Love By Mistake

Love By Mistake
Lagi-lagi Raka


__ADS_3

‘’Lipstiknya nggak jadi diganti bae?’’ Tanya Al menyusul Anastasya.


‘’Nggak aku males kamu nyebelin.’’


‘’Loh kok__’’ Ucapan Al terputus karena Anastasya mendorongnya keluar dari ruang ganti


‘’Kok aku diusir bae.’’


‘’Siapa yang ngusir orang aku mau ganti baju.’’


Al yang sadar kalau Anastasya sedang ngambek akhirnya memilih menjauh dari ruangan ganti dan memutuskan untuk menunggu Anastasya diruang tamu sambil memeriksa beberapa email yang masuk.


*****


‘’Tiga jam lagi aku jemput ya.’’ Ucap Al saat Anastasya hendak turun dari mobilnya dan hal itu tentu saja membuat Anastasya melotot kesal padanya.


‘’Nanti aku telepon kalau udah kelar dan kamu jangan berani-berani jemput aku sebelum aku minta dijemput.’’ Ancam Anastasya membuat Al terkekeh pasalnya wajah Anastasya terlihat begitu menggemaskan dimatanya.


‘’Ngapain ketawa sih?’’ Anastasya hendak turun tapi Al menahannya.


‘’Ada yang kelupaan bae.’’ Ucap Al lalu dengan segera Anastasya mencium bibir Al tak hanya sekilas, Anastasya bahkan memasukan lidahnya kedalam mulut Al.


‘’Makasih udah nganterin aku hubby.’’ Ucapnya lalu keluar dari mobil.


‘’Istriku makin agresif aja.’’ Al tersenyum senang, ia melihat Anastasya sampai masuk kedalam mall lalu meninggalkan tempat itu.


Dengan pelan sambil sesekali mengelus perutnya Anastasya melangkah masuk ke dalam mall menuju salah satu restoran dimana Andrea sudah menunggunya.


Matanya beberapa kali menangkap beberapa barang yang dia sukai hanya saja belum bisa masuk ke toko-toko itu karena tak ingin Andrea menunggu lebih lama.


‘’Sya.’’ Teriak Andrea saat melihat Anastasya memasuki restoran.


‘’Sya gw gemes banget deh lihat perut lo.’’ berbeda dengan saat di kampus kali ini perut buncit Anastasya terlihat dengan jelas karena ia menggunakan pakaian yang sedikit press di tubuhnya sedangkan di kampus ia selalu mengenakan pakaian longgar.


Anastasya mengelus perutnya diikuti oleh Rea yang juga mengelus perut Anastasya.


‘’Keponakan gw sehat kan Sya?’’

__ADS_1


‘’Iya sehat, dan lo tau jenis kelaminnya laki-laki.’’


‘’Oh Astaga calon penerus bapaknya, gw yakin banget nih akan jadi pria rebutan nanti kalo udah besar.’’


‘’Jadi rebutan mah nggak pa-pa Rea asal nggak jadi playboy aja.’’ Ucap Anastasya lalu keduanya kompak tertawa.


‘’Lihat lo gw jadi pengen nikah muda juga Sya, kayaknya lo bahagia banget sama pernikahan lo.’’


‘’Jangan buru-buru Rea, lo harus nyari yang benar-benar bisa bikin lo bahagia biar nggak nyesel nantinya. Gw mah beruntung aja dapat pak Al sebagai suami gw kalau suami gw bukan dia belum tentu gw bisa sebahagia sekarang.’’


Sedang asyik-asyiknya mengobrol tiba-tiba datang seorang wanita menghampiri Anastasya.


‘’Kak Sya disini juga? Kak Al-nya mana?’’ Tanya Eva sambil celingak celinguk mencari Al di restoran itu.


‘’Al-nya nggak ada cuma nganterin tadi.’’ Jawab Anastasya santai tanpa curiga sedikitpun pada Eva yang bertanya tentang Al.


‘’Oh nggak ada toh, kirain aku kak Al-nya juga ada, yaudah deh aku tinggal dulu.’’ Ucapnya dan segera meninggalkan Anastasya dan Andrea yang heran dengan tingkahnya.


‘’Sepupu lo ngapain nanyain pak Al Sya?’’ Andrea sedikit curiga tapi Anastasya hanya meresponnya santai dan acuh dengan mengangkat kedua pundaknya.


Anastasya yakin Eva tidak mungkin menyukai Al karena pada dasarnya Al adalah suaminya dan Eva adalah sepupunya.


