Love By Mistake

Love By Mistake
Keinginan mama


__ADS_3

Pak Al menuruni tangga rumah Anastasya dengan perasaan senang. Berada didekat anastasya bisa membuatnya menjadi pria paling bahagia di dunia ini.


Semua hal dalam hidupnya terbilang sempurna yang kurang hanya tinggal sosok pendamping hidup, ia akan memastikan sosok yang akan berada disampingnya dan mendampinginya adalah Anastasya dan harus Anastasya.


‘’Tante Al pamit pulang ya.’’ Pamit Al pada mama Anastasya yang sedang asyik menyiapkan makan siang.


‘’Loh, nggak ikut makan siang sekalian aja Al?’’ Tawar mama, mama sepertinya sangat mendukung hubungan Al dan Anastasya. Menurutnya Al merupakan sosok pria yang baik dan bertanggung jawab dan pastinya akan sangat bisa membuat putrinya bahagia.


‘’Mungkin lain kali tan, tadi mama Al juga nelpon minta Al makan siang dirumah.’’ Tolak Al dengan lembut.


‘’Ah baiklah, salam untuk keluargamu ya.’’


Al mengangguk dan meninggalkan rumah itu. Melajukan mobilnya kerumah orang tuanya, tadi mamanya menelpon dan mengatakan akan menyampaikan hal penting padanya.


*****


‘’Apa kabar mama sayang?’’ Al memeluk mamanya yang sudah menunggunya di depan rumah.


Mamanya mengusap wajahnya sambil tersenyum. ‘’Apa kau sedang bahagia? Tidak biasanya kau tersenyum secerah ini.’’


Al memeluk mamanya lagi tanpa menjawab pertanyaan itu, kemudian menarik mamanya masuk kerumah, perutnya sudah sangat lapar, tadi pagi tak sempat sarapan karena buru-buru menemui keluarga Anastasya.


‘’Anak papa makin ganteng aja nih.’’ Puji papa sambil berjalan menghampiri mama dan Al yang sudah duduk manis di meja makan.


‘’Siapa dulu papanya, Al kan seperti cetakan papa bedanya Al masih sangat muda.’’ Al terkekeh melihat reaksi papanya yang tak terima karena dikatai tua olehnya.


‘’Gini-gini papa masih jago Al, tanya aja mamamu.’’


Al tak ingin bertanya, cukup tau apa maksud dari kalimat itu.

__ADS_1


‘’Oh iya tadi katanya ada yang mau disampaikan, memangnya apa yang mau mama dan papa katakan.’’ Tanya Al setelah mereka menghabiskan makan siang, sekarang mereka duduk santai diruang tamu, dengan Al yang bersandar manja pada pundak mamanya.


Mama dan papanya saling melempar pandang, saling menolak menyampaikan niat mereka pada Al sampai akhirnya mama mengalah.


‘’Al tahun ini kamu udah masuk 27 tahun loh, anak teman-teman mama yang seumur kamu udah pada punya anak bahkan ada yang anaknya udah dua. Kamu nggak ada niatan kasih mama papa cucu dalam waktu dekat ini?’’


Al tak bergeming, tak merespon ucapan mamanya hanya Asyik menatap layar ponsel nya hingga mama geram sendiri dan mengambil ponsel itu dari tangan Al.


‘’Al denger mama ngomong dong.’’


Al membenarkan posisi duduknya, matanya menghadap sang mama. ‘’Oke apa yang sebenarnya mau mama sampaikan.’’


‘’Al kamu ingat nggak Nana anaknya tante Sofi, dua minggu lalu dia balik dari paris, katanya sudah akan menetap di indonesia, mama nggak sengaja ketemu kemaren dan dia menanyakan kabarmu. Sepertinya dia masih sangat menyukaimu.’’


‘’Tapi Al nggak tertarik ma.’’


‘’Apa yang kurang darinya Al, dia itu wanita cantik, baik dan yang penting dia sangat menyukaimu. Lebih baik kamu memilih seorang wanita yang sangat menyukaimu untuk menjadi istrimu kelak agar apapun yang terjadi sudah bisa dipastikan ia tak akan meninggalkanmu.’’


‘’Lalu kapan kau akan menikah, bahkan sampai sekarang kau tidak memiliki seorang kekasih, kau tega membiarkan mama dan papa menutup mata sebelum bisa menggendong cucu kami.’’ Mama mulai menangis. Ia sangat iri melihat teman-temannya membanggakan cucu mereka satu sama lain sedangkan anaknya, kekasih saja Al tak punya.


Al menghapus air mata mamanya dengan lembut ‘’mama papa tenang aja, sebentar lagi kalian akan bertemu dengannya, saat ini Al sedang berjuang untuk bisa membawanya pulang bertemu mama dan papa.’’ Al tersenyum cerah mengingat wajah Anastasya walaupun hanya wajah marah yang selalu Anastasya perlihatkan padanya.


Mama papa tidak terlalu percaya mendengar ucapan itu, tapi setelah melihat wajah anaknya mereka menjadi yakin bahwa anaknya itu sedang menyukai seorang wanita.


‘’Apa wanita itu juga menyukaimu sayang?’’ Tanya mama.


‘’Belum ma, tapi Al yakin sebentar lagi dia akan menjadi milik Al.


Mamanya membuang napas, akan berapa lama lagi menunggu sampai Al berhasil mendapatkan hati wanita itu, kalau cepat nah kalau lambat, sudah pasti keinginannya memiliki cucu juga akan lama tercapai.

__ADS_1


‘’Huuu.. percuma saja jika hanya kau yang memiliki keyakinan itu sedang wanita yang kau sukai itu tidak yakin padamu.’’


‘’Astaga mama, kenapa ngomongnya gitu, mama nggak percaya pada pesona anak kita. Kamu saja bisa begitu mencintaiku jadi pasti wanita itu juga akan sangat mencintai anak kita nanti.’’ Ucap papa tak terima dengan argumen mama yang menurutnya tidak mendukung apa yang diinginkan anaknya.


‘’Tapi pa, mama sudah ingin memiliki cucu, kalau menunggu Al berhasil menaklukan wanita itu sampai kapan mama akan bisa menggendong cucu.’’


‘’Astaga ma kenapa pikiranmu bisa sangat dangkal seperti itu, sebagai orang tua kebahagian kita adalah melihat anak kita bahagia, apa kau mau hanya demi memberimu cucu Al akan menikah dengan wanita yang tak dicintainya dan menderita seumur hidupnya?’’


Mama melihat wajah Al dan mengusap wajah itu dengan lembut, tak mungkin mengorbankan kebahagian Al hanya untuk keinginannya, mungkin dia hanya sedikit iri melihat teman-temannya bisa bercengkrama sambil menggendong cucu mereka tapi mendengar kata suaminya hatinya sedikit terbuka, untuk cucu, ia pasti akan mendapatkannya nanti yang penting anaknya bahagia terlebih dulu.


Mama memeluk Al, ‘’Mama jadi penasaran siapa sih wanita yang sudah berhasil mencuri hati anak tampan mama ini?’’


‘’Mama pasti akan menyukainya saat mama bertemu dengannya nanti. Dia adalah wanita yang sangat cantik, baik, menggemaskan walau sering mengomel. Pokoknya semua yang terbaik ada padanya dan itu yang membuat Al begitu menyukainya.’’


Mama papa menangkap sorot kebahagian dari wajah Al, hanya dengan membicarakan wanita itu saja anaknya sangat bahagia bahkan matanya sampai berbinar.


Mama papa berjanji akan melakukan apa saja untuk membantu Al mendapatkan wanita itu. Kalaupun wanita itu tidak menyukai Al mereka akan memaksanya untuk hidup disamping Al selamanya.


*****


Hari mulai gelap, bosan berada dirumah tanpa melakukan kegiatan apapun, malam ini Anastasya memutuskan untuk pergi mengunjungi rumah Andrea.


Rencananya akan menginap disana, ingin menceritakan masalahnya pada Andrea dan untuk Ardy ia belum siap karena tau pasti Ardy akan mengamuk mengetahui kejadian itu.


Anastasya berjalan keluar untuk mencari taxi, sedikit malas untuk membawa mobilnya dan untuk ke kampus besok ia bisa menumpang mobil Andrea.


Tubuh Anastasya membeku ketika ada yang memeluknya dari belakang. Cukup mengenal aroma tubuh ini, sedikit gugup Anastasya memberanikan diri memutar tubuhnya hingga menghadap pria itu.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya😉


__ADS_2