Love Day!

Love Day!
Chapter 77 : Pengakuan


__ADS_3

Aku mengawali langkah pertamaku untuk masuk ke dalam kelas satu, semua orang yang tertawa seketika terdiam saat melihatku atau sejujurnya berubah mematung.


Aku benar-benar tidak menyukai reaksi seperti ini.


Aku mendekat ke arah Ena selagi berkata.


"Bisakah kita bicara sebentar?"


"Hiiii... maafkan aku."


"Kenapa kau minta maaf?" kataku lemas.


Di atas atap itu aku bersandar di dinding selagi memperhatikan dua orang gadis yang saling berhadapan, pertama Ada Cynta Lores dan satu lagi Ena Itsuki.


Keduanya tampak berbeda tapi keduanya gadis cantik seperti yang dipikirkan banyak orang, aku tidak heran jika setengah dari sekolah ini akan menjadi model di masa depan nanti.


Cynta berlutut di depan Ena selagi mengulurkan tangannya, mereka mirip seperti seseorang yang mengutarakan perasaannya.


"Selama ini aku selalu memperhatikanmu, maukah..."


"Kyaa, kita sesama gadis, itu tidak mungkin."


Cynta melirik ke arahku dengan tatapan menangis seolah berkata 'Selamatkan aku' salahnya sendiri bertingkah seperti itu.


Aku menarik nafas panjang untuk menjelaskan situasi sebenarnya. Wajah Ena menjadi lebih cerah.


"Jadi begitu, baiklah... mari kita berteman."


Ena mengulurkan tangannya ke arah Cynta yang diterima baik olehnya.


"Ena."

__ADS_1


"Hm... bagaimana kalau kita pergi ke toko kue selepas pulang sekolah?"


"Dengan senang hati."


Padahal keduanya bisa langsung mengatakan itu tanpa perlu mengandalkan kami.


Sedikit cerita sesaat sebelum sekolah ini dibuka.


Cynta dan Ena pernah bertemu.


Saat itu Cynta kehilangan dompetnya dan yang menemukannya adalah Ena, sejak itu Cynta ingin berteman dengannya.


Kebetulan saja mereka berada di satu kelas yang sama dan kebetulan saja mereka juga orang penyendiri yang sulit berkomunikasi dengan orang lain.


Hal itu mengingatkanku tentang masa laluku sendiri, jika aku tidak bertemu dengan Natalie aku mungkin akan selalu jadi penyendiri selamanya.


Walau sederhana aku senang bisa membantu mereka berdua. Aku membuka ponselku dan mengirimi pesan ke seluruh anggota klub.


Setelahnya, kami kembali jarang mendapatkan permintaan lagi dari klub hingga tanpa kusadari hari libur datang lebih cepat dari yang kubayangkan.


Biasanya di hari cerah seperti ini aku akan menghabiskan waktuku di dalam kamar untuk bermalas-malasan dengan bermain game ataupun sekedar membaca novel tapi sekarang hal itu hanya akan berubah menjadi impian saja.


Di taman yang luas itu aku hanya menatap kosong ke arah Natalie.


"Sakit, aku terjatuh lagi... Arta bantu aku berdiri."


"Kau sudah jatuh lebih dari 20 kali loh... apa tidak masalah?"


"Jangan khawatir, aku akan mencobanya terus."


Sekarang aku sedang mengajari Natalie bersepeda, ini pertama kalinya dia mencobanya.

__ADS_1


"Aku akan memegangimu lagi."


"Tidak usah, aku akan melakukannya sendiri."


"Mungkin kau terlalu cepat menggunakan dua roda, bagaimana dengan dua roda tambahan lagi?" atas pernyataanku Natalie mengembungkan pipinya seolah akan menangis.


"Aku cuma bercanda, tapi kenapa kau mendadak ingin belajar bersepeda?"


"Sebentar lagi akan diadakan lomba goes pasangan yang dilakukan sebuah wedding organizer, aku ingin mengikutinya bersamamu."


"Pasangan? Di sini? Aku sama sekali tidak tahu."


"Acaranya sendiri akan dilakukan dua Minggu lagi."


Karena itulah banyak orang yang bersepeda juga di sini.


"Lalu apa hadiahnya?"


"Selain uang, pasangan yang menang bisa melakukan sesi pemotretan seperti dalam pernikahan."


Aku dan Natalie menikah.


Tidak.


Hanya mengenakan kostum dan di foto saja, tidak lebih.


"Aku ingin segera menguasainya."


"Apa boleh buat, jangan terlalu memaksakan diri."


"Baik."

__ADS_1


__ADS_2