
Bab ini mengandung adegan (21+) jadi untuk yang tak menyukainya bisa langsung dilewati saja😁
Happy readyng.....
Anastasya hanya menggeleng, menghampiri Al dan memeluk erat tubuh Al. menghirup aroma tubuh yang sangat membuatnya nyaman.
Tanpa takut Anastasya naik ke pangkuan Al melingkarkan kedua tangannya dileher Al. ia tersenyum lembut mengelus wajah Al yang sudah bersih tanpa bulu-bulu halus yang tumbuh di wajah tampan itu.
Entah siapa yang memulainya sekarang bibir mereka sudah melekat sempurna saling melekat dan bertukar saliva. Perlahan bibir Al turun ke leher putih dan jenjang Anastasya.
‘’Bae mau bertemu Arnold sekarang?’’
Anastasya jengkel mendengar pertanyaan Al, pasalnya ia sedang sangat bergairah tapi Al malah mengajaknya bertemu Arnold.
‘’Apa pak Al tidak bisa melihat keadaan, bisa-bisanya pak Al mengajakku bertemu Arnold disaat seperti ini.’’
‘’Tapi Arnold udah nggak tahan Sya, udah pengen keluar dari sarangnya.’’ Al menuntun satu tangan Anastasya untuk memegang Arnold yang sudah menegang sempurna.
Anastasya menarik tangannya, ada sedikit perasaan geli pada dirinya saat tangannya menyentuh aset suaminya itu.
‘’Kenapa bae? Katanya dulu kamu pengen naikin Arnold kan, nah sekarang saat yang tepat bae, Arnoldnya udah nggak tahan soalnya pengen masuk sangkarnya.’’
‘’Anastasya menganga saat tau sosok Arnold yang selama ini dibicarakan Al.
‘’Bae please.’’ Ucap Al dengan suara serak dengan mata yang penuh gairah sedang Anastasya mengangguk malu sebagai tanda menyetujui ajakan Al.
Tanpa berlama-lama Al memasukan kepalanya dalam kaos yang digunakan Anastasya, Anastasya menggunakan kaos longgar tanpa menggunakan Bra dan Al tau itu makanya ia dengan cepat memasukan kepalanya tanpa membuka kaos itu terlebih dulu.
Seperti anak kecil yang kehausan Al melahap bukit itu dengan sangat rakus.
‘’Baby ini sangat menyenangkan.’’ rancaunya dari balik kaos Anastasya sedang satu tangannya sudah merambat kebawah ingin menggapai tempat terindah untuk dimasuki Arnold, perlahan Al memasukan jarinya disana untuk memancing gairah sang istri. terus mengobrak abrik area itu dengan tangannya hingga Anastasya mendesah kenikmatan.
‘’Pak Al aku tak sanggup lagi, tolong lakukan sekarang.’’ pinta Anastasya dengan mata tertutup menikmati sensasi menyenangkan yang menjalar di tubuhnya.
‘’Panggil aku suamiku, lalu aku akan melakukannya dan membawamu terbang tinggi.’’
__ADS_1
‘’Ah, suamiku tolong lakukan sekarang, please aku tak tahan lagi.’’
Al tersenyum mendengar itu, perlahan ia mengeluarkan kepalanya dari kaos Anastasya dan membuka semua pakaian Anastasya dan juga pakaiannya hingga hanya menyisakan satu pengaman yang masih menutupi Arnold.
‘’Bae, aku ingin kau yang membukanya.’’ Al mengarahkan tangan Anastasya untuk membuka bungkusan terakhir yang digunakannya sedang wajah Anastasya sudah berubah merah karena malu. Mana bisa Al memintanya untuk melakukan hal itu.
‘’Baby buka matamu.’’ pinta Al saat melihat Anastasya membuka pengaman Arnold sambil menutup mata.
‘’Aku malu.’’ ucapnya dengan wajah yang sudah semerah tomat bahkan mungkin lebih merah dari tomat.
‘’Hei, lihat aku.’’ Al menangkup wajah Anastasya. ‘’Mulai sekarang kau harus membiasakan diri karena kita akan melakukannya setiap hari.’’
Anastasya tak menjawab karena jantungnya masih dag dig dug dengan kencang mengingat akan bertemu dengan Arnold yang selama ini selalu dibanggakan Al.
Perlahan Anastasya menurunkan pengaman itu, sesekali ia menelan ludah untuk menghilangkan kegugupannya. Dan….
