
‘’Mau kemana emang? Lo udah kasih tau Ardy?’’
‘’Aduh jangan kasih tau Ardy deh nanti malah ganggu misi gw, lo inget Meta teman SMA kita nggak? Tadi dia kasih undangan, jadi kampusnya tuh berulangtahun gw juga nggak tau yang keberapa nggak penting juga kan buat kita. Kabar happy nya kita bisa datang ke acara kampusnya, lo tau kan acara yang diselenggarakan kampus mereka selalu sangat meriah dan sukses.’’
‘’Laga loh…bilang aja lo mau lihat pria-pria disana, secara kampus mereka kan terkenal dengan kampus yang memiliki pria paling tampan di kota ini.
‘’Nggak ada yang salah dong Sya, kalau kata orang sambil menyelam minum air.’’ Ucap Andrea cekikikan.
‘’Gimana lo mau atau nggak nih? Kalau nggak mau gw ajak yang lain aja.’’ Tanya Andrea lagi.
‘’Eh buset lo mau menikmati semua keindahan itu tanpa gw? Ya jelas gw ikutlah.’’ Anastasya terbahak.
‘’Yaudah jam tujuh gw jemput, ingat jangan sampe keceplosan sama Ardy. kalau dia ikut bisa berabe.’’
‘’Oke.. Lo tenang aja kalau masalah begini gw nggak mungkin keceplosan.’’ Anastasya langsung mematikan telepon itu saat melihat Al berjalan mendekat padanya.
‘’Telponan sama siapa?’’ tanya Al begitu mendaratkan bokongnya di sofa samping Anastasya.
‘’Andrea.’’
‘’Habis ini aku antar pulang nggak pa-pa kan? Soalnya malam aku ada acara tapi kalau misalnya kamu mau ikut aku dengan senang hati membawamu.’’ Al menyelipkan rambut Anastasya ke belakang telinga wanita itu.
‘’No..no ngapain, paling juga acaranya membosankan, secara kan hidup pak Al sangat membosankan.’’ Tolak Anastasya.
‘’Kalau nggak mau ya nggak pa-pa bae, nggak usah pake ngehina juga kali.’’
‘’Oh jadi situ terhina?’’ Anastasya memperlihatkan wajah tengilnya.
‘’Sedikit.’’ Al nyengir memperlihatkan barisan giginya yang tersusun dengan rapi, disaat yang sama membaringkan badannya di sofa dengan berbantalkan paha Anastasya.
‘’Apa kamu belum merasakan sesuatu dari dalam sini.’’ Al mengelus perut Anastasya yang masih terlihat rata.
Anastasya menyingkirkan tangan itu dan mengangkat kepala Al untuk menggeser dari pangkuannya. Namun, Al menolak keras tindakan itu.
‘’Aku ngantuk bae, biarkan lima menit saja seperti ini, aku nggak akan melakukan hal aneh, hanya ingin mengelus dan mencium perutmu’’ Al sudah memejamkan matanya dengan wajahnya yang menempel sempurna di perut Anastasya yang masih tertutup pakaian.
Anastasya diam membiarkan Al tidur sejenak, mengambil ponselnya untuk sekedar membuka instagram dan mencari hiburan dari aplikasi itu.
‘’Al nya tidur ya?’’ Tanya mama yang tiba-tiba berada di ruangan itu dan sudah duduk manis didepan Anastasya.
__ADS_1
‘’Iya tan, mungkin cape.’’ Anastasya meletakan ponselnya untuk fokus berbicara dengan mama Al.
‘’Sepertinya Al begitu menyukaimu. Bahkan bisa tertidur nyaman seperti itu dipangkuanmu.’’
Anastasya hanya diam tak menjawab apapun. Jujur saya dirinya tidak menyukai topik pembahasan ini. dan sama sekali tidak peduli dengan apa yang Al rasakan.
‘’Apa kamu sama sekali tidak menyukai Al? Bukankah dia adalah pria yang sempurna?.’’
‘’Fisiknya sih sempurna tapi kelakuannya? Aku bahkan nggak habis pikir kenapa banyak wanita yang tergila-gila padanya.’’
‘’Maaf tan.’’ hanya dua kata itu yang keluar dari mulut Anastasya.
Mama Al terlihat membuang nafas, wajahnya menampilkan sedikit kekecewaan mendengar jawaban Anastasya.
