Love By Mistake

Love By Mistake
kegiatan amal


__ADS_3

Al beberapa kali mengirimkan chat pada Anastasya tapi wanita itu tak membalasnya.


Ya jelas saja tak dibalas pasalnya ponsel Anastasya diletakan di tasnya dan tas itu diletakan di bawah kursinya.


Sedang sekarang Anastasya sudah tertidur nyenyak dengan bersandar dipundak Ardy.


Untung saja kursi bus itu berjejer tiga hingga Anastasya dan Andrea dengan sengaja menempatkan Ardy dikursi tengah dengan tujuan yang jelas dimana pundak Ardy akan menjadi tempat sandaran mereka saat mereka ingin tidur dan Ardy sama sekali tak keberatan dengan itu.


Pada awalnya Ardy sedikit bimbang karena Stevi juga memintanya untuk duduk bersama sedang kedua sahabatnya juga memaksanya untuk duduk bersama tapi untung saja Stevi dipanggil oleh salah satu dosen perempuan untuk duduk bersama di depan hingga membuat Ardy bisa bernafas legah.


‘’Yo bukannya mereka yang waktu itu datang ke acara kampus kita?’’ Tanya teman Riyo yang mengingat dengan jelas wajah Anastasya dan Andrea sedang Riyo hanya memandang ketiga orang itu dengan tatapan dalam lebih tepatnya pandangannya tertuju pada Anastasya yang dengan santainya bersandar dibahu Ardy.


‘’Tapi siapa pria itu? Apa dia pacar dari salah satu diantara mereka?’’ tanya temannya lagi sedang sebenarnya Riyo juga begitu penasaran dengan sosok Ardy.


‘’Dy laper.’’ Ucap Anastasya begitu membuka matanya, untung saja sedikit lagi mereka akan sampai ke tempat perhentian hingga Anastasya bisa mengisi perutnya yang sudah terasa lapar.


‘’Lo berdua nggak turun?’’ Tanya Ardy saat melihat Anastasya dan Andrea duduk diam di tempat duduknya saat bus itu berhenti di tempat persinggahan.


Keduanya kompak tersenyum membuat Ardy mendengus kesal karena pasti kedua sahabatnya itu akan merepotkannya lagi.


‘’Jangan lupa beli minum sama makanan yang banyak ya Dy.’’ Pinta Anastasya tanpa melihat Ardy, matanya hanya memandang keluar jendela dengan tubuh yang setengah tidur bersandar di pundak Andrea.


‘’Dy jangan lupa beliin keripik singkong ya.’’ Timpal Andrea.


Mendengar itu Ardy meninggalkan kedua wanita itu dengan perasaan jengkelnya. Ia bahkan tak bisa menemani Stevi makan dan hanya akan repot membeli berbagai makanan dan camilan yang disukai kedua sahabatnya itu.


‘’Ardy.’’ Al menghampiri Ardy yang sedang mengantri di salah satu tempat jajanan kemudian memberikan satu plastik besar yang berisi makanan dan beberapa camilan pada Ardy untuk diberikan pada Anastasya.

__ADS_1


Al tak ingin istri dan anaknya menahan lapar sedang perjalanan mereka masih membutuhkan waktu sekitar tiga jam.


Ardy yang menerima kantong makanan itu pun tersenyum senang karena tak harus repot lagi apalagi harus mengantri berbagai makanan yang akan membuatnya pusing.


Ardy balik ke bus dengan senang karena setidaknya ia bisa menemani Stevi makan siang setelah mengantar kantong makanan yang diberikan Al pada Anastasya.


‘’Kok cepat banget Dy.’’ Tanya Andrea saat melihat Ardy berjalan dengan membawa kantong besar.


‘’Dari suami lo Sya.’’ Ucap Ardy pelan lalu memberikan  kantong itu pada Anastasya dan dengan cepat Anastasya dan Andrea mengeluarkan beberapa makanan dan camilan lalu memakannya karena sejujurnya mereka sudah sangat lapar tapi malas untuk keluar dan mencari makanan.


