Love By Mistake

Love By Mistake
Bakso bakar


__ADS_3

Al mengambil tangan Anastasya yang diletakan di pahanya kemudian menggenggam erat tangan itu.


Tersenyum dalam hati dengan tindakannya itu walau Anastasya berontak berusaha melepaskan tautan tangan mereka.


‘’Mbak Sya ada telpon dari den Ardy.’’ Ucap salah satu ART menghentikan pertikaian tangan Anastasya dan Al dibawah meja.


‘’Ardy nelpon ketelpon rumah bik?’’


‘’Iya non, katanya dari tadi ngubungin ponsel non Sya tapi nggak diangkat.’’


Anastasya berdiri dari duduknya melangkah ke ruang tamu dimana telpon rumah diletakan.


‘’Hallo Dy, kenapa?’’


‘’Gw mau ngasih tau mungkin bentar lagi bakalan ada gojek yang nganterin makanan ke rumah lo, tadi pas pulang kantor gw sengaja mampir ke tempat bakso bakar kesukaan kita, tapi karena malas nganter jadi gw gojekin aja kerumah lo sama Rea.


‘’Beneran? Aahhh lo memang yang terbaik.’’ Teriak Anastasya kegirangan.


‘’Hhmm kalo gini aja baru muji gw.’’


‘’Kalo mau terus dipuji lo harus sering-sering traktir gw ama Rea, Dy.’’


‘’Dasar.. Yaudah ah, gw cuma mau ngasih tahu itu.’’ Ardy menutup telepon.


Dengan hati senang riang gembira Anastasya kembali ke meja makan.


‘’Ardy ngomong apa sayang?’’ Tanya mama.


‘’Ardy cuma ngasih tau kalo dia ngirimin bakso bakar ma, mungkin dikit lagi nyampe.’’


‘’Ardy siapa? Teman kamu itu ya?’’ Al menatap tak suka pada Anastasya. Anastasya tak menjawabnya dan hanya mengangguk.


Melihat ekspresi Al, mama berbisik pada papa. ‘’Sepertinya putri kita akan merasakan apa yang dulu mama rasakan di awal-awal pernikahan kita pa.’’


‘’Memangnya apa?’’


‘’Mama lihat-lihat sepertinya Al akan seperti papa deh, posesif pada pasangannya. Mama kasihan deh sama anak kita kalau harus melalui hal itu juga’’


Mendengar itu papa melirik tajam pada mama. ‘’Oh jadi kamu menderita karena hal itu, kamu nggak suka gitu? Dengar ya ma, papa seperti itu karena papa sangat mencintai mama.’’ Ucap papa marah.


‘’Iya deh, mama minta maaf salah ngomong. Tapi kan tadi mama bilang diawal pernikahan kita pa, kalau sekarang mama udah nggak keberatan dengan semua itu, udah terbiasa.’’


‘’Mama, papa kenapa sih bisik-bisik gitu?’’ Tanya Anastasya.

__ADS_1


‘’Nggak kok sayang, papamu hanya menanyakan sesuatu pada mama.’’ Ucap mama beralasan.


‘’Mbak Sya, tadi ada gojek nganterin ini. Katanya kiriman dari den Ardy.’’ Seorang ART berjalan mendekat sambil membawa satu paperbag.


‘’Bawa kesini bik.’’


‘’Mhua.. aromanya sangat menggugah selera.’’ Anastasya menghirup aroma bakso bakar itu sambil mengibas-ngibas tangannya di udara menuntun aroma itu agar masuk kehidungnya.


‘’Mau nggak ma, pa.’’ Tawar Anastasya pada kedua orang tuanya tanpa menawarkan Al yang duduk disampingnya.


‘’Nggak sayang kamu makan aja papa masih ada kerjaan, om tinggal dulu ya Al.’’ Papa berdiri melangkah menuju ruang kerjanya.


‘’Mama juga mau nonton dulu, ini sudah jam tayangnya sinetron kesukaan mama.’’


Anastasya hanya mengangguk, kemudian memakan bakso bakar itu tanpa memperdulikan kehadiran Al.


‘’Biasa aja kali makannya.’’ Sindir Al.


‘’Sirik aja.’’ Anastasya sedikit menengok pada Al kemudian mengambil satu tusuk bakso bakar.


‘’Aaaa.....buka mulutnya.’’ Anastasya membuka mulutnya lebar seperti seorang yang tengah mengajari anak kecil makan.


Al menurut, Anastasya pun langsung memasukan bakso bakar itu dalam mulut Al.