‘’Tak apa sayang jika sekarang kau belum bisa menerima Al, tapi tolong buka sedikit hatimu untuk menerimanya. Tante yakin jika kalian sudah lebih saling mengenal kau mungkin saja akan sangat menyukai Al.’’
Anastasya mengangguk menyetujui ucapan mama Al tapi hatinya tetap tak mau untuk menerima Al. Dia melakukan itu hanya untuk bersikap sopan pada mama Al.
‘’Yaudah tante mau manggil papanya Al dulu, tolong bangunin Al ya abis itu nyusul ke ruang makan.’’ Ucap mama Al lalu meninggalkan ruangan itu.
‘’Pak Al.. pak Al bangun.’’ Anastasya menepuk pipi Al. karena Al tak kunjung membuka matanya, Anastasya berinisiatif membuka mata Al menggunakan dua tangannya.
‘’Mau yang romantis?’’
Al mengangguk dan memajukan bibirnya berapa senti kedepan.
Anastasya memukul bibir itu. ‘’Kalau mau romantis dan dapat ciuman tiap hari pak Al harus nikah sama wanita yang menyukai pak Al. Jadi pak Al mau kan ganti calon istri sekarang?’’
Al bangun dan meninggalkan Anastasya. ‘’Hedeh.. bahasnya itu lagi itu lagi.’’
‘’Gimana? Mau nggak nerima saran aku?’’ Anastasya sudah berjalan disamping Al.
Al tak memperdulikan ucapan itu dan mempercepat langkahnya membuat Anastasya sedikit ketinggalan.
‘’Wanita ini sangat menyebalkan bisa-bisanya dia menawarkan wanita lain padaku, ya Tuhan kenapa juga kau menjatuhkan perasaanku padanya, dia bahkan jelas-jelas tak menyukaiku, apa kau ingin membalasku karena aku tergolong pria yang malas beribadah padamu?’’
*****
Dua jam lalu Al mengantar Anastasya pulang kerumahnya.
__ADS_1
Sekarang wanita itu sedang merias wajahnya, menggunakan sedikit makeup untuk menunjang penampilannya, rambutnya ditata halp updo yang membuat kesan mewah tapi santai, memilih dress yang sedikit terbuka dan minim untuk digunakannya. Tak lupa menyemprotkan parfum kesukaannya. Setelahnya keluar dan menghampiri Andrea yang sudah menunggunya hampir 10 menit lalu.
‘’Waw.. Amazing.’’ Andrea memperlihatkan wajah terpesonanya pada Anastasya.
‘’Apaan sih lebay.’’
‘’Tapi sumpah lo cantik banget Sya, gw sampe pangling.’’ Andrea memperlihatkan ekspresi sedikit berlebihannya.
‘’Tiap hari kali, yaudah ah, ayo kita jalan sekarang keburu macet nanti terlambat lagi.’’ Anastasya menarik lengan Andrea.
*****
‘’Meriah bangat ya Sya acaranya.’’ Andrea kegirangan saat mereka sampai di ballroom kampus itu. Ya acaranya diselenggarakan di ballroom kampus karena kampus ini memiliki ballroom yang sangat mewah bahkan sering disewakan sebagai gedung pernikahan.
‘’Sya…Rea.’’ Panggil seorang wanita.
‘’Hai Met.’’ Sapa keduanya kompak.
‘’Aduh cantik banget sih kalian, jangan kaget ya kalau nanti banyak pria kampus gw yang tertarik.’’
‘’Hahaha lebay lo nggak ilang-ilang Met.’’ Andrea menepuk kecil punggung Meta.
‘’Bilang aja lo suka dipuji Rea nggak usah pura-pura gitu. Eh yaudah gw tinggal ya, have fun.’’ Meta meninggalkan kedua wanita itu saat ada yang memanggilnya.
Anastasya dan Andrea pun menikmati acara itu dengan santai, sambil sesekali melihat pria ganteng untuk sekedar mencuci mata.
‘’Hai.’’ dua pria datang menghampiri mereka. Pria satunya terlihat sangat bersemangat sedang yang satunya hanya memasang wajah datarnya.
‘’Lo.’’ Tunjuk Anastasya pada pria wajah datar itu tapi pria itu hanya menatap malas padanya.
‘’Lo kenal Sya?’’ Bisik Andrea.
‘’Lo yang waktu itu nabrak kening gw kan?’’ Anastasya masih saja menyalahkan pria itu untuk apa yang terjadi.
‘’Jadi lo....’’ Pria itu mengerutkan keningnya, menelusuri setiap wajah Anastasya.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya...