
‘’Hubby..hubby..’’ Anastasya membangunkan Al dengan cara memainkan hidung Al, ia memencet-mencet hidung Al dengan kedua jari telunjuknya.
‘’Morning hubby.’’ Ucapnya saat Al membuka matanya. Sekarang posisi Anastasya sedang tengkurap diatas tubuh Al.
‘’Morning bae.’’ Al melingkarkan dua tangannya dipinggang Anastasya lalu mengecup singkat bibir wanita itu.
‘’’Hubby’’ Anastasya memainkan beberapa helai rambut Al.
‘’Hhmm.’’
‘’Hubby aku mau minta izin, jadi kan minggu depan SMA aku ngadain reuni, izinin aku ikut ya..ya…ya please.’’ Mohonnya dengan memberikan ekpresi menggemaskannya pada Al.
‘’Tanggal berapa?’’
‘’Tanggal enam.’’
Al menimang, sejujurnya ia tidak terlalu suka jika Anastasya mengikuti kegiatan seperti itu tanpa dirinya tapi kalau dilarang ia merasa kasihan pada istrinya itu karena acara itu merupakan moment untuk sang istri bertemu dengan teman-teman lamanya dan mungkin kesempatan itu tidak akan terulang lagi.
‘’Kamu bisa pergi tapi ingat waktu jangan karena terlalu asyik kamu pulangnya jadi kemalaman, kalau kerjaan aku cepat kelar aku akan menjemputmu.
Al sama sekali tak bisa menemani Anastasya ke reuni itu karena hari itu ia akan sangat sibuk dimulai dari kegiatan mengajarnya sampai bertemu beberapa klien yang akan bekerja sama dengan perusahaan keluarganya.
kebetulan karena waktu itu ia yang memimpin meetingnya maka beberapa klien memintanya untuk terus bertanggung jawab akan proyek itu dan mau tidak mau ia harus melakukannya karena beberapa klien mengatakan akan mundur dari projek itu kalau bukan Al yang memimpinnya.
Karena sudah mendapat persetujuan dari Al, tak berlama-lama lagi Anastasya langsung berlari keluar kamar untuk mencari makan karena dari tadi perutnya terus minta diisi.
Bel rumah berbunyi tepat saat Anastasya turun dari tangga , terlihat satu ART berjalan terburu-buru untuk membukakan pintu rumah.
‘’Siapa bik?’’ Tanya Anastasya
‘’Hai Al-nya ada?’’ Tanya tamu itu dengan tidak tau malunya
__ADS_1
‘’Siapa ya?’’ Anastasya menghampirinya dan berpura-pura tidak mengenalnya. ‘’Mau apa wanita genit ini kesini?’’
‘’Aku Selin teman dekatnya Al, kita kan pernah ketemu masa kamu lupa sih.’’ Ucapnya santai dan tanpa permisi wanita itu nyelonong masuk ke ruang makan dan mengeluarkan beberapa kotak makan yang dibawanya.
Dan tanpa memperdulikan Anastasya Selin meminta ART untuk memanggil Al.
ART itu terlebih dulu melihat Anastasya untuk meminta persetujuannya dan Anastasya pun mengangguk.
‘’Oh iya aku bawa sarapan untuk Al, dulu dia paling senang kalau aku membuatkannya makan.’’ Selin duduk di kursi setelah selesai menata rapi semua makanan yang dibawanya sedang Anastasya duduk santai sambil memakan makanannya, baginya lebih baik memberi anaknya makan terlebih dulu setelahnya baru ia akan memutar otak untuk memberikan wanita genit itu pelajaran.
‘’Al.’’ Selin sumringah berdiri dari duduknya lalu menghampiri Al sedang Al mengeryitkan dahinya melihat Selin yang tiba-tiba berada di rumahnya.
‘’Al aku bawain sarapan buat kamu.’’ Selin menarik tangan Al dan membawanya ke meja makan
‘’Maaf Sel mungkin ini terakhir kali kamu kesini, sekarang aku udah nikah Sel jadi kamu nggak bisa seperti dulu lagi yang bisa keluar masuk rumahku dan tolong hargain keberadaan Anastasya karena dia istriku.
Al menepis tangan Selin lalu berjalan menghampiri Anastasya yang masih sibuk sarapannya.
‘’Maksudnya kamu ngusir aku Al?’’
‘’Kamu jahat Al dulu kamu nggak pernah memperlakukan aku seperti ini, tapi hanya gara-gara wanita yang baru kamu kenal ini kamu tega sama aku.’’
