
‘’Yaudah makan dulu yuk tadi katanya lapar.’’ Ucap Samuel dengan memperlihatkan senyumnya pada Andrea yang kembali dibalas anggukan kepala oleh Andrea.
Samuel adalah pacar Andrea hampir dua bulan terakhir, awalnya keduanya bertemu pada saat Andrea datang untuk menghadiri acara ulang tahun salah satu anggota club motor kakaknya.
disanalah Samuel pertama kali melihat Andrea dan langsung jatuh cinta pada wanita itu, bahkan Samuel langsung meminta nomor ponsel Andrea.
Sejak saat itu Samuel berusaha mendekati Andrea, ia begitu senang saat Andrea memberinya kesempatan untuk menjadi pacarnya.
Samuel selalu berharap hubungannya dan Andrea akan bertahan selamanya.
Tapi sekarang keadaan memaksanya untuk berpisah dari wanita yang sangat dicintainya itu.
*****
Sementara Ardy baru kembali ke apartemen dan tak mendapatkan Andrea disana, beberapa kali Ardy memanggil tapi sama sekali tak ada sahutan.
Ardy mengambil ponselnya, menelpon Andrea, beberapa kali menelpon tapi sama sekali tak dijawab.
Ardy mengirim banyak chat pada Andrea tapi wanita itu sama sekali tak membacanya, Ardy begitu khawatir, dengan cepat ia mengambil kunci mobilnya lagi berniat mencari Andrea.
‘’Mau kemana Dy?’’ Tanya Andrea menghentikan langkah Ardy yang akan memasuki mobilnya.
‘’Astaga lo dari mana aja sih Rea, kenapa gw telepon nggak diangkat?’’ Ardy mendekat pada Andrea sedang wanita itu cengengesan memperlihatkan barisan gigi putihnya.
‘’Ponsel gw mode silent Dy, sorry.’’
Ardy tak mendengar ucapan Andrea lagi dan fokus pada mata Andrea yang terlihat bengkak, ia yakin wanita itu baru saja menangis.
Ardy sedikit membungkuk sambil terus memperhatikan wajah Andrea.
‘’Lo nangis kenapa?’’ Tanya Ardy to the point.
Andrea menggeleng sambil menggaruk tengkuknya, berjalan terlebih dulu untuk menghindari pertanyaan itu tapi Ardy masih terus bertanya bahkan ia memaksa Andrea untuk menjawabnya.
__ADS_1
wanita itu bersikukuh tak terjadi apa-apa padanya dan matanya bengkak karena menonton drama yang begitu sedih, mau tak mau Ardy pun berpura-pura percaya.
‘’Lo udah makan malam?’’ Tanya Ardy yang kini tengah berbaring disamping Andrea sedang Andrea sama sekali tak mendengarnya karena pikirannya masih tertuju pada pertemuannya dengan Samuel di cafe tadi.
Andrea merasa bersyukur dicintai dengan begitu besar oleh Samuel bahkan pria itu berkata masih akan menjaganya walau dia sudah menjadi istri orang, sungguh dalam hati Andrea merasa begitu bersalah pada Samuel.
‘’Lo udah tidur ya?’’ Ucap Ardy lagi karena tak mendapatkan sahutan, tak lama Ardy melihat punggung Andrea seperti bergetar.
karena khawatir Ardy bangun dari tidurnya, menarik pundak Andrea dan membalikan badan wanita itu menghadapnya.
Ardy bisa melihat dengan jelas mata Andrea yang sedang mengeluarkan air.
‘’Lo kenapa nangis? Apa gw punya salah sama lo?’’
Tanya Ardy dengan lembut, Andrea masih diam tak mau menjawab tapi suara tangisannya terdengar lebih besar di telinga Ardy hingga membuatnya panik, tak biasanya Andrea menangis seperti itu.
‘’Rea lo kenapa? Apa lo sakit atau apa, kasih tau gw jangan nangis kayak begini doang takut gw.’’ Tanya Ardy panik.
Andrea tak menjawab apapun malah menarik tubuh Ardy hingga terbaring disampingnya, Andrea memeluk Ardy dan membenamkan kepalanya di dada Ardy dengan Ardy yang mulai mengusap-ngusap pelan punggung Andrea.
