Love By Mistake

Love By Mistake
Ingin jujur


__ADS_3

‘’Apa hari ini Sya nggak ke kampus ya?’’ pikirnya. Lalu memutuskan untuk menunggunya setengah jam lagi.


Sementara di kampusnya Anastasya terlihat kurang bersemangat, mungkin efek ketemu mantan.


‘’Lo kenapa Sya?’’ Tanya Ardy saat melihat sikap tak biasa Anastasya.


Anastasya hanya menggeleng tanpa mengatakan apapun sedang Ardy yang tadinya duduk didepan Anastasya memindahkan posisi duduknya menjadi disamping Anastasya, Ardy kemudian menyentuh kening Anastasya dengan punggung tangannya.


‘’Nggak panas kok.’’


Anastasya menepis tangan Ardy. ‘’Lagian siapa yang bilang gw sakit Dy.’’


‘’Lagian lo tumben banget diam kayak gini, lo nggak cocok tau sama image wanita pendiam dan lagian gw lebih suka lo yang biasanya yang cerewet yang pecicilan, nyebelin dan semua hal buruk dalam diri lo gw udah biasa dan senang tentang itu jadi jangan sok-sok mau berubah jadi wanita pendiam gini, aneh tau nggak.’’


Ardy berbicara dengan ekspresi wajahnya yang tengil membuat Anastasya refleks memukul punggung pria itu.


‘’Lengkap banget lo ngatain gw, gw nggak cerewet ya Dy, tapi gw emang senangnya ngomong, gw juga nggak pecicilan yang ada lo tuh yang pecicilan dan gw nyebelin kata lo? OMG Ardy lo nggak tau aja kalo lo tuh lebih…lebih..lebih nyebelin dibanding gw.’’ Tunjuk Anastasya.


‘’Ah…masa sih? Gw nggak percaya tuh.’’ Ledek Ardy masih dengan wajah tengilnya sambil menyentil ujung hidung Anastasya membuat Anastasya menampilkan wajah protesnya namun, dengan ekspresi yang begitu lucu ditambah dengan bibirnya yang sengaja dimonyongkan.


‘’Hahahah, tunggu bentar Sya.’’ Ardy mengambil ponsel dari saku celana dan cepat-cepat memotret Anastasya lalu setelahnya tertawa sambil memperlihatkan foto itu pada Anastasya.


‘’Ih… hapus nggak Dy.’’ Anastasya berusaha merebut ponsel Ardy tapi pria itu langsung memasukkannya ke saku celana.


Anastasya berusaha mengambil ponsel itu dari saku celana Ardy. Namun, sepertinya lumayan susah untuknya.


Nggak kehabisan akal Anastasya menarik leher Ardy dan menggantungkan dua tangannya dileher Ardy dari arah samping dengan sedikit keras membuat Ardy meringis dan melambaikan satu tangannya ke udara meminta Anastasya untuk menghentikan perbuatannya.


‘’Nyerah kan lo?’’ Anastasya mengepalkan tangannya ke udara dan menggertak Ardy seperti ingin memukulnya.


‘’Ponsel lo mana?’’ Anastasya membuka tangannya didepan dada Ardy.


‘’Buat?’’ tanya Ardy pura-pura tak tau.

__ADS_1


‘’Mau hapus foto tadi begok.’’


‘’Tunggu bentar.’’ Ardy mengambil ponselnya, tak sampai satu menit ia memberikan ponsel itu pada Anastasya dan Anastasya menghapus foto yang tadi diambil Ardy dengan senyum puas.


‘’Woi.’’ Andrea datang dan duduk didepan Anastasya dan Ardy.


‘’Imut banget sih sahabat gw ini.’’ Andrea menggelitik gemas bawa dagu Anastasya.


‘’Iya dong…. Itu mah udah pasti.’’ Anastasya menangkup wajahnya sendiri, menggoyang-goyangkan kepalanya serta mengedip-ngedipkan matanya pada Andrea.


‘’Dy lo kapan ambil foto itu? Likenya udah hampir satu juta loh sekarang.’’ Ucap Andrea menghadap Ardy sedang pria itu hanya tersenyum sambil menikmati makanannya.


‘’Foto apa Rea?’’ Anastasya penasaran.


‘’Tadi Ardy mengupload foto wanita cantik yang begitu menggemaskan ke akun instagramnya.


‘’Siapa? Si Stevi?’’ Tebak Anastasya dengan wajah tak sukanya.


‘’Kalau wajah si Stevi like sama komennya nggak mungkin sebanyak itu Syaku sayang.’’