‘’Enak kan?’ tanya Anastasya dan dibales anggukan kepala oleh Al.


Al yang tidak tau tentang ucapan viral itu bertanya pada Anastasya. ‘’Memangnya kamu ingin ke Cappadocia? Kalau kamu ingin kita bisa kesana kapanpun kamu mau.’’


‘’Pak Al nggak tau ya tentang kalimat it’s my dream yang aku ucapkan tadi?’’ tanya Anastasya.


‘’Aku nggak ngerti maksud kamu Sya.’’


‘’Ih pak Al nggak gaul deh, kemana aja pak, makanya jangan belajar sama baca buku mulu.’’ Anastasya memutar kepalanya menghadap kotak bakso bakar lagi.


‘’Memangnya apa salahnya dengan belajar dan membaca buku Sya? Itu bisa menambah wawasan kita dan pastinya akan sangat.’’ Ucapan Al terputus, Anastasya menutup mulut Al karena tak ingin mendengar ceramah dari dosen itu.


‘’Yaudah-yaudah terserah pak Al itu kan hobby pak Al jadi saya nggak mau ikut campur, dan sekarang saya ingin bertanya kapan bapak mau pulang ini sudah hampir jam sembilan dan saya harus istirahat.’’


‘’Pulangnya bentar lagi ya.. Ini kan malam minggu Sya.’’


‘’Nggak ada malam mingguan pak, itu hanya untuk orang yang sedang berpacaran.’’ Anastasya berdiri dari kursinya tapi tangannya dicekal Al.


‘’Yaudah aku pulang sekarang tapi anterin sampai tempat parkir mobilku ya...’’

__ADS_1


Anastasya mengiyakan, baginya yang penting saat ini Al keluar dari rumahnya.


‘’Yaudah pulang sana.’’ Ucap Anastasya setengah mengusir saat Al sudah masuk di mobilnya.


‘’Sini bentar deh Sya.’’ Al memanggil Anastasya untuk lebih dekat padanya dan…


Cup


Al menarik tengkuk Anastasya dan mencium bibir wanita itu dengan rakus, Al terus menghisap dan melu mat bibir ranum itu. ‘’Night kiss baby.’’ Ucapnya sambil membersihkan sisa saliva yang tertinggal di bibir Anastasya.


‘’Pak Al itu dosen tapi kok mesum banget sih, nggak malu apa kalau kelakuan jelek pak Al ini ketahuan mahasiswa lain?’’


‘’Aku mesumnya cuma sama kamu baby.’’ Al mengedipkan satu matanya.


‘’Hedeh.’’ Anastasya memutar bola matanya dan meninggalkan Al yang masih setia ditempat itu. Al menyalakan mobilnya saat memastikan Anastasya benar-benar masuk kedalam rumahnya.


*****


Pagi ini terasa sangat dingin membuat wanita cantik sedikit menggigil di bawah selimut tebalnya. Bahkan menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.


‘’Sya.. Sayang bangun.’’ Mama menarik selimut dan sedikit menggoyang lengan Anastasya.


Anastasya melakukan peregangan masih dengan mata tertutup kemudian menarik kembali selimutnya berniat untuk melanjutkan tidurnya.


‘’Sya bangun dong sayang udah pagi.’’


‘’Ma ini masih sangat pagi dan ini juga hari minggu jadi biarkan Sya tidur lagi.’’ Rengeknya tanpa berniat membuka matanya.


‘’Sayang tapi dibawah udah ada Al loh, katanya mau jemput kamu.’’


Anastasya mengibas selimutnya dan duduk menghadap mamanya. ‘’Maksud mama dosen gila itu datang kesini lagi?’’


Mama menyentil kening Anastasya membuatnya sedikit meringis kesakitan.


‘’Jangan ngomong sembarang dia itu calon suami kamu sayang, cepat mandi kami tunggu di meja makan.’’ Mama melangkah keluar dari kamar tanpa menghiraukan Anastasya yang berteriak memanggil namanya.


‘’cih …semua orang seenaknya saja, calon suami? Mereka bahkan tidak menanyakan pendapatku. Dan mau apalagi alien itu kesini? Nggak peka banget sih udah tau gw nolak masih aja kesini lagi.’’ Anastasya menarik kembali selimutnya tanpa berniat menuruti perintah mamanya tadi.


30 menit kemudian tidurnya mulai terganggu..


Bersambung.....


Ayo kira-kira apa yang mengganggu tidur Anastasya?

__ADS_1


Berikan kritik dan saran ya agar otor bisa membuat novel dengan lebih baik lagi


Jangan lupa like dan komennya....


__ADS_2