Love By Mistake

Love By Mistake
Idola


__ADS_3

‘’Maaf bae semalam aku sudah memberikan makanan itu pada ART, kupikir kau tak ingin memakannya lagi.’’ Al tersenyum lebar sedikit dipaksakan.


‘’Ih... Pak Al jahat deh masa makanan aku dikasih ke ART.’’ Anastasya menangis menutup wajahnya dengan kedua tangan.


‘’Maaf bae, kita beli yang lain aja ya.’’ bujuk Al berusaha menyingkirkan tangan Anastasya dari wajahnya.


‘’Nggak mau pokoknya aku mau makanan yang semalam kalau nggak aku nggak mau makan dan nggak mau ngomong lagi sama pak Al.’’ Anastasya menepis kasar tangan Al dan berlalu kekamar mandi.


Al mengibas kasar rambutnya. ‘’Oh. ****.’’ dengan gerakan cepat Al mengambil satu kaos dan kunci mobilnya bergegas ke tempat semalam dimana ia dan Anastasya membeli semua makanan yang diinginkan wanita itu.


Hampir jam makan siang Al baru kembali ke rumah mertuanya sambil membawa semua makanan yang sama dengan makanan yang semalam mereka beli lalu menyuruh ART menghidangkan makanan itu dimeja makan.


‘’Pak Al dari mana?’’ tanya Anastasya saat Al memasuki kamar.


Al medekat, mencium kening Anastasya dan berjongkok di depan wanita itu sambil memegang kedua tangannya. ‘’’Maaf ya aku bikin kamu sedih karena udah berani ngasih makanan kamu ke ART.’’ Ucapnya dengan wajah sendu. ‘’


‘’Nggak pa-pa pak Al, maaf kalau tadi sikap aku ngeselin.’’ Anastasya menangkup wajah Al menatap lekat kedua mata hitam Al yang begitu teduh dipandang.


‘Kamu nggak perlu minta maaf bae, aku yang seharusnya lebih peka dan lebih perhatian lagi. Al mencium perut Anastasya lalu berbicara setengah berbisik.


‘’Sehat-sehat ya kesayangan papa.’’ lalu Al memeluk pinggang Anastasya dengan kepala yang disandarkan pada perut Anastasya sedang wanita itu tersenyum sambil mengelus rambut Al.


‘’Pak aku laper.’’ ucap Anastasya dengan nada manja membuat Al menghentikan kegiatannya yang sedang mencium cium kecil perut Anastasya.


*****


‘’Pak kamu yang nyiapin ini semua?’’ Anastasya speechless melihat beberapa makanan yang tertata rapi di meja makan tak lama ia membenamkan tubuhnya dipelukan Al.


‘’Lebay banget sih.’’ Eva berucap dalam hati sambil melihat tak suka pada tingkah manja Anastasya.


*****


Setengah jam lalu Anastasya dan Al sudah kembali kerumah mereka, tadi sehabis makan mereka langsung pamit untuk cek up kehamilan Anastasya dan setelahnya mereka langsung pulang kerumah mereka.

__ADS_1


Kandungan Anastasya berkembang dengan baik dan anak yang dikandungnya begitu sehat. Itulah yang dikatakan dokter pada pasangan suami istri itu.


‘’Pak, nanti aku bisa ajak Ardy dan Andrea main kesini nggak?’’ sekarang posisi mereka sedang duduk di sofa dengan setengah tubuh Anastasya melekat di lengan kokoh Al sedang jari telunjuknya berputar-putar di dada Al sambil membiarkan TV menyala.


‘’Bisa tapi jangan terlalu sering karena sekarang kau harus lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku.


‘’Pak Al.’’


‘’Baby bisakah kau mengganti panggilanmu untukku, aku adalah suamimu kau bisa memanggilku pak Al saat kita sedang di kampus tapi saat sedang berdua seperti ini kau harus memanggilku sayang atau my love mungkin’’ Pinta Al.


‘’Kenapa begitu, aku memanggilmu pak Al karena aku menghormatimu sebagai dosenku.’’


‘’Menghormati? Sejak kapan bae? Selama ini tak pernah sekalipun kau bersikap hormat padaku dan satu lagi aku adalah suamimu kalau kau lupa.’’


Anastasya menghentikan kegiatan tangannya yang mengelus ngelus dada Al dan mengangkat kepalanya menatap wajah Al. ‘’Masa sih? Padahal aku selalu hormat loh pada orang yang lebih tua.’’


