Love Day!

Love Day!
Chapter 67 : Hari Pertama


__ADS_3

"Arta sampai kapan kamu mau tidur? Sudah siang loh."


Aku memang sering membaca novel romcom tapi aku tidak pernah mengira akan menjalani hal yang mirip seperti itu di kehidupanku.


Natalie membuka tirai jendelaku untuk membiarkan cahaya menyilaukan masuk begitu saja ke dalam kamarku.


"Silau?"


"Kamu benar-benar tidak ingin bangun."


"Ini hari libur."


"Libur bukan berarti malas, atau aku akan naik ke atas ranjangmu sekarang."


Aku segera bangun setelah mendengar itu dengan pandangan bermasalah, tadinya aku hanya ingin berbaring di tempat tidur seharian namun karena keberadaan Natalie aku tidak bisa melakukannya.


Natalie berdiri di depan rak selagi membuka lembaran halaman novel, tentu di sana banyak sekali genre yang ditawarkan seperti horor, komedi ataupun fantasi, jika harus dibilang itu adalah perpustakaan kecil milikku.


"Bagaimana kau bisa masuk ke dalam kamarku?" tanyaku pada Natalie.


"Aku memiliki semua kunci di rumahmu, bibi dan adikmu sudah pergi jadi hanya kita berdua yang ada di rumah."


Aku hanya mendesah pelan, berada di rumah kini menjadi sesuatu yang berbahaya dalam artian berbeda.


"Kamu memiliki banyak buku yang hebat, tak hanya dari jepang, ada dari Cina maupun dari barat serta beberapa komik juga."


"Kau bisa mengatakan bahwa aku seorang otaku, ada beberapa hal unik dari setiap negara dan itu menjadi ciri khas tersendiri dalam sebuah novel yang mereka buat. Dari Indonesia juga tidak kalah menariknya seperti laskar pelangi, perahu kertas ataupun Dilan."


"Boleh aku membaca semuanya."

__ADS_1


"Kau bisa meminjam semuanya, aku sudah selesai membacanya."


"Aku senang."


Natalie meletakkan buku yang dipegangnya untuk mengambil buku yang baru, sepertinya dia juga tertarik dengan fantasi.


Yang dia ambil cerita berjudul 'TherMelian' yang cukup populer di Indonesia.


"Ngomong-ngomong sampai kapan kau berada di dalam kamarku? Karenamu aku tidak bisa keluar dari selimut."


"Mungkinkah..."


Natalie menatapku dengan mata berkilauan.


"Pergi sono."


Aku segera menepis pikiran aneh Natalie baru setelah mengganti pakaianku aku bisa menikmati sarapanku dengan tenang. Natalie juga mengambil tempat duduk yang sama di depanku.


"Um... biar kita bisa makan bersama."


"Seharusnya kau tidak perlu melakukannya."


"Ini hanya keinginanku saja, apa tidak boleh?"


"Maaf, lain kali aku akan bangun lebih pagi."


"Jangan dipikirkan aku tidak keberatan sih."


Aku mengalihkan pandanganku ke arah jam dan ini memang sudah jam 8 pagi.

__ADS_1


"Makanlah yang banyak."


Natalie mengambil sayuran lalu meletakkannya ke atas piringku, jumlahnya sangat banyak hingga nasinya tertimbun olehnya.


"Tunggu, kenapa aku harus makan sayuran? Berikan dagingnya."


"Siapa yang dapat dia yang mendapatkannya."


Dengan gerakan cepat aku mengambil satu lalu memasukannya ke dalam mulutku.


"Siapa yang dapat dia yang mendapatkannya," aku mengulang perkataan itu lagi hingga Natalie mengembungkan pipinya lalu berlari dan aku mengejarnya.


"Berikan dagingnya."


"Tidak mau."


Saat dia kehilangan keseimbangan aku menangkapnya hingga Natalie berada di atasku.


"Kenapa kau selalu membuat hal seperti ini?"


"Tidak apa, bukannya ini menyenangkan."


"Cepat bangun dariku."


"Kita tidak ciuman dulu."


Aku hanya mendesah pelan untuk memberinya pukulan karate.


"Mari ke taman."

__ADS_1


"Um."


Rumah memang bukan tempat aman untuk beberapa minggu ke depan. Aku dan Natalie bermain ayunan yang sama. Biasanya taman akan terasa sepi apalagi pada jam sibuk seperti ini akan tetapi sekarang sangatlah ramai ada yang sedang bermain pasir, berlarian ke sana kemari ataupun hanya menghabiskan waktu bersama keluarga.


__ADS_2