Love By Mistake

Love By Mistake
Fashion show


__ADS_3

‘’Jam sebelas, apa pak Al akan melihatnya?.’’


‘’Tergantung, kalo lagi nggak sibuk datang kalo lagi sibuk ya nggak datang.’’


Anastasya mengangguk dan turun dari mobil itu tapi setelah memberikan ciuman tentunya, karena Al tak mungkin mau menurunkan Anastasya begitu saja.


*****


‘’Cantik banget Sya.’’ Puji beberapa mahasiswa melihat penampilan Anastasya dan Anastasya hanya tersenyum pada mereka.


‘’Udah siap banget ya kayaknya.’’ Ucap Andrea saat Anastasya mendudukan tubuhnya disamping Andrea.


‘’Jelas dong.. Lo tau kan gw nunggu banget hari ini.’’ Anastasya tertawa sambil menutup mulutnya dengan satu tangannya.


‘’Ardy mana? Belum dateng ya?’’ Tanya Anastasya sambil celingak celinguk mencari keberadaan Ardy.


‘’Belum katanya pagi ini ada rapat penting jadi mungkin bakalan dateng pas acaranya dimulai.’’ Jawab Andrea dengan mata yang tertuju pada ponselnya.


‘’Lagi chattan sama Ardy ya?’’ Anastasya mendekat dan melihat layar ponsel Andrea.


‘’Bukan Ardy, jadi semalam gw ikut kakak gw ke acara anak motornya gitu, nah disana gw kenalan sama salah satu cowok, dia teman dekat kakak gw. Semalam dia minta nomor ponsel gw dan dari tadi dia terus ngechat gw.’’ Jelas Andrea.


‘’Gw penasaran, mau lihat wajahnya dong.’’ pinta Anastasya dan Andrea pun membuka foto profil pria itu dan memperlihatkan fotonya pada Anastasya.


‘’OMG.. Ganteng banget Rea.. gw mau satu dong yang kayak gitu.’’ Ucap Anastasya dengan mata yang berbinar.


‘’Ih.. Dia kalo dibanding pak Al gantegan pak Al Sya.’’ Ucap Andrea membuat Anastasya berpikir dan tak lama kemudian senyum terbit di bibir indahnya.


‘’Ngapain lo senyum-senyum gitu? Apa lo udah baikan sama pak Al? Dan ini dari kemaren-kemaren gw mau nanya tentang cincin ini tapi selalu lupa.’’ Andrea mengambil dan memperhatikan jari manis tangan kanan Anastasya yang sudah melingkar cincin dengan permata yang tak terlalu besar.


‘’Bagus nggak cincinnya?’’ Anastasya memutar-mutar cincin yang melingkar di jari manisnya sambil tersenyum kecil.


‘’Nggak usah ngalihin pembicaraan ya, gw nanya itu cincin apa dan dari siapa?’’

__ADS_1


‘’Kalau misalnya gw bilang ini cincin pernikahan lo percaya nggak?’’


‘’Nggaklah, lo kan nggak mungkin nikah kalo nggak ada gw sama Ardy.


‘’Sorry.’’ Lirih Anastasya dengan wajah sedihnya.


‘’What? Jangan ngaco ya Sya, jangan bercanda.’’


Anastasya memeluk tubuh Andrea, pipinya diusap-usapkan di pundak Andrea. ‘’Sorry, gw bukannya nggak mau ngundang lo berdua orang gw aja kaget, gw tau gw mau nikah aja dua jam sebelum pernikahan itu terlaksana.’’


‘’Sya…..’’ Andrea menatap Anastasya setengah tak percaya.


‘’Gw aja syok Rea, nggak tau harus berbuat apa.. Gw marah saat itu karena mereka merencanakan semuanya tanpa sepengetahuan gw, tapi gw nggak bisa menolak pernikahan itu, karena keponakan lo udah hadir dalam perut gw.’’ Anastasya mengelus perutnya masih dengan satu tangan memeluk Rea dan pipinya masih berada di pundak Rea.


‘’What!! Jadi lo……’’ Rea tak bisa meneruskan kata-katanya lagi hanya bisa menganga sambil menatap perut Anastasya yang masih terlihat rata.


Anastasya mengangguk pelan.


‘’Jadi lo sama pak Al….?’’


Rea tak mengatakan apa-apa hanya menutup mulutnya dengan satu tangannya saking terkejut dengan berita yang didapatkannya hari ini. mau marah tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur dan sebagai sahabat Rea sangat mengerti posisi Anastasya saat itu hingga tak bisa sepenuhnya menyalahkan Anastasya yang menikah tanpanya dan Ardy sesuai dengan perjanjian yang dulu pernah mereka lakukan.


‘’Rea lo kenapa sih?’’ Anastasya menggoyang tangan Andrea yang sedang digunakan untuk menutup mulutnya.


