal.
‘’Nyebelin.’’ Ucap Andrea yang langsung mendapatkan usapan di kepalanya, bukan usapan sih lebih tepatnya Sam kembali mengacak rambutnya, yang tentu saja langsung mendapatkan protes dari Andrea.
‘’Bisa nggak sekali saja kalo ketemu gw jangan ngacak rambut?’’
‘’Kalo sekali sih bisa.’’ Ucap Sam tertawa yang langsung dipelototi Andrea.
‘’Maksud gw bukan sekali tapi setiap ketemu jangan lagi ngacak rambut, gw udah susah-susah dandan eh lo malah seenaknya ngerusakin.’’
‘’Aish lo nyebelin banget sih.’’
Tentu saja interaksi itu tak luput dari perhatian Ardy, ia memandang tak suka pada keduanya, mengambil ponselnya dan menelpon.
‘’Dimana? Pulang sekarang!’’ Ucap Ardy langsung mematikan panggilannya sedang Andrea mencibik kesal karena apa yang diucapkan Ardy.
Tak mempedulikan ucapan Ardy, Andrea mengajak Samuel menuju toko cake karena tiba-tiba saja ia ingin memakan cake.
*****
‘’Kenapa baru pulang? Gw nyuruh lo pulang dari empat jam lalu.’’ Ucap Ardy saat Andrea masuk ke apartemen.
‘’Astaga Dy, lo ngagetin gw tau nggak.’’ Andrea memegang dadanya menggunakan satu tangannya.
Berjalan menghampiri Ardy dan duduk disampingnya. ‘’Tumben jam segini udah pulang.’’ Bukannya menjawab Andrea malah balik bertanya pada Ardy.
‘’Gw udah pulang dari tadi sore, dan lo kemana aja?’’
‘’Oh itu, tadi gw ketemu Sam pas makan siang abis itu gw ngajak dia ke toko cake, lagian kenapa lo nggak bilang kalo pulang cepat.’’
__ADS_1
‘’Kan tadi gw udah nyuruh lo pulang bambang.’’ Ucap Ardy dengan nada geramnya.
‘’Lo cuma nyuruh gw pulang tapi nggak bilang kalo lo pulang cepat.’’
‘’Ya sama aja Rea, gw nyuruh lo pulang karena gw pulang cepat.’’
‘’Ya bedalah Dy, kata dan kalimatnya aja beda.’’ Kekeh Andrea
‘’Yaudah nggak usah bahas itu lagi, sekarang jawab pertanyaan gw dari mana aja lo.’’
‘’Astaga Dy lo pikun ya, tadi kan gw udah bilang kalo gw sama Sam.’’
‘’Udah ah malas gw ngomong sama lo.’’ Ucap Ardy dengan nada jengkelnya dan berlalu masuk kekamar sedang Andrea menatap bingung pada pria itu.
‘’Ada apa dengannya kenapa sikapnya aneh?’’ Guman Andrea.
*****
‘’Rea minggu depan gw mau ke kalimantan, nggak pa-pa kan kalau gw tinggal sendiri?’’ Tanya Ardy tanpa melihat Andrea, matanya fokus pada laptop yang sedang duduk dalam pangkuannya.
Tak langsung menjawab, Andrea tampak bingung, tumben Ardy memberitahu perjalanannya lebih awal. Apa karena perkataannya waktu itu, tapi itu sangat tak mungkin, pikir Andrea.
‘’Hei kenapa diam?’’ Tanya Ardy yang kini menatap Andrea.
‘’Ah nggak kok, gw cuman lagi kepikiran Sya aja.’’ Alasan Andrea.
‘’Kenapa lo kangen, mau kesana sekarang?’’
Andrea menggeleng dengan cepat, mana bisa mereka ke rumah Sya sekarang yang ada mereka malah mengganggu waktu Sya dan Al.
‘’Nggak usah Dy, nanti malah mengganggu.’’
‘’Yaudah lo istirahat aja, gw kebawah bentar mau bikinin susu.’’
Andrea kembali bingung, tumben-tumbennya Ardy berinisiatif membuatkannya susu, kenapa kelakuannya aneh, apa dia sedang memiliki masalah besar.
‘’Kenapa, kok lo liatin gw gitu?’’ Tanya Ardy sambil memberikan segelas susu ibu hamil buatannya.
‘’Nggak, tumben aja, lo nggak sakit kan?’’ Andrea menempelkan punggung tangannya di kening Ardy.
Bersambung.....
__ADS_1