
Bab ini mengandung adegan (21+) jadi untuk yang tidak menyukainya bisa langsunh dilewati saja.
Happy reading
‘’Walau tanpa dia aku tak mungkin mau kembali lagi dengan pria sepertimu.’’ Anastasya menahan sakit di rahangnya karena Raka masih belum melepaskan cengkraman itu dan malah lebih mengeraskannya.
‘’Sudah kukatakan berapa kali bahwa aku menyesal untuk perbuatanku dulu tapi kenapa kau sama sekali tidak mau memberiku kesempatan Anastasya, apa kau mencintai pria itu? Apa kau mencintai suamimu itu hingga kau tak mau lagi kembali padaku? Ataukah kau menyukainya karena dia lebih kaya dariku dan kau bisa memiliki semuanya jika hidup bersama pria kaya raya? Ternyata kau sama saja dengan wanita lainnya. Munafik kau munafik Anastasya kau meninggalkanku hanya demi pria yang lebih kaya dariku.’’ Tuduh Raka membuat Anastasya menjadi lebih muak padanya.
‘’Aku tak peduli dengan apa yang kau katakan, walaupun aku hanya menginginkan uangnya memangnya apa urusanmu? Dan tolong pergi dari sini karena aku sama sekali tak ingin bertemu denganmu lagi’’
‘’Kau…’’ Raka memaksa dan mencoba mencium Anastasya tapi seketika pintu rumah terbuka lebar.
Dengan cepat Al melayangkan bogemnya pada Raka
‘’brengsek lo.’’ dan dalam hitungan menit wajah Raka sudah babak belur.
‘’Pergi lo dan kalau masih mau hidup jangan pernah lagi muncul di depan istri gw.’’ Al menyeret Raka keluar dan mendorong kasar tubuh Raka lalu dengan keras Al membanting pintu rumahnya.
‘’Hubby.’’ Anastasya menangis dipelukan Al setelah puas menangis Anastasya mengangkat kepalanya dan melihat wajah tampan Al yang terdapat beberapa luka bahkan bibirnya berdarah. Anastasya berlari mencari kotak P3K lalu dengan pelan mengobati luka Al.
‘’Pelan-pelan bae, sakit.’’ Ucap Al begitu Anastasya mengoleskan obat pada luka di wajahnya.
‘’Tahan bentar, sakitnya nggak lama dari pada infeksi.’’ Anastasya menepis tangan Al yang menghalau pandangannya.
‘’Tapi pelan-pelan bae ini sakit beneran, sumpah...’’
Sambil mengobati luka Al Anastasya bertanya kenapa Al bisa kembali lagi kerumah dan ternyata tadi saat dalam perjalanan seorang ART menelpon Al memberitahu seorang pria datang kerumah mereka dengan marah-marah dan para ART takut jika terjadi sesuatu pada Anastasya.
makanya Al memutar balik arah mobilnya dan menelpon asdosnya untuk memberitahu bahwa ia tak jadi masuk karena sedang memiliki urusan mendesak dan untunglah Al datang diwaktu yang tepat.
‘’Makasih hubby.’’ Anastasya memeluk Al dalam hati ia sangat bersyukur karena tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengannya kalau saja Al tak datang tepat waktu.
‘’Nggak perlu berterimakasih karena memang kewajibanku untuk menjagamu.’’ beberapa kali Al mencium puncuk kepala Anastasya.
__ADS_1
‘’Baby main yuk.’’ Ucap Al tiba-tiba membuat Anastasya mencebik kesal. Pikiran suaminya itu selalu saja mesum.
‘’Merusak suasana saja.’’ Anastasya mencubit perut Al karena kesal sedang Al hanya terkekeh
‘’Mau gimana lagi bae, Arnold selalu on saat berdekatan denganmu jadi bukan salahku dong tapi salahmu kenapa kau sangat menggoda baby.’’ Al mencium seluruh wajah Anastasya dengan gemas dan Anastasya hanya bisa membiarkannya.
‘’Baby kangen nggak?’’ Al menarik tangan Anastastya untuk menyentuh Arnold si pusaka kesayanganya.
‘’Ápaan sih.’’ Anastasya menarik tangannya dan bersiap meninggalkan tempat itu tapi..