‘’Mau kemana Dy?’’ Tanya Anastasya melihat Ardy yang akan meninggalkannya dan Rea.


‘’Mau makan bareng Stevi.’’ jawabnya sambil tersenyum sedang Anastasya hanya memutar bola matanya lalu membiarkan Ardy pergi.


Sementara dari kursi belakang Riyo terus memperhatikan Anastasya. Ia tak turun dari bus saat melihat Anastasya tak turun. Beberapa kali ia tersenyum sambil memperhatikan tingkah lucu Anastasya.


Tak lama bus sudah mulai terisi penuh, mata kedua wanita itu berbinar saat melihat Ardy berjalan dengan membawa dua cup minuman di tangannya. Tanpa bertanya mereka langsung merebut minuman itu dari tangan Ardy dan meminumnya.


‘’Kalian berdua tuh ya..’’ Ardy tak meneruskan ucapannya dan langsung menyentil kening kedua wanita itu dengan sedikit keras membuat keduanya meringis lalu dengan santainya Ardy duduk dan pura-pura memejamkan matanya.


Tak terasa akhirnya mereka sampai juga di desa tujuan mereka, satu persatu mahasiswa dan dosen mulai keluar dari bus sedang ketiga sahabat itu masih diam di tempatnya karena tak ingin berdesakan saat keluar.


Dan akhirnya mereka keluar saat semua mahasiswa keluar.


Mereka akan menetap di desa itu selama tiga hari dan harus tidur di balai desa dengan beralaskan kasur tipis tapi ruangan untuk pria dan wanita tetap dipisah.


Setelah memasukan semua barang keruangan masing-masing semua mahasiswa dikumpulkan di ruang tengah untuk saling berkenalan satu dengan lain mengingat mereka dari kampus yang berbeda jadi pastinya tidak saling mengenal.

__ADS_1


Di desa itu tepatnya terdapat 25 mahasiswa terdiri dari 17 wanita dan 8 pria dari kampus yang berbeda.


‘’Sya, Rea aku akan kelapangan bersama beberapa mahasiswa mau ikut nggak?’’ Tawar Ardy yang langsung ditolak kedua wanita itu dan Ardy pun pergi dengan menggandeng tangan Stevi.


Beberapa mahasiswa dari kampus lain terlihat penasaran dengan hubungan Ardy dengan Anastasya dan Andrea pasalnya mereka melihat Ardy memperlakukan kedua wanita itu dengan sangat baik dan lembut tapi disaat yang sama mereka juga melihat Ardy menggandeng tangan wanita lain.


Malam hari balai desa sudah terlihat ramai dipenuhi oleh warga desa itu bahkan mereka membangun panggung kecil yang terbuat dari kayu dengan dilengkapi oleh piano.


Semua mahasiswa berbaur dengan warga desa. Tak lama terdengar musik yang bergema dari arah panggung disana sudah ada pak Erik yang duduk sambil memegang mikropon. Pak Erik membawakan dua lagu sebagai pembuka lalu…..


‘’Bagaimana kalau kita undang pak Al untuk membawakan sebuah lagu.’’


Ucap pak Erik yang langsung disambut tepuk tangan oleh para mahasiswa dan warga desa.


Sedang pak Al terlihat ragu untuk maju hingga seluruh mahasiswa meneriaki nama pak Al dan mau tidak mau pak Al mengikutinya.


Pak Al mengambil mikrofon dari tangan pak Erik lalu berjalan pada pemain piano membisikan lagu yang akan dibawanya.


‘’Sebenarnya saya sedikit gugup karena ini pertama kalinya saya akan bernyanyi di depan banyak orang.’’ Ucap Al yang disambut tepuk tangan oleh para mahasiswa dan warga bahkan beberapa dosen yang berada di tempat itu.


Apalagi bu Iren ia terlihat sangat bersemangat melihat pak Al.


‘’Baiklah semoga kalian tidak menyesal mendengar suara saya.’’ Semua orang terdengar tertawa mendengar ucapan itu.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2