
Sekarang di mobil hanya ada Al dan Anastasya sedang Andrea memilih pergi dengan menggunakan taxi.
‘’Antarkan aku ke rumah sakit.’’ Ucap Anastasya lalu membuang wajahnya ke arah jendela mobil, tak lama Al sudah memeluknya.
‘’Maaf tadi aku membentakmu dan maaf juga karena aku tak becus menjagamu dan anak kita tapi aku janji kejadian ini tak akan pernah kubiarkan terjadi lagi.
‘’Kali ini aku memaafkanmu tapi lain kali jangan harap aku akan memaafkanmu.’’
Anastasya mengusap lembut punggung Al lalu memperlihatkan senyum manisnya dan setelahnya mereka ke rumah sakit tempat Ardy dirawat.
Tiga minggu telah berlalu, sekarang kehamilan Anastasya sudah hampir memasuki usia enam bulan.
Al sama sekali tak membiarkan Anastasya kemanapun tanpa dirinya bahkan Ardy dan Andrea harus datang kerumah mereka jika ingin bertemu.
Al bahkan sudah mengurus cuti kuliah Anastasya.
‘’Hubby hari ini jadwal ngajar kamu siang kan?’’ Tanya Anastasya begitu membuka matanya.
‘’Hhmm, emangnya kenapa bae?’’
‘’Kamu mandi dulu baru aku kasih tau.’’ Anastasya menarik tangan Al yang masih berbaring di ranjang dan mendorongnya sampai ke kamar mandi sedang Al yang masih setengah mengantuk mau tidak mau menuruti keinginan itu.
Tak sampai 15 menit Al keluar.
‘’Kok cepat banget sih, kamu beneran mandi kan?’’ Anastasya mendekat memutari tubuh Al sambil mengendus-ngendus.
‘’Kamu apa-apan sih bae, aku udah mandi kok.’’ Al menghentikan kegiatan Anastasya lalu menarik pinggang wanita itu dan melingkarkan satu tangannya di pinggang ramping milik Anastasya sedang satu tangannya lagi merapikan rambut Anastasya yang sedikit menutupi wajah cantiknya.
Al mulai mendekatkan wajahnya, hampir saja bibirnya bertemu bibir Anastasya tapi wanita itu sudah lebih dulu melepaskan tangan Al dari pinggangnya dan berlalu masuk ke kamar mandi tanpa mengatakan satu katapun.
Hampir 30 menit Anastasya keluar dari kamar mandi.
‘’Hubby ganti kaosnya sama yang warna putih ya.’’ Ucap Anastasya memperhatikan Al yang duduk santai memainkan ponselnya.
Al menatap heran pada Anastasya, tak biasanya wanita itu bersikap seperti itu.
‘’Hubby ganti ya kaosnya.’’ Anastasya mendekat, merengek sambil menggoyang-goyangkan lengan Al, mau tak mau Al menggantinya.
__ADS_1
Al keluar dengan menggunakan kaos putih yang terlihat pas di tubuhnya hingga memperlihatkan bentuk tubuh atletisnya lalu berjalan ke arah balkon membiarkan Anastasya yang masih sibuk memilih pakaian yang akan digunakannya.
‘’Hubby bagus nggak?’’ Anastasya mendekat pada Al memperlihatkan penampilannya sedang Al menatapnya dengan tatapan heran.
‘’Kamu mau kemana bae, kenapa dandanannya kayak begitu?’’
‘’Nggak kemana-mana.’’ Anastasya mendekat pada Al lalu meminta ponsel Al dan entah apa yang dilakukannya Al juga tak terlalu peduli.
Tak lama Anastasya mengajak Al berdiri, meletakan ponsel Al diatas meja dengan posisi berdiri, ponsel itu disandarkannya di vas bunga yang ada di meja.
‘’Mau ngapain sih bae? Protes Al tapi tetap melakukan perintah Anastasya.
Al begitu kaget saat Anastasya mengajaknya membuat sebuah video tik tok, Al menggeleng tak mau melakukannya, gila saja tak pernah sekalipun terpikir di otaknya untuk berjoget-joget di depan ponsel seperti itu apalagi harus mengunggahnya dan diperlihatkan pada banyak orang.
‘’Nggak ya bae, aku nggak mau. Kamu apa-apaan sih, nggak lucu tau.’’