‘’Hap… ketangkap.’’ Anastasya sudah dalam gendongan Al, Al menurunkannya saat mereka tiba di kamar mandi dan tanpa tahu malu Al melepaskan seluruh pakaiannya sampai badannya benar-benar polos tanpa sehelai benangpun.
‘’Baby lihat aku dong.’’ Pinta Al saat Anastasya menutup rapat kedua matanya.
‘’Bajunya dipakai dulu hubby.’’ Anastasya malu melihat Al tanpa menggunakan apapun sedang pria itu hanya terkekeh.
‘’Buka matanya bae untuk apa malu, kau kan sudah sering melihat tubuhku.’’ Anastasya masih tak bergeming ia sama sekali tak mau membuka matanya hingga dengan paksa Al menarik tangan Anastasya lagi untuk menyentuh kepala Arnold dan seketika mata Anastasya terbuka lebar saat tangannya sudah menggenggam erat benda kesayangan Al itu.
‘’Pijat bae.’’ Pinta Al dengan tatapan sayunya berharap istrinya akan menemaninya bermain walau hanya menggunakan tangan dan mulutnya dan mau tak mau Anastasya melakukan semua itu toh sebenarnya tidak ada ruginya jika membahagiakan suami.
Sungguh memuaskan Al sangat melelahkan bagi Anastasya tapi mau bagaimana lagi sebisa mungkin ia harus bisa memuaskan Al agar pria itu tidak sembarang jajan diluar nanti.
*****
Pagi ini seperti biasa Al dan Anastasya berangkat ke kampus bersama hanya saja Al tak mau lagi menurunkan Anastasya di persimpangan jalan dengan alasan Anastasya sedang hamil dan ia tak mau terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada sang istri.
Jadilah Al menurunkan Anastasya di parkiran kampus.
Walau sedikit kesal Anastasya tak bisa menolaknya karena tau bahwa suaminya itu sedang mengkhawatirkannya.
Jantung Anastasya dag dig dug saat melihat parkiran sedang lumayan ramai.
Anastasya tak mau turun dari mobil Al karena takut ketahuan dan memilih untuk menunggu sampai parkiran itu sunyi barulah ia berani keluar sedang Al sudah turun terlebih dulu karena harus menyiapkan sesuatu sebelum masuk kelas nanti.
__ADS_1
‘’Huumm.’’
Anastasya membuang nafas legah begitu sampai dikelasnya.
Melihat kanan kiri kelas yang sudah sangat penuh dengan banyak mahasiswa yang sedang berbincang satu dengan lain.
Anastasya pun menyandarkan kepalanya di kursi lalu menatap ke atas sambil sesekali mengelus perutnya.
Untung saja setelah menikah mual di pagi hari tak pernah ia rasakan lagi dan semua itu tak luput dari kehadiran Al disampingnya.
‘’Hwa.’’
Andrea mengagetkan Anastasya dengan wajahnya yang sudah berada di atas wajah Anastasya.
‘’Rese banget sih lo.’’ Anastasya menyingkirkan wajah Andrea lalu membenarkan posisi duduknya dan sedikit memutar badannya menghadap ke tempat duduk Andrea yang berada tepat di samping kirinya.
‘’Bawa cemilan nggak? Gw laper.’’ Tanya Anastasya dan tanpa menjawab Andrea mengeluarkan 5 buah roti dan satu kotak susu coklat berukuran 450 ml dari dalam tasnya dan diberikan pada Anastasya.
Mungkin memang sudah rejeki Anastasya, tiba-tiba tadi Andrea berkeinginan untuk mampir di salah satu minimarket tak jauh dari kampusnya untuk membeli sesuatu dan Andrea yang biasanya tak suka jajan entah kenapa mengambil roti dan susu untuk dibayarnya.
Ting
Bunyi chat dari ponsel Anastasya.
[Baby nanti mau makan siang apa? Biar aku pesanin dan nanti keruanganku yah buat makan siang bareng]~My hubby
Tak langsung membalas Anastasya hanya meletakan ponselnya dimeja dan kembali melanjutkan makannya.
‘’Siapa?’’ Tanya Andrea penasaran
‘’Pak Al nanya gw mau makan apa dan minta gw makan siang bareng sama dia, gw heran belakangan ini dia tuh jadi manja dan nggak mau jauh-jauh dari gw.’’
Bersambung.....
__ADS_1
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
Jangan lupa like dan komennya.....