Paginya Andrea terbangun tanpa Ardy disampingnya, Andrea membuang nafas kasar berpikir Ardy sudah berangkat ke kantor lagi.
Andrea bangun dan membersihkan dirinya setelahnya keluar dari kamar berniat ke dapur karena perutnya sudah merasa lapar.
samar-samar Andrea mendengar suara Ardy, dengan langkah cepat Andrea berniat menghampiri Ardy yang sepertinya sedang berada di ruang tamu dan sedang berbicara dengan seseorang yang diyakini Andrea adalah mama mertuanya karena beberapa kali Andrea mendengar Ardy menyebut kata mama.
Langkah Andrea terhenti saat mendengar apa yang tengah dibicarakan Ardy dan mertuanya.
‘’Mama senang banget deh kamu menikah sama Rea, kamu tau nggak dari dulu mama selalu berharap salah satu antara Rea dan Sya ada yang akan menjadi menantu mama dan sekarang semua doa mama terwujud, mama senang sekali.’’
Ucap mama Ardy dengan begitu senang dan dengan senyum yang begitu lebar sedang Ardy hanya tertawa pelan mendengar ucapan mamanya itu.
‘’Ardy malah sebaliknya ma, Ardy nggak pernah kepikiran tapi sekarang Ardy udah jadi suaminya Rea.’’ Ucap Ardy tersenyum sambil menggeleng kepala seperti tak percaya dengan keadaan sekarang.
__ADS_1
Mama Ardy yang mendengar itu hanya tersenyum lalu mengambil kopi yang tadi diberikan Ardy padanya, sebelum meminumnya mama melihat Ardy lagi dengan tatapan genitnya.
‘’Malam pertamanya lancar nggak Dy?’’
‘’Malam pertama apaan sih ma, itu nggak akan pernah terjadi antara aku dan Rea.’’
Ucap Ardy santai membuat mamanya melotot.
mama Ardy meletakan kembali gelas kopinya dan berjalan menghampiri Ardy yang duduk di depannya lalu memegang pundak Ardy.
‘’Maksud kamu apa Dy?’’
‘’Ya maksud Ardy, Ardy nggak mungkin melakukan hubungan seperti itu dengan Rea ma, Ardy begitu menyayangi Rea tapi hanya sebagai sahabat dan nggak bisa lebih dari itu, coba mama bayangkan jadi Ardy apa mama bisa melakukan hal itu dengan sahabat yang begitu mama sayangi? Ardy nggak bisa ma geli bahkan hanya memilikirkannya saja Ardy geli apalagi harus melakukannya.’’
‘’Tapi dia istri kamu Dy dan dia juga membutuhkan kasih sayang dari suaminya, kau tau seorang istri pasti juga menginginkan hal itu dari suaminya.’’
‘’Ardy sayang sama Rea ma dan mama tau itu tapi untuk melakukan hal itu Ardy sama sekali nggak bisa, Ardy yakin Rea juga berpikir sama seperti Ardy.’’
‘’Lalu bagaimana pernikahan kalian akan bahagia kalau kau terus berpikir seperti itu, seharusnya kau berusaha membuka hatimu dan mulailah belajar mencintainya.’’
‘’Kami pasti akan bahagia karena kami saling menyayangi dan mengerti satu sama lain dan untuk cinta, aku mencintai Rea ma sama seperti aku mencintai Sya tapi tentu saja cinta yang aku miliki adalah cinta sebagai sahabat.’’
‘’Kau akan kehilangannya jika kau terus bersikap seperti ini, kalau nanti Rea jatuh cinta sama pria lain gimana?’’
Tanya mama penasaran berharap Ardy akan keberatan tentang pertanyaan itu tapi sepertinya mama salah berharap karena Ardy hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu.
Ardy tersenyum santai pada mamanya sambil memegang kedua tangan mamanya.
‘’Di dunia ini mungkin saja Ardy akan kehilangan harta atau hal lainnya tapi ada beberapa yang Ardy yakini nggak akan pernah meninggalkan Ardy dan akan selalu berada disisi Ardy sampai kapanpun itu yaitu mama, Sya dan Rea.’’
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya.....