
Anastasya tak menghiraukan Chat itu dan memasukan ponselnya dalam tas.
‘’Nggak usah nanya-nanya gw mau kemana urus aja tuh dosen cantik, hu.. Dasar mata keranjang.’’ Omel Anastasya sambil terus melangkahkan kakinya menuju halaman depan kampus.
‘’Kenapa wajahnya ditekuk gitu sih?’’ tanya Andrea saat Anastasya berdiri didepannya.
Anastasya menggeleng dan masuk ke mobil Andrea. ‘’Kita kemana dulu nih?’’ mumpung ada black card Ardy.’’ Anastasya sedikit terbahak.
‘’Butik atau mall?’’ Tanya Andrea.
‘’Mall aja kali ya, biar bisa sekalian jalan-jalan.’’ Saran Anastasya dengan penuh semangat.
*****
Sampai di mall Anastasya dan Andrea memutuskan mencari makan terlebih dulu, lalu setelahnya mereka menghampiri toko tas dan membeli beberapa model tas keluaran terbaru.
Setelahnya mereka memasuki toko sepatu dan membeli beberapa pasang sepatu juga.
Mereka juga membeli beberapa dress sederhana dan sekarang mereka sudah memasuki salah satu tokoh perhiasan paling terkenal di dunia.
Dua wanita itu terlihat asyik memilih-milih perhiasan yang menarik perhatian mereka. Tiba-tiba Anastasya mendengar suara asing yang sudah lama tak didengarnya sedang memanggilnya sekarang. Ia mencoba membalikan badannya ke sumber suara, dan….
‘’Sya, kamu disini sayang?’’ dengan senyum Raka berjalan menghampiri Anastasya.
Raka hendak memeluk Anastasya, jujur ia sangat merindukan Anastasya setelah hampir dua bulan tak bertemu wanita itu.
Jauh dari Anastasya membuat Raka sadar betapa ia mencintai wanita itu dan berjanji pada dirinya untuk tak akan menyakiti Anastasya dengan cara apapun lagi termasuk belajar menahan hasratnya untuk menyentuh wanita lain.
Raka yakin cepat atau lambat ia pasti akan mendapatkan maaf dari Anastasya baginya cinta selalu bisa memaafkan dan Raka sangat yakin Anastasya bisa memaafkannya karena cinta Anastasya yang juga begitu besar untuknya.
‘’Aku kangen Sya.’’ Raka memeluk Anastasya sedang Anastasya hanya diam membeku di tempatnya. Tak pernah terpikir untuk bertemu Raka lagi.
Tak berapa lama Anastasya mendorong tubuh Raka saat kesadarannya kembali lalu menghampiri dan menarik tangan Andrea yang masih asyik dengan kegiatannya melihat-lihat beberapa perhiasan.
‘’Kenapa Sya?’’ Tanya Andrea saat Anastasya tiba-tiba menarik tangannya tapi tak lama matanya menangkap sosok Raka sedang berdiri ditempat itu membuatnya sadar alasan Anastasya ingin cepat pergi dari tempat itu.
‘’Sya..Sya..Sya.’’ Raka mencoba mengejar dan menahan pergelangan tangan Anastasya tapi Anastasya terus berjalan tanpa memperdulikan Raka.
Anastasya menangis tersedu-sedu sambil memeluk Andrea saat mereka masuk ke mobil Andrea.
__ADS_1
‘’Kenapa dia balik lagi Rea.. jujur… jujur perasaan gw masih 100% buat Raka Rea, tapi kalau mengingat kejadian itu lagi gw sama sekali nggak sanggup.’’
Anastasya terus menangis sedang Rea mengelus punggung Anastasya sambil ikut menangis. Rea cukup tau bahwa dulu Anastasya begitu mencintai Raka tapi tak pernah menyangka bahwa Anastasya masih mencintai pria itu sampai sekarang, bahkan saat sudah memiliki seorang suami cintanya tetap masih dimiliki sepenuhnya oleh Raka.
Walau Anastasya memutuskan untuk tak kembali bersama Raka lagi tapi bukan berarti Anastasya sudah benar-benar melupakan pria itu selama ini Anastasya selalu tersenyum sambil belajar mengikhlaskan.
‘’Yaudah kita pulang aja, lo harus istirahat dulu.’’ Saran Andrea. ‘’Gw harus anter lo kemana?’’ Tanya Andrea lagi.
‘’Kerumah pak Al.’’ Jawab Anastasya singkat lalu memejamkan matanya. Andrea pun langsung membawa Anastasya kerumah pak Al, tak perlu menanyakan alamatnya lagi karena sudah dua kali ke rumah itu untuk menjemput Anastasya dulu.
Setibanya dirumah pak Al, Andrea terlebih dulu memasuki rumah itu untuk meminta pak Al menggendong Anastasya yang sudah tertidur lelap.