Al mengambil ponselnya dan berniat masuk kembali ke kamar.
Baru selangkah Al sudah mendengar tangisan Anastasya membuatnya berbalik dan mendekat pada wanita itu.
‘’Kamu kenapa nangis sih bae.’’
Anastasya menangis seperti anak kecil.
‘’Lagian ini bukan cuma keinginanku saja tapi juga keinginan anakmu, anakmu pasti akan menangis saat tau papanya tak menyayanginya lagi.’’
Al mengusap wajahnya dengan kasar.
‘’Bae rasa sayang aku sama kamu tuh nggak bisa kamu ukur hanya dari hal kecil seperti ini.’’ Al memegang kedua pundak Anastasya dan menatap dalam wajah cantik yang sedang dipenuhi air mata itu.
‘’Kamu saja nggak bisa melakukan hal kecil ini untukku dan anak kita jadi bagaimana mungkin kau bisa melakukan hal besar untuk kami nantinya.’’
Anastasya menepis tangan Al, berdiri dan ingin masuk ke kamar tapi tangannya sudah dicekal Al.
‘’Baiklah, ayo kita lakukan hal itu.’’ Al pasrah membuat Anastasya tersenyum sumringah dan dalam hitungan detik kedua tangannya sudah berlingkar indah di leher Al dan tanpa aba-aba Anastasya mencium seluruh wajah Al.
Hampir satu jam Anastasya meminta Al untuk melakukan beberapa gerakan viral di tik tok dan selama itupun Al sudah beberapa kali merekam video tapi beberapa kali juga video itu dihapus Anastasya.
__ADS_1
Dan pada akhirnya dari hampir 20 video yang direkam Al cuma dua yang disimpan Anastasya lalu tanpa seizin Al Anastasya mengirimkan video itu di grup whatsapp keluarga mereka hingga grup yang tidak terlalu aktif itu menjadi heboh seketika.
‘’Astaga bae kamu ngirim video ku ke grup?’’
Anastasya hanya mengangguk bahkan sama sekali tak melihat Al, wajahnya hanya fokus pada layar ponsel sambil beberapa kali tertawa karena membaca chat keluarga mereka yang masih membahas tentang video Al.
Ingin sekali Al marah pada Anastasya tapi rasa marahnya hilang seketika saat melihat Anastasya yang tertawa dengan begitu bahagia.
*****
Tok tok tok
‘’Ada apa bik?’’ Tanya Al begitu membuka pintu
‘’Dibawa ada non Andrea katanya mau ketemu ibu pak.’’ ART memberitahu lalu pamit meninggalkan Al.
‘’Ah kangen.’’ Anastasya memeluk Andrea lalu melihat sekeliling mencari keberadaan Ardy.
‘’Ardy mana? Gw perhatiin udah beberapa kali kalian datang kesini nggak sama-sama, kenapa? Apa kalian sedang bertengkar?’’ Tanya Anastasya sedang Andrea hanya diam tak ingin mengatakan apapun
‘’Bae tadi Ardy nelpon ke ponsel kamu terus aku yang jawab, dia tanya kamu mau dibawain apa karena sejam lagi dia mau kesini.’’
Al berjalan menghampiri Anastasya dan Andrea, Al menyapa Andrea, memberikan ponsel Anastasya lalu pamit pada Anastasya karena harus bertemu dengan Revan sahabatnya yang baru kembali dari aussie.
Anastasya duduk disamping Andrea sambil memperhatikan Andrea yang menurut Anastasya menjadi sedikit gelisah saat mendengar Ardy akan datang.
Tak lama Andrea berdiri dan pamit pada Anastasya membuat Anastasya mengangkat satu alisnya karena heran, Andrea bahkan belum 30 menit berada di rumahnya.
‘’Lo kenapa? Tumben banget pulang cepat biasanya juga lo bakalan berjam-jam di rumah gw.’’
‘’Gw belum bisa kasih tau sekarang tapi gw janji secepatnya gw akan menceritakan semuanya sama lo.’’
Ucap Andrea lalu dengan cepat berjalan keluar dari rumah Anastasya sedang Anastasya melihat punggung Andrea yang mulai menghilang dari pandangan nya dengan tatapan bingungnya.
Anastasya begitu penasaran dengan ucapan Andrea tadi.
Bersambung.....
__ADS_1
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
Jangan lupa like dan komennya.....