Anastasya berteriak begitu melihat Arnold sudah berdiri tegak didepannya, memundurkan tubuhnya tapi Al mencegahnya dan menarik tangannya untuk menyentuh benda itu. Anastasya memberanikan diri untuk sedikit mengelus kepala Arnold membuat Al sedikit mengerang.
Tak butuh waktu lama, Anastasya sepertinya mulai akrab dengan Arnold, terbukti dengan tangan Anastasya yang sudah memijat pelan benda itu hingga Al menutup matanya sambil menikmati gerakan tangan Anastasya.
‘’Aku mulai ya bae.’’ Al membuka paha Anastasya dan mengarahkan Arnold untuk memasuki sarang kesukaannya. Dan terjadilah pertempuran panas di antara mereka. Hampir tiga jam mereka melakukannya karena Al yang selalu meminta lagi dan lagi sampai akhirnya Anastasya tak kuat lagi dan terkulai lemas barulah Al menghentikan kegiatan itu.
‘’Makasih bae.’’ Al mengecup kening Anastasya lalu berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelahnya turun kebawah bertemu mertuanya, karena hari masih sore Al memutuskan untuk berbincang-bincang dengan kedua mertuanya dan biarlah istrinya beristirahat sejenak.
‘’Pa, ma.’’ Sapa Al menghampiri mertuanya yang sedang berbincang santai di taman belakang rumah.
‘’Sya-nya mana Al?’’ tanya mama saat melihat Al hanya datang sendirian.
‘’Sya-nya cape ma, lagi tidur.’’ Al mendudukan dirinya di kursi samping papa mertuanya dengan senyum yang begitu lebar membuat kedua mertuanya tersenyum karena mengerti dengan arti ucapan Al tadi.
‘’Apa cucu kami baik-baik saja Al.’’ tanya papa yang diangguki Al.
‘’Puji Tuhan sehat pa, besok rencananya Al sama Sya mau check up kehamilan lagi tapi mungkin agak siangan karena Al harus ngajar dulu.
Sementara dari jendela kamarnya Eva terus melihat Al sambil tersenyum, ia jatuh cinta pada Al pada pandangan pertama, tak peduli Al adalah suami sepupunya. Ia tak apa jika Al mau menjadikannya istri kedua.
__ADS_1
Eva merasa mungkin akan sangat gampang menarik perhatian Al karena pada dasarnya semua pria itu menyukai wanita cantik dan menurutnya ia tak kalah cantik dari sepupunya Anastasya.
‘’Kau lihat saja kak Al, kau pasti akan menjadi milikku.’’ Ucapnya tidak tau malu dengan senyum licik di bibirnya.
Hampir jam tujuh malam Al kembali ke kamarnya untuk membangunkan Anastasya makan malam. tak ingin Anastasya dan anaknya kelaparan.
‘’Sya… Bangun bae.’’ Al menggesek gesek bibir dan hidungnya diwajah Anastasya membuat wanita itu terganggu dan bangun dari tidurnya.
‘’Bangun bae, waktunya makan malam, apa kau menginginkan sesuatu?’’
Anastasya mengucek matanya sambil berpikir lalu mendekatkan tubuhnya dan masuk dalam pelukan Al.
‘’Anakmu sepertinya ingin makan ketoprak.’’
‘’Anakku atau istriku yang mau.’’ Goda Al.
‘’Ya istri sama anakmu pak, kan anak kamu makannya dari aku.’’ Anastasya memperlihatkan deretan giginya pada Al.
‘’Yaudah pakai baju bae, kalau kau masih seperti ini yang ada Arnold bangun lagi.’’ Al memperhatikan tubuh Anastasya yang masih polos tanpa menggunakan sehelai benangpun. Matanya fokus pada dua bukit yang terlihat menantang dengan puncuknya yang berwarna pink begitu sangat menggoda di mata Al.
Anastasya mengikut arah mata Al dan seketika berteriak dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
‘’Pak Al ih….’’ Ucapnya malu dengan menutup wajahnya menggunakan selimut yang menutupi tubuhnya.
‘’Apa kau malu padaku?’’ Al menarik selimut yang menutupi wajah cantik Anastasya.
Anastasya mengangguk
‘’Ih gemas banget sih kalo lihat wajah kamu yang malu-malu gini.’’ Al mencubit gemas pipi Anastasya.
‘’Udah ah.. Aku mau mandi dulu baru kita nyari ketoprak.’’
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya.....