‘’Kalaupun dia nggak bisa gw yakin lo punya cara biar dia bisa datang ke acara itu.’’ Andrea tertawa sedang Anastasya hanya mencibik kesal.


Anastasya dan Andrea terus berbincang sampai mata Andrea tak sengaja menangkap Raka dan dua temannya memasuki restoran tempat mereka berada.


awalnya Andrea berniat memberi tahu pada Anastasya tapi diurungkannya toh Raka sudah tak berarti lagi untuk Anastasya jadi menurut Andrea sudah pasti kehadiran Raka tak akan mempengaruhi Anastasya.


Sedang asyik mengobrol Anastasya tak sengaja mendengar seseorang menyebut namanya awalnya ia merasa mungkin itu bukan dirinya melainkan orang yang memiliki nama yang sama dengannya secara di dunia ini yang bernama Anastasya pasti sangatlah banyak jumlahnya.


Beberapa kali Anastasya mendengar tapi kenapa suaranya nggak asing ya? Anastasya memutar kepalanya berniat melirik si pemilik suara.


‘’Raka? Jadi dari tadi mereka sedang membicarakan gw?’’


Dengan marah Anastasya berdiri menghampiri meja Raka yang tepat berada dibelakang mejanya dan Andrea.


Andrea yang berusaha menahan pun tak didengarkan oleh Anastasya.

__ADS_1


Dengan kedua tangan yang terkepal Anastasya menghampiri Raka lalu berdiri tepat disamping pria itu, melihat tak suka pada Raka.


Melihat kedatangan Anastasya kedua teman Raka terdiam seketika sedang Raka masih terus berbicara karena tak menyadari kehadiran Anastasya yang sudah berdiri tepat disampingnya.


Kedua temannya terus memberi kode agar Raka berhenti berbicara tapi Raka tak menangkap  kode itu sama sekali dan tetap berbicara.


‘’Khem.’’ Anastasta mencondongkan badannya, berdehem dengan mulut yang tepat berada disamping telinga Raka.


Raka yang mendengarnya kaget seketika, berniat berdiri tapi Anastasya sudah lebih dulu mendorong kasar tubuh Raka hingga terduduk kembali.


‘’Aku mau nanya kenapa kamu bercerita seakan-akan aku yang mengkhianati hubungan kita dan akulah yang meninggalkanmu?’’ Tanya Anastasya dengan nada tak sukanya.


‘’’Terus apa yang harus aku katakan, memang kan seperti itu adanya, kamu meninggalkanku dan memilih menikah dengan pria lain bahkan pria itu ternyata adalah anak dari atasan aku sendiri.’’


Raka berbicara dengan nada meremehkan seolah dialah yang benar karena Raka menyakini bahwa Anastasya juga menduakannya.


Anastasya tertawa sarkas mendengar perkataan itu lalu menatap dua teman Raka yang memang juga dikenal oleh Anastasya karena dulu sewaktu ia masih bersama Raka kedua pria itu sering nongkrong bersama mereka.


‘’Jadi kalian percaya sama apa yang diucapkan oleh pria brengsek ini?’’


Tanya Anastasya sedang kedua pria itu sama sekali tak menjawab lalu tak lama Anastasya tersenyum dan menatap Raka lagi.


‘’Lihat Raka teman dekatmu saja bahkan tak percaya bahwa aku berselingkuh darimu, dengar Raka jangan pernah lagi kau memutar balikan fakta seperti ini.’’


Raka sama sekali tak mempedulikan ucapan Anastasya karena matanya fokus pada perut buncit Anastasya, tanpa sadar Raka berdiri dari duduknya berniat menarik Anastasya keluar dari restoran itu tapi dengan sigap Andrea menahan satu tangan Anastasya.


‘’Lo mau bawa dia kemana?’’ Tanya Andrea dengan nada sedikit keras.


‘’Bukan urusan lo.’’ Raka mendorong tubuh Andrea membuat pegangan tangan Andrea pada Anastasya terlepas seketika.


‘’Lo apa-apan sih?’’ Anastasya menginjak kaki Raka karena tak terima dengan perlakuan Raka yang kasar pada Andrea.


‘’Ingat Sya, aku sama sekali tak akan membiarkanmu dimiliki orang lain, aku tak peduli bahkan jika kau sedang hamil sekalipun, kau tau Sya didunia ini tak ada pria yang akan mencintaimu seperti aku mencintaimu.’’


Raka memegang kedua pundak Anastasya sedang Anastasya yang mendengar ucapan itu hanya tertawa.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2