Selin mulai mengeluarkan air mata buayanya baginya itu adalah cara paling ampuh untuk menarik perhatian Al karena dulu pria itu sangat tidak suka jika melihatnya menangis.
‘’Stop deh air mata buayanya bikin selera makanku ilang aja. Dengar ya mbak Selin, pria ini.’’ Anastasya menunjuk Al
‘’Dia suamiku sekarang, SU A MI jadi tolong jangan dikejar-kejar lagi ya lagian diluar sana masih banyak kok pria-pria lajang jadi kenapa Mbak Selin harus ngejar pria yang sudah beristri, Oh atau..atau jangan-jangan mbak Selin nggak laku ya.’’ Anastasya cengengesan sambil menunjuk Selin dengan jari telunjuknya.
‘’Hei kamu jangan berbangga diri dulu kamu pikir Al benar-benar mencintaimu apa? Menurutku sih cuma pelampiasannya aja secara Al kan bertahun-tahun ngejar aku masa sih bisa secepat itu ngelupain aku.’’ Ucap Selin dengan wajah sinis.
‘’Sel kamu ngomong apa sih?’’ Ucap Al dengan nada sedikit meninggi, Anastasya menaikan satu jari telunjuknya menyuruh Al untuk berhenti berbicara lalu Anastasya melangkah lebih mendekat pada Selin.
__ADS_1
‘’Wake up sist, nggak lihat apa suamiku begitu mencintaiku buktinya ia bahkan mengusir mbak Selin karena ingin menghargai perasaanku.’’ lalu Anastasya melangkah dan menyandarkan kepalanya di dada Al dengan satu tangannya mengelus dada Al.
‘’Ah suamiku ini so sweet banget sih, makasih ya hubby.’’ Ucapnya lagi membuat Selin lebih geram dan langsung mengambil tasnya dan pergi meninggalkan rumah itu sedang Anastasya tertawa senang merayakan kemenangannya.
‘’Dasar bibit-bibit pelakor.’’ Omel Anastasya lalu kembali duduk dan melanjutkan makannya tak sengaja matanya melirik Al yang tengah tersenyum.
‘’Kenapa senyum-senyum, kamu suka ya diperebutkan kayak gitu?’’ Ucap Anastasya dengan wajah jengkelnya dan Al masih terus tersenyum lalu tak lama ia mencubit gemas pipi kanan Anastasya.
‘’Ih gemes banget sih istriku ini, aku suka lihat kau cemburu gini.’’
‘’Siapa bilang aku cemburu sih aku cuma nggak suka aja lihat wanita genit kayak gitu, seperti nggak ada pria lain aja sampe harus ngejar-ngejar suami orang.’’ Kilah Anastasya dengan nada jengkelnya.
‘’Aku peringatin ya kamu jangan genit-genit biar mereka nggak salah sangka dan akhirnya memunculkan bibit-bibit pelakor dalam rumah tangga kita.’’
‘’Kamu ini ada-ada aja sih, emang kapan kamu lihat aku genit?’’ Al mencubit hidung mancung Anastasya
‘’Nggak pernah sih. Tapi aku kan cuma mengantisipasi aja makanya aku ingetin duluan ke kamu biar nanti aku bisa ada bahan buat ngomelin kamu kalau misalnya itu kejadian.’’
‘’Astaga bae dimana-mana orang ngingetin untuk mewanti-wanti agar hal itu nggak terjadi tapi kamu mah aneh masa ngingetin karena punya niat lain sih.’’
Al menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan istrinya yang selalu saja memiliki pemikiran aneh.
‘’Ih… aku kan cuma ngingetin. Aku sengaja ngingetin kamu biar nanti pas kejadian kamu nggak bilang aku nggak pernah ngingetin karena buktinya kan sekarang aku ngingetin kamu. Ah… tunggu bentar deh.’’
Anastasya mengambil ponsel dari sakunya lalu mengetik sesuatu di memo ponselnya.
‘’Aku udah catat waktu dan tanggalnya loh biar nanti ada bukti yang konkret. Anastasya memperlihatkan ponselnya yang berisi memo yang telah ditulisnya pada Al.
‘’Terserah kamulah bae.’’ lalu Al mengisi piringnya dengan nasi goreng yang sudah disiapkan oleh ARTnya tanpa menyentuh makanan yang dibawa Selin.
Bersambung.....
__ADS_1
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
Jangan lupa like dan komennya.....