Love By Mistake

Love By Mistake
Karaokean (Triple A)


__ADS_3

‘’Yaudah… yaudah gimana kalau kita karaokean, buat ngehibur hati lo yang lagi panas seperti gunung yang mau meletus ini, nanti gw yang bayarin.’’ Ajak Ardy sambil merangkul pundak kedua sahabatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


‘’Lets go.’’ Teriak Anastasya dan Andrea kompak dan dengan kompak juga kedua wanita itu melingkarkan tangan di leher Ardy membuatnya tertunduk seketika.


Interaksi ketiga sahabat itu dilihat beberapa mahasiswa. Beberapa diantara mereka tersenyum dan beberapa juga melihat sinis.


Ketiga sahabat itu memang selalu rame kapanpun dan dimanapun mereka berada.


‘’Santai dong jangan posesif, pembagiannya rata kok, buat lo tiga hari.’’ Tunjuk Ardy pada Anastasya ‘’dan buat lo juga tiga hari.’’ tunjuknya lagi pada Andrea ‘’Untuk satu harinya lagi gw cari di luar, yang lebih hot dan aduhai..’’ Ucapnya terkekeh.


‘’Ngayal aja.’’ Anastasia dan Andrea kompak mendorong kecil kepala Ardy masing-masing di sisi kiri dan kanannya. Kemudian ketiga sahabat itu kompak tertawa.


Bahagia, itulah yang dirasakan ketiga sahabat itu saat sedang bersama, saling memiliki dan saling menyayangi sudah sangat cukup bagi mereka. Tak ingin memperbanyak teman cukup mereka bertiga saja dunia sudah sangat indah.


Hampir 20 menit berkendara, memecah padatnya jalan kota jakarta akhirnya mereka sampai di salah satu tempat karaoke yang cukup populer di kota ini. Ketiga sahabat itu berlari riang memasuki ruangan karaoke.


‘’Mau nyanyi lagu ap__’’ Ucapan Anastasya terputus, Andrea sudah lebih dulu memilih lagu.


‘’Ah gw suka lagu ini.’’


Tanpa ba bi bu ketiga sahabat itu sudah berdiri di posisi masing-masing dengan posisi Ardy berada ditengah.


Anastasya dan Andrea meletakan masing-masing satu tangan mereka di pundak Ardy kemudian dengan kompak mereka mulai menggoyangkan badannya mengikuti musik yang tengah bergema di ruang sedikit remang yang tak terlalu besar itu.


‘’Are you ready? Teriak Andrea dengan semangat empat lima. Goyangan mereka menjadi lebih heboh lagi.


Abang pilih yang mana perawan atau janda?


Perawan memang menawan janda lebih menggoda


Abang pilih yang mana perawan atau janda?


Perawan memang cantik janda lebih menarik


Kalau abang pilih perawan masih muda, masih segelan


Belum disentuh orang belum berpengalaman


Kalau abang pilih janda sudah pasti lebih dewasa


Sudah bermain cinta banyak pengalamannya

__ADS_1


Abang pilih yang mana perawan atau janda?


Perawan memang bohai janda lebih aduhai


Abang pilih yang mana perawan atau janda?


Perawan memang menawan janda lebih menggoda


Abang pilih yang mana perawan atau janda?


Perawan memang cantik janda lebih menarik.


Pada lagu pertama Ardy dijadikan sasaran dan tak diizinkan ikut menyanyi, alasannya lagu itu tak cocok dinyanyikan pria.


Sepanjang lagu, mereka melakukan beberapa adegan seperti drama pendek dimana Anastasya menjadi perawan dan Andrea sebagai janda serta Ardy merupakan pria yang tengah diperebutkan.


Ardy dibuat sedikit kelimpungan, badannya ditarik kekiri kekanan oleh dua wanita itu. Bahkan tak segan-segan kedua wanita itu menggoda beberapa bagian tubuhnya.


Di lagu kedelapan Anastasya dan Andrea sudah terkulai lemas, napas ngos ngosan, tenggorakan sakit.


Ya saja tadi kedua wanita itu menyanyi dengan setengah teriak, memutar-mutar kepala mereka ala gerakan trio macan, berlompat-lompat di lantai, diatas sofa sampai berguling-guling di lantai.


‘’Dy minum dong.’’ Pinta kedua wanita itu pada Ardy yang duduk di pojok sedikit jauh dari mereka.


‘’Lemas Dy nggak kuat.’’ Ucap Anastasya dengan mata setengah tertutup.


‘’Alasan bilang aja lo berdua mau ngerepotin gw lagi.’’


‘’Nggak repotin Dy tapi minta tolong, emang lo mau gw sama Sya mati disini karena kehausan?’’ Timpal Andrea dengan mata yang setengah tertutup juga.