‘’Mulai deh.. Mulai deh, lo berdua selalu saja ngejelekin dia.’’ Protes Ardy.


‘’Siapa juga yang ngejelekin dia Dy, orang memang dasarnya si Stevi udah jelek jadi ngapain dijelekin lagi.’’ Anastasya terbahak lagi kali ini dengan mengeluarkan lidahnya pada Ardy.


‘’Itu kan menurut lo berdua, kalo menurut gw mah Stevi cantik bahkan sangat cantik.’’ Ardy tersenyum dengan mata berbinar. Ya namanya juga orang lagi jatuh cinta😍.


‘’Idih lebay banget sih lo.’’ Anastasya menampilkan ekspresi seperti orang yang bergidik ngeri mendengar ucapan Ardy itu sedang Andrea hanya terbahak karena memang ia satu pemikiran dengan Anastasya.


‘’Auah.. Malas gw ngomong ama lo berdua, nggak nyambung.’’


‘’Sya foto kamu yang diupload Ardy tadi menggemaskan banget kayak anak kecil.’’ Ucap seorang mahasiswi yang baru sampai di kantin dan duduk di meja samping triple A.


‘’Foto apa?’’ Seketika mata Anastasya melotot dengan cepat ia mengambil ponsel dari dalam tasnya untuk memeriksa unggahan terbaru Ardy sedang Ardy buru-buru menghabiskan makananya dan bersiap lari dari tempat itu.

__ADS_1


‘’Ardy, ba**ke lo.’’ Teriak Anastasya sedang Ardy sudah berlari sedikit jauh dari tempat itu. Ardy kemudian membalikan badannya dan memberikan flying kiss pada Anastasya dengan wajah tengilnya yang sangat menyebalkan di mata Anastasya.


Sementara di sudut kantin dari tadi Al memperhatikan Anastasya, ia cukup senang Anastasya sudah bersikap ceria seperti biasanya.


Tak bisa ia pungkiri memang Ardy selalu bisa menghibur dan memperbaiki mood sang istri. Tapi sebagai seorang suami Al merasa sedikit cemburu dengan kedekatan itu walau Anastasya sudah mengatakan bahwa tidak ada perasaan spesial diantara mereka tetap saja Al masih tak bisa tenang karena belum memastikannya sendiri apalagi sampai sekarang Anastasya belum juga mencintainya.


‘’Pak Al nanti malam dosen Iren ulang tahun loh dan dia ngundang semua dosen yang ada di kampus ini, pak Al mau kesana nggak?’’ Tanya pak Erik penasaran, karena beberapa dosen menyuruhnya untuk memastikan kedatangan Al.


‘’Sepertinya saya nggak bisa pak Erik karena malam ini sudah punya janji dengan istri saya kalau tiba-tiba saya membatalkannya yang ada ia malah ngambek.’’ Pak Al menolak dengan halus, lagian walau tak memiliki janji dengan Anastasya tetap saja pak Al tak mau menghadiri undangan itu.


‘’Istri? Pak Al udah nikah?’’


Al mengangguk. ‘’Maaf nggak sempat ngundang.’’ ucapnya santai sedang pak Erik masih setengah tak percaya dengan ucapan Al.


*****


‘’Ntar malem nonton yuk.’’ Ajak Andrea pada Anastasya dan Ardy yang duduk di perpustakaan namun tak ada satupun buku di hadapan mereka dan malah asyik dengan ponsel masing-masing.


‘’Besok aja gimana? Malam ini gw nggak bisa’’ Ucap Anastasya sedang Ardy langsung meletakan ponselnya diatas meja saat mendengar ucapan itu.


Pasalnya biasanya Anastasya yang paling senang jika mereka bisa nongkrong bersama dan kebetulan malam ini Ardy bisa karena pekerjaan sedang tidak terlalu banyak.


‘’Janji apa Sya? Tumben.’’ Tanya Ardy.


Andrea sepertinya menangkap maksud Anastasya, dia mengkode Anastasya untuk mengatakan yang sejujurnya pada Ardy.


Sedang Anastasya terlihat berpikir untuk sedikit menimang baik buruknya.


Anastasya membuang nafasnya, memutuskan untuk memberi tahu Ardy saat itu juga karena memang sangat tidak nyaman harus merahasiakan hal itu dari Ardy.


Selama mereka bersahabat ini kali pertama Anastasya tidak langsung terbuka pada Ardy, karena biasanya apapun yang dialaminya akan langsung diceritakan pada Ardy tanpa ditutupi sedikit pun.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...


Jangan lupa like dan komennya...


__ADS_2