Love By Mistake

Love By Mistake
Ditinggal nikah


__ADS_3

Andrea pulang hampir jam 7 malam dengan cepat Andrea berjalan untuk menyalakan lampu apartemen setelah semua lampu menyala barulah ia bisa bernafas dengan baik, sebenarnya Andrea sangat takut  gelap dan wanita itu juga sama sekali tak suka sendirian.


Dengan lemas Andrea berjalan ke kamar, membersihkan dirinya setelahnya mengambil ponselnya untuk menelpon sang mama agar dirinya tak merasa sendiri.


Bahkan Andrea meminta mamanya untuk tak mematikan teleponnya sampai ia tertidur.


Ardy pulang hampir jam 10 malam, bahkan tak membersihkan diri dan langsung membaringkan dirinya diatas sofa dan dalam hitungan menit Ardy sudah tertidur pulas.


Ardy sengaja tidur di sofa karena tau Andrea pasti akan mengomel padanya jika berani tidur seranjang tanpa membersihkan diri terlebih dulu.


Paginya Ardy bangun lebih dulu, cepat-cepat mandi, pria itu berangkat ke kantor tanpa membangunkan Andrea.


Andrea bangun sejam setelah Ardy pergi, memutar matanya keseluruh penjuru kamar tapi sama sekali tak mendapatkan Ardy dikamar itu.


perlahan Andrea turun dari ranjang menuju kearah balkon tapi Ardy juga tak ada disana.


Andrea keluar dari kamar dan mencari Ardy didapur tapi hasilnya masih sama.


Andrea beberapa kali berteriak tapi sama sekali tak ada suara sahutan dari Ardy.


Duduk di sofa ruang tamu dengan lemas sungguh perasaannya sedang tidak baik-baik saja.


semenjak menikah, Andrea selalu merasa seperti wanita yang tak diinginkan, perlahan air mata Andrea jatuh membasahi pipinya.


Ia terus terisak hingga suara ponsel mengagetkannya.


Andrea melirik ponselnya sekilas melihat Anastasya sedang menelponnya, menarik nafasnya terlebih dulu, menghapus sisa air mata di pipinya lalu merapikan rambutnya setelahnya baru Andrea mengangkat panggilan video dari Anastasya.


‘’Lagi ngapain lo?’’ Tanya Anastasya sambil tersenyum riang


‘’Nggak ngapa-ngapain Sya, baru bangun gw.’’ Andrea membaringkan tubuhnya di sofa dengan kepala yang diletakan di tangan sofa.


‘’Lo hari ini nggak ada kuliah kan? Ada janji nggak kalau nggak ada mending lo kesini aja, daripada lo sendirian di apartemen.’’


‘’Tanpa disuru juga gw bakalan kesana Sya.’’ Andrea cengengesan, mereka mengobrol hampir sejam kemudian Andrea menutup ponselnya karena sudah merasa lapar.

__ADS_1


setelah sarapan Andrea membersihkan diri lalu langsung meluncur ke rumah Anastasya.


Sebelumnya Andrea mampir ke toko kue yang berada di depan apartemen Ardy dan membelikan beberapa kue untuk Anastasya.


*****


Andrea berada di rumah Anastasya sampai jam 5 sore, pamit pulang saat Al pulang karena tak ingin mengganggu waktu Al dan Anastasya.


Tak langsung pulang karena yakin Ardy pasti belum kembali ke apartemen, ia memasuki satu cafe yang berada tak jauh dari apartemen untuk sekedar menghabiskan waktu.


‘’Rea.’’ Seorang pria memanggilnya saat wanita itu memasuki cafe, Andrea yang merasa dipanggil pun mencoba melihat ke sumber suara lalu tersenyum.


tak lama pria itu sudah berdiri tegap tepat didepannya.


‘’Lo kemana aja sih? Kenapa beberapa hari ini nggak bisa dihubungi?’’


Tanya Samuel pada Andrea, wanita itu tak menjawab apapun dan malah mengajak Samuel mencari meja kosong.


mereka memesan makan terlebih dulu karena Andrea mengatakan bahwa dirinya begitu lapar.


