Love By Mistake

Love By Mistake
Istri yang aneh


__ADS_3

Hahahaha


Anastasya terbahak melihat ekspresi yang ditampilkan Al.


‘’Apa yang kau pikirkan? Aku, Ardy dan Andrea. Kami memang sangat dekat tapi bukan berarti kami memiliki perasaan satu sama lain. Aku menyayangi Ardy sama seperti aku menyayangi Andrea. Nggak ada yang lebih. Aku akui Ardy adalah satu-satunya lawan jenis yang sangat dekat denganku tapi aku sama sekali tak pernah memiliki perasaan yang lebih dari sahabat untuknya.’’


Al bangun dari pangkuan Anastasya, menyandarkan tubuhnya pada tangan sofa dengan pahanya berada di pangkuan Anastasya.


‘’Tapi kenapa kau begitu manja padanya sedangkan padaku kau tidak pernah bersikap semanja itu.’’


‘’Emangnya salah aku manja sama Ardy? Dia kan sahabatku.’’


‘’Tapi aku suamimu, kenapa kau tidak bermanja saja padaku?’’


‘’Untuk apa aku melakukan itu? Aku lebih nyaman merengek pada Ardy dibanding pak Al.’’ Anastasya mengambil remot untuk menyalakan TV tapi Al merampas remot itu dari tangannya.


‘’Tapi aku juga pengen kamu berkeluh kesah padaku, bersikap manis padaku dan manja padaku.’’ Kekeh Al dengan kedua tangannya menangkup wajah Anastasya.


‘’Baiklah..baiklah nanti jika Ardy sibuk maka aku akan manja pada pak Al tapi kalau Ardy nggak sibuk ya aku manjanya ke Ardy. oke?’’ Anastasya tersenyum, melepaskan tangan Al dari wajahnya dan mengambil remot TV yang Al sembunyikan di balik badannya.


‘’Hhmm, istriku ini sangat aneh masa aku harus membujuknya hanya untuk bersikap manja padaku, eh tunggu dulu disini dia yang aneh atau aku yang aneh sih? Lagian mana ada orang yang memohon agar istrinya bersikap manja padanya, seperti hanya aku pria yang melakukan hal seperti itu didunia ini.’’


Al menggeleng kepalanya, membenarkan posisi duduknya dan mengikuti Anastasya menonton TV sambil menyandarkan kepalanya di bahu kanan sang istri.


‘’Bae jadi kamu mau ikutan acara fashion show itu?’’ Tanya Al melirik pada sang istri.


‘’Hhmm.’’ Anastasya mengangguk dengan mata yang sangat fokus pada layar TV.


‘’Kenapa nggak kasih tau aku sebelumnya bae?’’


‘’Untuk apa aku memberitahukan hal itu pak?’’


‘’Tapi aku kan suamimu Sya, jadi apapun yang akan kau lakukan kau harus memberitahunya terlebih dulu padaku.’’

__ADS_1


‘’Iya nanti aku akan memberitahukannya, tapi kalau masalah fashion show kan aku berniat mengikutinya sebelum kita menikah jadi tidak mungkin juga aku memberitahukannya pada pak Al.’’


Al tak menjawab lagi, tangannya yang tadi mengusap perut Anastasya perlahan naik menyentuh aset kembar Anastasya bagian kanan.


Anastasya memekik kaget, segera menghempas tangan Al yang sudah sedikit meremas benda itu. melotot pada Al dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Al.


‘’Pak Al apa-apaan sih? Nggak sopan banget sama perempuan.’’


Al mendekat tapi Anastasya menahan tubuh Al menggunakan tangannya.


‘’Stop pak, jangan dekat-dekat lagi. Nanti pak Al megang-megang aku lagi, ini namanya pelecehan sexual ya pak dan aku bisa saja melaporkan tindakan bapak tadi pada pihak yang berwajib.


‘’Hahahah.. baby kenapa kau begitu lucu sih, kau itu istriku jadi wajar saja jika aku melakukan hal itu padamu bahkan aku bisa melakukan hal yang lebih dari itu.’’ Al menggoda dengan sedikit memajukan wajahnya.


‘’Hal yang lebih apa maksudmu? Jangan aneh-aneh ya pak Al.’’ Anastasya akhirnya melarikan diri, masuk ke kamar dan menutup pintunya dari dalam sedang Al tertawa keras melihat tingkah istrinya itu.