‘’Speechless gw Sya, masih nggak nyangka kalo lo udah nikah, ih… lo jahat banget deh, padahal kan kita udah pernah berjanji akan ada disamping satu sama lain siapapun yang nikah terlebih dulu, gw bahkan udah nyiapin gaun buat pernikahan lo nanti.’’ Anastasya memperlihatkan wajah pura-pura marah.


‘’Sorry Rea.. tapi tolong rahasiakan ini dulu ya, gw belum siap kalo ada yang tau tentang ini, lo tau kan penggemarnya pak Al banyak banget terus penggemar gw juga bertaburan dimana-mana. Kasihan nanti mereka patah hati berjamaah.’’ Anastasya tertawa sedang Rea hanya menatap malas pada kenarsisan Anastasya.


‘’Tapi lo harus secepatnya kasih tau Ardy, lo tau kan gimana sikapnya, dia pasti akan marah besar kalo tau hal ini dari orang lain, apalagi kalo lo nggak terbuka sama dia.’’ Saran Andrea dan Anastasya pun mengangguk..


‘’Yaudah yuk kita siap- siap trus ganti baju, acaranya sejam lagi dimulai.’’ Ajak Andrea dan kedua wanita itu pergi dari tempat itu menuju toilet untuk mengganti pakaian ala sekertaris modis yang sudah mereka beli.


*****

__ADS_1


‘’Astaga coba lihat Anastasya dan Andrea.’’ Seru beberapa mahasiswa saat Anastasya dan Andrea memasuki ruangan tunggu tempat diselenggarakannya acara.


‘’Pantas saja mereka menjadi mahasiswi tercantik di kampus kita, gw cukup bangga sih mereka berasal dari jurusan kita.’’ Ucap seorang mahasiswi menatap kagum pada Anastasya dan Andrea.


Semua mata, baik pria dan wanita semua memperhatikan kedatangan Anastasya dan Andrea. Beberapa wanita melihat iri pada mereka tapi bukan benci ya, karena sebagai sesama wanita kita pasti akan merasa sedikit iri saat melihat wanita yang begitu cantik. Sedang para pria menatap kagum pada penampilan kedua wanita itu.


‘’Sok cantik banget deh.’’ Stevi melihat sinis kedatangan Anastasya dan Andrea. Sedang Anastasya dan Andrea tidak memperdulikan tatapan sinis Stevi, mereka melewati Stevi dengan santai dan duduk di kursi paling pojok ruangan itu.


*****


‘’Aduh.. Dua upik abu gw cantik banget hari ini.’’ Ardy duduk disamping Anastasya dengan membawa tiga bunga ditangannya lalu sedikit mengacak rambut kedua gadis itu yang langsung diprotes oleh keduanya.


‘’Sialan lo, sekarang jadinya ‘’beauty.’’ Anastasya menunjuk dirinya dan Andrea ‘’And the beast.’’ Anastasya menunjuk Ardy lalu tertawa sedikit keras dan diikuti oleh Andrea dan beberapa orang disekeliling mereka.


‘’Sialan lo.’’ Ardy menyentil kening Anastasya pelan tapi Anastasya mendramatisir keadaan dengan meringis sedikit keras sambil memegang keningnya.


‘’Kenapa lo bawa tiga bunga Dy.’’ Tanya Andrea membuat Anastasya menghentikan ringisan pura-puranya dan beralih menatap Ardy dengan tanda tanya.


‘’Jangan bilang satunya buat Stevi.’’ Tebak Anastasya sedang Ardy hanya memperlihatkan senyum malu-malunya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.


‘’Kenapa lo beli bunga yang sama? Harusnya dibedain Dy, masa gw sama Rea disamain sama si Stevi sih.’’ Protes Anastasya.


‘’Sya.’’ Ardy menarik lengan Anastasya. ‘’Tolong dong lo berdua belajar menerima Stevi, dia wanita yang gw sukai Sya, Rea. jadi gw pengen kalian bertiga punya hubungan yang baik. Mohon Ardy.


Anastasya dan Andrea tidak merespons ucapan Ardy dan hanya fokus melihat kedepan karena acara sudah akan dimulai, Ardy pun hanya bisa mengacak rambutnya sedikit frustasi.


Nama para peserta sudah dipanggil satu-satu dan sekarang nama Andrea sudah dipanggil dan menggema di ruangan itu.


‘’Doain gw ya.’’ Andrea memeluk Anastasya dan Ardy sebelum keluar dan memperlihatkan aksinya, Andrea memang sangat menyukai dunia model hingga cara berjalannya terlihat seperti seorang model papan atas. Ia dengan santai berlenggak lenggok diatas panggung sambil sesekali melambaikan tangannya pada para penonton. Penampilannya sangat sempurna, bahkan tidak terlihat gugup sama sekali.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya...


__ADS_2