
‘’Tau nggak cinta yang lo berikan itu cacat, gw nggak memerlukannya karena sekarang gw memiliki cinta yang sempurna.’’
Raka yang tak suka mendengar ucapan Anastasya dengan cepat mendorong tubuh Anastasya, untung saja Andrea sudah lebih dulu menopang tubuh Anastasya hingga wanita itu tak jatuh sama sekali, Andrea berjalan mendekat pada Raka dan….
PLAK
‘’Jangan pernah muncul didepan Sya lagi atau gw akan bikin lo nyesal seumur hidup, lagian mimpi apa sih Sya dulu sampe bisa suka sama pria brengsek seperti lo ini.’’
‘’Lo berani nampar gw?’’ Raka berniat menampar balik Andrea tapi kedua temannya sudah lebih dulu menahan Raka dan menariknya keluar dari restoran itu
pertengkaran mereka sudah menjadi tontonan oleh para pengunjung bahkan ada beberapa orang yang memvideo.
Setelah kepergian Raka, Anastasya dan Andrea kembali ke meja mereka untuk sedikit menjernihkan pikiran dan mengembalikan suasana hati.
‘’Aduh nyesal banget gw pernah nangis gara-gara Raka.’’ Ucap Anastasya dengan tawanya dan punggungnya yang bergidik ngeri sedang Andrea yang mendengarnya pun langsung ikut tertawa.
‘’Baru sadar lo?’’ Tanya Andrea, Anastasya menganggukan kepala lalu keduanya tertawa lagi.
Kira-kira hampir enam jam Andrea dan Anastasya berbelanja tapi kedua wanita itu hanya membawa tiga paper bag di tangan mereka masing-masing.
‘’Gw duluan ya Rea.’’ Anastasya mencium pipi Andrea sebelum masuk ke mobil Al, sebelum meninggalkan tempat itu tak lupa ia melambaikan tangannya pada Andrea.
‘’Kamu enam jam cuma beli itu doang bae?’’ Tanya Al melirik sekilas pada tiga paper bag yang sudah duduk manis di kursi penumpang.
Sepanjang perjalan pulang tak ada percakapan apapun yang terjadi, Anastasya sudah tertidur pulas sambil menyandarkan kepalanya di kaca jendela mobil.
Sedang Al sesekali mengelus perut Anastasya dan beberapa kali mengucapkan kata i love you, tak peduli jika Anastasya mendengarnya atau tidak yang jelas ia hanya sedang ingin mengucapkan kata itu sekarang.
Al membaringkan Anastasya di ranjang
Ting, ting, ting, ting, ting, ting, ting.
Bunyi notifikasi chat terus masuk ke ponsel Anastasya, dengan cepat Al mengambil dan membawa semua chat yang dikirimkan.
__ADS_1
Al tersenyum membaca beberapa chat yang dikirimkan oleh kedua sahabat Anastasya, Al menggeleng kepala saat membaca chat dari Andrea yang melapor tentang Ardy yang masih di Surabaya dan tak mau mencarikan barang pesanannya.
*****
Hari reuni pun tiba, Andrea sudah berada didepan rumah Al dan Anastasya untuk menjemput Anastasya karena Al tak bisa mengantarnya maka Al meminta Andrea untuk menjemput Anastasya sedang Ardy juga masih dalam perjalanan dari bandara dan akan langsung menuju tempat reuni.
Reuni itu dilaksanakan disalah satu restoran yang berkonsep indoor karena memang sebelum menentukan tempat, panitia pelaksana sudah lebih dulu meminta pendapat tentang tempatnya, begitu banyak yang mengatakan ingin kegiatan itu dilaksanakan di area indoor.
‘’Cantik banget sih, tumben berdua aja bodigardnya mana? Nggak ikut?’’ Tanya satu teman SMA mereka saat tak melihat Ardy datang bersama Anastasya dan Andrea.
‘’Lagi dijalan mungkin bentar lagi nyampe.’’ Jawab Andrea lalu keduanya duduk dikursi yang masih kosong.
Beberapa pria memandang kagum pada kedua wanita itu bahkan ada yang diam-diam berharap menjadi pacar dari Anastasya dan Andrea.
Menit berganti menit, restoran itu sudah hampir terisi penuh dan Ardy juga sudah datang hampir 15 menit yang lalu.
