
Dibanding mengingat masa lalu yang menyakitkan, akan lebih baik menambah banyak masa menyenangkan mulai dari sekarang dan menjadikannya masa lalu nantinya.
Namaku Natalie Violetta, ini adalah hari pertamaku pindah sekolah, seperti yang semua orang bayangkan aku tidak berasal dari negara ini melainkan dari Francis, memiliki darah Eropa membuatku akan terlihat mencolok ketika berada di Asia, meski begitu aku tidak keberatan.
Ketika aku masih kecil aku pernah tersesat di sebuah taman hiburan, saat itu aku bertemu dengan seseorang yang mengaku dari negara ini, memang benar saat itu aku sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakannya namun saat aku mencarinya di internet aku mulai mengerti satu hal.
Itu adalah bahasa Indonesia.
Aku sedikit melupakan wajah serta namanya kendati demikian aku yakin itu adalah sebuah keajaiban yang sulit dibayangkan orang lain, bagaimana mengatakannya.. Itu mungkin yang disebut pertemuan yang ditakdirkan.
Aku pergi ke kelasku bersama seorang guru, aku diminta menunggu sebentar di luar pintunya sebelum akhirnya masuk ke dalam, orang-orang mulai terlihat antusias dan sesekali mencoba menggodaku namun di antara mereka ada seorang laki-laki yang begitu cuek seolah tak peduli, dia sedang tidak memperhatikan dan hanya melihat ke arah jendela, tatapannya terlihat kesepian meski begitu tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, saat pandangan kami saling bertemu tiba-tiba saja aku merasakan hal aneh.
Jantungku berdegup kencang, rasanya aku pernah mengenal seseorang sepertinya namun sayangnya ingatanku tidak membiarkanku untuk memberitahukanku lebih jauh.
Aku memperkenalkan diriku di depan semua orang sebelum memutuskan untuk duduk di sebelah laki-laki tersebut, selama pelajaran kusepatkan meliriknya dan memperhatikan apa saja yang selalu dilakukannya bahkan saat pulang sekolah rasanya aku tidak ingin membiarkannya sendirian atau mungkin aku sendiri yang tidak ingin jauh darinya.
Jadi kuputuskan mulai sekarang aku ingin selalu bersamanya.
-
Dalam perjalanan ke ruang klub, Natalie degan senang bercerita kehidupan semasa kecilnya dimana dia suka menangkap serangga, bermain banyak porosotan di kota serta mengunjungi tempat-tempat yang dipenuhi kucing.
"Bukannya kucing itu sangat imut?"
Aku hendak menyentuh kepalanya tapi sayangnya dia dengan sigap menghalanginya dengan kedua tangan.
"Hentikan, tolong jangan sering melakukan itu."
__ADS_1
"Aku sedang mencoba menenangkanmu."
"Hal ini dilarang," balasnya mengembungkan pipi cemberut.
Yah, sesekali menjahili Natalie memang menyenangkan namun kurasa sudah cukup untuk hari ini.
Kami berdua melanjutkan perjalanan dan saat pintu dibuka, kulihat Erin dan Nurman sudah berada di sana.
Nurman sedang sibuk dengan laptopnya sedangkan Erin hanya menarik nafas bosan di sampingnya. Sejak masalah Nina selesai klub kami tidak pernah ada yang datang lagi.
"Kamu terlihat tidak semangat Erin?"
"Mau bagaimana lagi, tidak ada yang datang kemari."
"Bukannya itu bagus, kita tidak perlu lelah disibukkan dengan urusan orang lain," jawab Nurman.
"Kau ini, klub ini dibuat untuk membantu klub lain."
"Natalie?"
"Aku suka seperti ini."
Erin dan Nurman menantapku dengan pandangan bermasalah. Nurman yang lebih dulu membuka mulutnya.
"Arta, sepertinya aku siap melaporkanmu ke polisi sekarang."
"Oi, jangan salah paham.. Natalie yang salah."
__ADS_1
"Meski begitu, kau seorang pria yang berada dalam masa pubertas kau harusnya lebih berusaha menolaknya."
Enak sekali ngomong, orang ini sangat sulit diatur.
"Muu... kalian terlalu mesra, apa hubungan kalian berdua?"
"Te-teman," potong Natalie.
Wajah kedua temanku yang lain lebih bermasalah lagi.
"Kenapa kalian menatapku begitu?" tanyaku.
"Bukan apa-apa, yang jelas kalian berdua sangat merepotkan, benar kan Nurman?"
"Merepotkan sekali."
Tak lama kemudian sebuah ketukan di pintu terdengar dan Natalie akhirnya pindah ke kursinya sendiri.
Erin yang memintanya masuk, hingga sosok itu terlihat jelas, dia adalah Nina dan di sebelahnya berdiri menempel temannya.
"Lama tak bertemu kalian semua."
"Nina kah, kau terlihat lebih ceria."
"Tentu saja, ini semua berkat kalian semua... ah benar, namanya Lulu teman sekelasku, dia memerlukan bantuan klub pemecah masalah."
Natalie berdiri dengan pose bersemangat.
__ADS_1
"Masalah apapun kami akan berusaha membantumu, berhasil atau tidak itu semua tergantung pada dirimu sendiri."
Klub kami mungkin telah memiliki slogannya sendiri sekarang.