‘’Jangan aneh-aneh deh, mana ada orang mati hanya karena nggak minum selama beberapa jam.’’ Ardy cuek menyandarkan kepalanya di punggung sofa.


‘’Dy.. Dy.. Dy.. Dy.. Dy.. Dy..Dy..’’ Kedua wanita itu terus memanggil nama Ardy membuat Ardy jengkel dan akhirnya menuruti kemauan mereka.


‘’Selalu aja gw yang kalah.’’ Ardy mendekat, mengambil minum, membuka minuman dan meminumkan minuman itu satu-satu pada mereka.


Perlakuan yang sangat lembut itu hanya dilakukan Ardy pada Anastasya dan Andrea sedang untuk wanita lain ia lebih sering memperlihatkan wajah datarnya.


‘’Dy pulang yuk..ngantuk’’ Ajak Andrea setengah menguap.


Ardy menunggu lima menit kedua wanita itu tak bergeming dari tempatnya.


‘’Cobaan apa lagi ini? Punya sahabat dua tapi bisanya ngerepotin aja.’’ Ardy sedikit keluar dari ruangan meminta seorang wanita menjaga Andrea, ia mengangkat dan membawa Anastasya terlebih dulu ke dalam mobil kemudian kembali lagi untuk membawa Andrea.

__ADS_1


‘’Apes..apes.. Nggak ada akhlak ya lo berdua, untung teman kalo nggak udah gw buang lo berdua.’’ Ardy menatap dua wanita yang sedang tertidur nyenyak dibangku penumpang mobilnya.


Hampir empat puluh tiga menit berkendara sampailah mereka di apartemen Ardy, ya Ardy membawa kedua wanita itu pulang ke apartemennya.


Rumah Anastasya dan Andrea yang berbeda arah membuatnya malas mengantar kedua wanita itu di rumah masing-masing.


‘’Sya, Rea, bangun dong kita udah nyampe.’’ Ardy menepuk pipi pelan untuk membangunkan. Namun, sama sekali tak ada pergerakan dari dua wanita itu.


‘’Oh Tuhan… kenapa kalian selalu merepotkan sih. Tau gini tadi gw jual aja lo berdua.’’ Protes Ardy, kemudian membawa Anastasya lebih dulu dalam gendongannya dan meletakan wanita itu dalam kamarnya setelahnya balik lagi untuk menjemput Andrea.


‘’Kalian beruntung punya sahabat kayak gw.’’ Ardy mengetuk kening kedua wanita itu sedikit keras, kemudian membuka sepatu dan jaket yang masih menempel ditubuh kedua wanita itu dan menyelimuti mereka, kemudian dia melangkah membersihkan diri dan setelahnya ikut tidur di sofa yang ada dalam kamarnya.


Pagi harinya Andrea bangun lebih dulu, setelahnya membangunkan Anastasya.


‘’Lapar Sya.’’ Ucap Andrea.


‘’Sama.’’


Kedua wanita itu bangun dari tidurnya, mendekat pada Ardy yang sepertinya masih asyik dengan mimpinya.


‘’Sayang ke kamarku yuk.’’ Ucap Ardy dengan mata terpejam.


Anastasya dan Andrea menggeleng, tau apa yang terjadi, sedetik kemudian tersenyum satu sama lain, mengangguk dan tersenyum lagi.


Andrea melangkah menuju kamar mandi sedang Anastasya menuju dapur, tak lama kembali dengan membawa sesuatu di tangan masing-masing.


‘’Siap?’’ Ucap mereka bersama dan mengangguk kompak.


Sedang Ardy masih asyik dengan mimpinya, dalam mimpi ia berada di kamarnya bersama seorang wanita cantik sedang berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.


Ardy mulai membuka kancing baju wanita itu dan sedikit menyentuh aset kembar yang masih tertutup pengaman kecil, sedikit menggila dan mendorong wanita itu jatuh diatas ranjang dan mulai menindihnya.


Bisa kita mulai sekarang? Tanya Ardy dan mendapatkan anggukan sebagai tanda persetujuan dari wanita cantik yang berada dibawah kungkungannya.


Dengan tidak sabar Ardy mencium bibir, mengecup dan mulai melu mat.


Ardy terus melu mat bibir manis itu dengan penuh semangat, beberapa menit rasa manis itu mulai tergantikan dengan rasa asin.


Tubuhnya juga terasa dingin bahkan pakaiannya sudah basah. Apa yang terjadi? Tanya Ardy dalam mimpinya.


Sedetik kemudian......


Bersambung.....

__ADS_1


Kira-kira apa yang terjadi ya?🤔


__ADS_2