Diranjang, Al memperhatikan wajah Anastasya dengan mata yang terlihat sembab.
‘’Apa yang membuatmu menangis? Al mencium lembut mata Anastasya sambil mengelus kepala Anastasya, tiba-tiba….
‘’Raka.. Hiks.. hiks.’’ Al kaget mendengar Anastasya menangis dalam tidurnya sambil menyebutkan nama seorang pria. Al yakin pernah mendengar Anastasya menyebutkan nama itu tapi entah kapan ia juga tak ingat.
‘’Apa pria bernama Raka itu yang membuatmu menangis seperti ini?’’ Tanya Al dengan suara lembut matanya masih setia memperhatikan wajah Anastasya. Tak lama, lalu Al menarik Anastasya kedalam pelukannya.
‘’Apa kau menyukai pria itu bae?’’ Tanya Al lagi sambil memeluk erat tubuh Anastasya membuat wanita itu sedikit menggeliat dalam tidurnya mungkin karena pelukan Al yang begitu erat.
‘’Maaf bae, aku meluknya kekencangan ya?’’ Al sedikit melonggarkan pelukannya sedang Anastasya tidur nyenyak dalam dada bidang Al. malam ini Al tidur dengan memeluk Anastasya sedikit erat.
*****
‘’Morning.’’ Ucap Anastasya pelan lalu lebih membenamkan wajahnya pada dada bidang Al.
‘’Bangun bae, hari ini kuliah pertama kamu mata kuliah aku loh.’’ Al mengingatkan tapi tak dihiraukan Anastasya.
‘’Baby.’’ Al mengelus-ngelus rambut Anastasya.
‘’Lima menit lagi pak. Aku masih sangat ngantuk, lagian aku nggak mungkin terlambat orang berangkatnya bareng dosennya.’’
Al tersenyum. ‘’Oke lima menit aja ya.’’
‘’Bae udah hampir 10 menit loh ini.’’ Al sedikit menjauhkan tubuhnya dari Anastasya untuk melihat wajah wanita itu.
‘’Sya…Sya.’’ Al menekan nekan kecil wajah Anastasya menggunakan jari telunjuknya. Anastasya tak mengatakan apapun, bangun dan langsung masuk kekamar mandi.
__ADS_1
‘’Are you okay?’’ Tanya Al saat Anastasya keluar dari kamar mandi.
‘’Hhmm, why?’’
Al berjalan mendekat dan memeluk Anastasya lalu masuk kedalam kamar mandi utuk melakukan ritual mandinya sedang Anastasya berlalu keruangan ganti.
‘’Sya.’’ Al memeluk Anastasya yang sedang sibuk dengan peralatan make up nya.
‘’Hhmm.’’
Ingin sekali Al mencium Anastasya pagi ini, hanya saja Al merasa mood wanita itu sedang dalam kondisi yang tidak baik, hingga mengurungkan niatnya, tak ingin mood Anastasya bertambah hancur.
‘’Biarkan aku memelukmu seperti ini.’’ Al memejamkan matanya, meletakan dagunya di pundak sang istri sambil menghirup aroma tubuh sang istri yang sangat disukainya.
‘’Kita sarapan disini atau di kampus?’’ Tanya Al.
‘’Disini saja.’’ Jawab Anastasya singkat.
Al pun hanya mengangguk masih dengan posisi yang memeluk Anastasya.
‘’Baby apa malam ini kau sibuk? Aku ingin mengajakmu makan malam berdua, hitung-hitung buat ngerayain kemenangan kamu yang kemarin.
Anastasya ingin sekali menolak ajakan itu, tapi dia sedikit tak tega melihat wajah Al yang terus tersenyum padanya.
‘’Jam berapa?’’
‘’Kalau jam tujuh gimana?’’ Al menatap Anastasya dari samping kanan hingga membuat pipinya sedikit menyentuh pipi Anastasya dan Anastasya hanya mengangguk.
*****
‘’Pagi semuanya.’’ Sapa Al begitu memasuki ruangan kelas. Semua kompak menjawab sapaan itu dan seperti biasanya tanpa berbasa basi Al langsung memberikan materi.
Sementara di tempat lain terlihat Raka sedang menunggu Anastasya di depan rumah orang tua Anastasya, niatnya hari ini ingin menjemput Anastasya dan mengantarnya ke kampus seperti yang dulu sering dilakukannya.
Hanya saja sekarang Raka menunggu Anastasya di luar rumahnya, karena setelah apa yang terjadi ia belum berani untuk bertemu langsung dengan orang tua Anastasya.
Hampir 1 jam menunggu Anastasya tak juga keluar dari rumah itu. Raka kembali mencoba menelpon nomor Anastasya tapi seperti biasanya nomornya masih di blok.
Bersambung.....
__ADS_1
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...
Jangan lupa like dan komennya...