Sambil menunggu makan, Andrea terus menatap Samuel.


‘’Sam maaf ya tapi sepertinya kita nggak bisa.’’ Ucap Andrea membuat Sam kaget, dengan cepat Sam mengambil dua tangan Andrea lalu menggenggamnya dengan erat.


‘’Salah gw apa Re?’’ Tanya Sam dengan lembut, Andrea menggeleng pelan


‘’Lo nggak salah Sam tapi keadaan kita yang nggak memungkinkan untuk bersama, gw minta maaf kalau apa yang akan gw sampaikan membuat lo kecewa, tapi gw tetap harus jujur sama lo karena gw nggak mau lo terus berharap tentang sesuatu yang nggak mungkin.’’


‘’Lo katakan apa yang terjadi dan biarlah gw putuskan sendiri apa harus melanjutkan hubungan kita atau nggak.’’ kekeh Samuel.


‘’Gw udah nikah Sam.’’ Ucap Andrea sambil menutup matanya


‘’Apa-apan si Re jangan bercanda gini dong.’’ Ucap Samuel sambil tertawa kecil.


Andrea menggeleng kepalanya, melihat Samuel dengan tatapan seriusnya membuat Samuel menghentikan tawanya, menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Andrea.

__ADS_1


‘’Lo bercanda kan Re, tolong bilang ke gw kalau lo lagi bercanda sekarang.’’


Samuel menggenggam tangan Andrea dengan lebih erat, Andrea terus menggeleng padanya.


Perasaan Samuel begitu kacau, ia melepaskan tangan Andrea lalu menopang satu tangannya diatas meja untuk menyanggah kepalanya.


satu tangannya beberapa kali memukul meja bahkan terlihat air mata mulai menetes di pipinya.


tak lama Samuel menatap Andrea lagi ‘’Tapi lo pacar gw Re, gimana bisa lo nikah sama orang lain.’’


Ucap Samuel masih terisak, sekarang ia sudah memeluk erat tubuh Andrea, Andrea dapat merasakan tubuh Samuel yang bergetar saat memeluknya.


‘’Maaf Sam, ini juga bukan keinginan gw, maaf jika gw harus menyakiti lo seperti ini.’’ Ucap Andrea yang juga terisak.


Mendengar itu Sam melepaskan pelukannya, memegang kedua pundak Andrea lalu menatap wajah Andrea.


‘’Tapi kenapa lo nikah sama orang lain Rea? Harusnya lo bilang ke gw kalau lo udah pengen nikah dan gw pasti akan nikahin lo.’’


‘’Maaf Sam tapi gw nggak mungkin nuntut lo buat nikahin gw saat keadaan gw udah nggak sempurna lagi.’’


Samuel mengangkat satu alisnya tak mengerti dengan ucapan Andrea.


menangkup wajah Andrea dan menyuruh wanita itu untuk menceritakan apa yang terjadi padanya, tanpa keberatan Andrea menceritakan semuanya.


‘’Brengsek.’’ Samuel menggebrak meja saat mendengar apa yang dikatakan Andrea.


pria itu terlihat sangat marah bahkan mengepalkan kedua tangannya dengan wajah yang begitu merah dan mata yang terlihat menyimpan kebencian.


‘’Tapi lo udah baik-baik aja kan sekarang?’’ Tanya Samuel yang dibalas anggukan kepala oleh Andrea, pria itu tersenyum kecil lalu membawa Andrea kedalam pelukannya.


‘’Gw sayang sama lo Re, sayang banget, kalau pun waktu itu lo nyari gw buat nikahin lo, gw pasti akan langsung nikahin lo tanpa berpikir tapi, mungkin Tuhan punya rencana lain buat kita, tapi ingat Re gw akan selalu ada disamping lo jadi, kapan pun lo butuh jangan sungkan untuk menghubungi dan satu lagi gw akan selalu pantau lo dan saat suami lo nyakitin lo maka gw nggak akan segan-segan buat rebut lo lagi dan bawa lo jauh dari sini.’’


lalu Samuel membersihkan wajah Andrea dari sisa-sisa air mata dan mengecup sekilas kening Andrea kemudian memeluk wanita itu lagi.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2