Hampir dua jam Al memutuskan masuk kemar, tadi ia harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dulu. Beberapa kali ia mencoba membuka pintu kamar namun, pintu itu tak mau terbuka juga.


Akhirnya Al memerintahkan ART untuk mengambil kunci cadangan.


*****


‘’Morning.’’ Ucap Al saat Anastasya membuka matanya. Dengan gerakan cepat Al mencium bibir Anastasya, sedikit ******* bibir itu sedang Anastasya hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali karena tubuhnya yang terlilit selimut membuatnya tak bisa melakukan apa-apa. Bahkan Al beberapa kali mencium bibirnya dengan lumayan rakus.


‘’Kenapa diam bae? Biasanya kamu mendorongku.’’ Ejek Al lalu kembali mencium bibir Anastasya. Al terus mencium bibir indah itu mumpung Anastasya sedang dalam keadaan yang tidak bisa menolak tindakannya.


‘’Pria brengsek ini… masih pagi sudah menyiksaku, lagian kenapa juga aku harus membungkus diriku seperti ini.’’


‘’Aku ingin morning kiss yang menggairahkan seperti ini setiap harinya.’’ Ucap Al sebelum melarikan diri ke kamar mandi.


‘’Alvaro Kennard, kau sangat menyebalkan, kau pria paling mesum yang pernah kutemui.’’ Teriak Anastasya lalu mengguling-gulingkan tubuhnya di ranjang untuk membuka lilitan selimut pada tubuhnya.


‘’Akhirnya lepas juga.’’ Ucapnya dengan nafas yang ngos-ngosan.

__ADS_1


‘’Lagian kenapa kau menyiksa diri dengan melilit tubuhmu dengan selimut?’’ Tanya Al yang baru keluar dari kamar mandi dengan satu tangannya mengacak-ngacak rambutnya yang basah.


Anastasya terdiam kaku melihat tubuh polos Al yang hanya terbalut handuk sampai area pinggang sedang bagian atas terlihat otot-otot yang begitu indah dipandang. Tubuh Al begitu menggoda mata Anastasya. Apalagi rambut Al yang basah seakan menambah kesan seksi pada pria itu.


‘’Bae tutup mulutnya, ilernya netes dari tadi.’’ Al menggoda dengan mendekatkan wajahnya pada Anastasya.


Dengan gelagapan Anastasya mendorong tubuh Al dan melengos masuk ke kamar mandi sedang Al tertawa sambil menggelengkan kepala melihat tubuh Anastasya yang hilang di balik pintu kamar mandi.


*****


‘’Bae dandannya jangan cantik-cantik banget.’’ Al memperhatikan Anastasya yang asyik dengan alat makeupnya dari bayangan cermin hias.


Mwa..mwa..mwa


Anastasya mengatupkan bibirnya untuk meratakan lipstik yang digunakannya sambil sesekali merapikan rambutnya yang dibiarkan tergerai.


‘’Bae, kenapa pake lipstik itu? Warna nya lumayan merah lo.’’ Al berjalan mendekat ke arah meja rias kemudian memutar tubuh Anastasya menghadapnya dan tanpa aba-aba Al mencium bibir itu dengan sedikit **********.


Al mengusap bibir Anastasya setelah melepas ciuman itu. ‘’Sekarang warnanya sudah lebih baik tadi terlalu ngejreng bae.’’ Al tersenyum tipis pada Anastasya.


Anastasya menatap tajam pada Al dan langsung melihat cermin untuk memeriksa penampilannya.


Warna lipstiknya hampir pudar sepenuhnya akibat ulah Al. Anastasya berdiri dari duduknya tak lupa mengambil satu lipstik tanpa sepengetahuan Al dan memasukkannya dalam saku celananya berencana menggunakan lipstik itu ketika sampai di kelas nanti hingga Al tak bisa berbuat apa-apa lagi.


‘’Puas kamu.’’ Anastasya menatap tajam sebelum keluar dari kamar sedang Al hanya terkekeh dan menyusul Anastasya.


‘’Pak Al kita sarapannya di kampus aja ya, anak kamu lagi pengen soto yang dijual di kantin kampus kita.’’ Ucap Anastasya saat mereka menuruni tangga.


‘’Hhmm.’’ Al mengangguk. ‘’Kasihan sekali anakku masih pagi sudah difitnah mamany.’’


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya...


__ADS_2