Reuni itu berjalan dengan lancar, mereka terus bercanda, bertanya kabar satu sama lain dan menanyakan berbagai kegiatan yang sedang mereka ikuti atau kerjakan.
‘’Apa-apaan ini?’’ Ucap Ardy marah saat menghentikan mobil dengan mendadak karena dua mobil yang tiba-tiba berhenti di depan mobil mereka dan menghalangi jalan.
‘’Oh s**t.’’ Maki Ardy saat melihat 4 orang bertubuh kekar keluar dari mobil itu dan berjalan menghampiri mobil mereka.
Sejenak Ardy melihat Andrea yang duduk disampingnya lalu keduanya melihat kebelakang pada Anastasya yang sedang tertidur lelap.
‘Keluar.’’ satu orang mengetuk pintu mobil bahkan dengan sangat keras.
‘’Rea lo telepon polisi sekarang.’’ suruh Ardy lalu kemudian berusaha menghidupkan kembali mobil itu, berputar arah dan meninggalkan jalan itu sedang keempat orang tadi langsung berlari ke mobil mereka lagi dan kembali mengejar mobil yang dikendarai Ardy.
tak sampai 10 menit mengejar satu orang sudah berhasil memecahkan kaca mobil yang dikendarai Ardy dan satu mobil lagi sudah mendahului dan tiba-tiba berhenti didepan mobil Ardy.
‘’Buka pintunya.’’ Dari kaca jendela mobil yang pecah satu premen itu berhasil menarik badan Andrea membuat Andrea meringis kesakitan karena lehernya sedikit mengenai pecahan kaca jendela mobil.
__ADS_1
‘’Brengsek lo.’’ Ardy turun dari mobil dan menghadiahi preman itu dengan satu bogem mentah.
Ardy terus memukulnya sampai tak lama datang ketiga temannya dan dalam seketika Ardy terkapar tak berdaya sedang Andrea langsung membangunkan Anastasya lalu keduanya keluar dari mobil saat melihat Ardy sudah terbaring lemah.
‘’Apa yang kalian lakukan padanya?’’ Bentak Anastasya mendorong satu orang yang menghalangi jalannya lalu buru-buru Anastasya menghampiri Ardy, duduk di jalan dan membawa kepala Ardy dalam pangkuannya.
Anastasya dan Andrea menangis tersedu-sedu melihat keadaan Ardy yang sudah memar hampir diseluruh wajahnya.
‘’Hiks..hiks..hiks.’’ bangun Dy.’’ Anastasya menangis setengah berteriak lalu tak lama ia menatap tajam pada keempat pria itu.
Anastasya memindahkan kepala Ardy ke pangkuan Andrea lalu berdiri menghampiri keempat pria yang sedang berdiri sambil melihat mereka dan PLAK.
Dengan wajah marahnya Anastasya menunjuk pria dengan tubuh paling besar yang dianggapnya sebagai pemimpin.
‘’Kau, apa yang kau lakukan pada sahabatku?’’ Tanyanya dengan berteriak lalu dengan lututnya Anastasya menendang aset berharga pria itu hingga membuatnya meringis kesakitan sedang tiga orang lainnya berniat menghampiri Anastasya dan memberinya pelajaran tapi langkah mereka terhenti saat Anastasya mengangkat satu tangannya ke arah mereka menyuruh mereka untuk berhenti.
‘’Apa yang akan kalian lakukan? Apa kalian tak punya hati? Kalian tak melihat bahwa aku sedang hamil?.’’
Cerocos Anastasya sedang ketiga pria itu hanya melempar pandang satu sama lain.
‘’Apa kalian membutuhkan uang?’’ Tanya Anastasya dan keempat orang itu refleks mengangguk.’’
Anastasya pun tersenyum licik sambil berjalan lebih dekat pada mereka.
‘’Aku akan memberi kalian 1 M tapi setelahnya aku akan memukul kalian seperti apa yang kalian lakukan pada sahabatku.’’
Anastasya mencari sesuatu di sekitarnya lalu tersenyum mendekat dan mengambil satu balok yang berada di samping jalan itu lalu kembali lagi dan tanpa mendengar jawaban keempat orang itu Anastasya sudah mulai memukul mereka dengan balok itu hingga keempatnya babak belur.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
Jangan lupa like dan komennya.....
__ADS_1