‘’Hhhmmm terserah kamulah bae yang jelas aku nggak mau dipanggil pak Al lagi, mana ada coba istri yang memanggil suaminya dengan sebutan pak.’’


‘’Bagus dong berarti hanya aku satu-satunya, bukankah itu sangat istimewa karena tak ada duanya didunia ini?’’


‘’Tapi aku tak suka jika harus mengikuti orang lain tapi kalau pak Al memaksa maka aku akan sedikit berusaha mengubahnya.’’


‘’Kok sedikit sih? Harusnya berusaha lebih keras dong bae.’’


‘’Namanya usaha ya harus pelan-pelan pak nggak bisa langsung nanti hasilnya nggak maksimal.’’


‘’Oke oke kalau begitu aku mau dengar sekali saja untuk hari ini.’’


‘’Hhmm aku akan memanggil pak Al dengan sebutan hubby.’’


‘’Aku sangat menyukainya.’’ Al menarik wajah Anastasya dan mencium wajahnya. Hanya ciuman saja dan tak sampai pada adegan selanjutnya.


‘’Hubby.’’

__ADS_1


‘’Hhmm.’’ jawab Al sambil mengelus wajah halus Anastasya.


‘’Aku ingin meminta izin untuk mengikuti kegiatan amal yang di sponsori kampus kita.’’


‘’Nggak bisa bae, itu tempatnya sedikit jauh dari kota dan juga sekarang kau sedang hamil, aku tak ingin kau kelelahan.’’


‘’Hubby please… lagian ada Ardy dan Andrea yang akan menjagaku dan bukankah kau adalah dosen penanggung jawab kegiatan itu, jadi kau bisa mengawasiku juga.’’ mohon Anastasya dengan wajah yang begitu menggemaskan.


‘’Baby kegiatan itu akan sangat melelahkan lebih baik kau dirumah saja.’’ Alasan Al.


Alasan utamanya memang tak ingin Anastasya kelelahan tapi selain itu ia juga memiliki alasan kedua. Dimana kegiatan itu tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dari kampus mereka saja tapi juga mahasiswa dari kampus lain bisa mengikutinya jika mereka ingin. Al hanya tak ingin banyak pria yang melihat Anastasya nanti.


‘’Habby please…’’ Anastasya terus merengek, menggunakan 1001 cara untuk membujuk Al sampai akhirnya pria itu tak bisa menolak dan mengizinkan Anastasya mengikuti kegiatan amal itu. Anastasya mencium seluruh wajah Al mungkin hampir 50 kali saking senangnya.


Malam harinya Anastasya sedang duduk di balkon ditemani dengan udara yang begitu sejuk dan langit yang begitu indah, berselancar di instagram melihat berbagai foto dan video dari idol kesayangannya.


Anastasya tersenyum dan tertawa bahagia sambil beberapa kali mengeluarkan kata pujian untuk sang idol.


‘’Oh ya Tuhan ganteng banget suamiku.’’ Anastasya mengusap-ngusap layar ponselnya dan menciumnya beberapa kali.


‘’Lagi apa bae, kenapa nyium-nyium ponsel?’’ Tanya Al yang tiba-tiba muncul dan duduk disamping Anastasya sambil melirik ponsel Anastasya.


Anastasya menghadap Al tersenyum sekilas padanya lalu mengalihkan pandangannya pada ponsel lagi dan meneruskan aktivitasnya.


Saking penasarannya Al menarik ponsel Anastasya dan melihat apa yang sedang dilihat Anastasya lalu Al melihat tak suka pada Anastasya yang kedapatan sedang melihat foto pria lain.


‘’Dia siapa bae? Kamu suka sama dia?’’ Al bertanya dengan nada tak sukanya tapi matanya masih melihat ke arah ponsel Anastasya sedang Anastasya yang mendapat pertanyaan itu mengangguk dengan begitu bersemangat membuat Al lebih jengkel.


‘’Bae kamu itu udah punya suami loh, ngapain keganjenan gitu sih sama pria lain?’’


‘’Ih kamu apa-apaan sih, dia itu idolaku dan nomor satu bagiku, bahkan menurutku aku bisa hidup tanpamu tapi aku tak bisa hidup jika sehari saja tak melihat foto atau videonya.’’


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2