Love Day!

Love Day!
Chapter 75 : Pemintaan Dari Murid Asing


__ADS_3

Karena sudah lama ruangan klub ditinggalkan akhirnya banyak debu yang menempel, karena itu saat bel pulang sekolah berbunyi semua anggota klub datang untuk membersihkannya.


Aku dan Natalie telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, seperti ember, sapu serta lap pel.


Untuk sentuhan khusus aku juga sudah membawa produk pembersih lantai hingga semuanya menatap kagum.


"Mustahil, bukannya ini pembersih lantai 3000, dengan harga tiga ribu rupiah kau bisa membuat lantai apapun mengkilap," teriak Nurman disusul Erin.


"Aah, ini benda yang sangat sulit didapatkan... kudengar dalam waktu sehari bisa terjual habis dalam lima menit saja."


Natalie juga tak kalah semangat dengan kedua orang tersebut.


"Karena barang itu sangat laku dan selalu dikelilingi ibu-ibu yang mencari diskonan, aku menyerah untuk membelinya."


Erin, Nurman dan Natalie bersujud di bawah kakiku selagi menyembahku beberapa kali.


"Hidup Arta yang agung."


"Hidup."


"Akan kulemparkan kalian ke jendela," teriakku penuh emosi.


Kami mulai membagi tugas masing-masing, aku dan Natalie beralih untuk membersihkan jendela dalam.


"Aku tidak mencapainya, Arta tolong gendong aku.. aku bisa menginjak bahumu."


"Ogah, gunakan kursi saja."


"Tapi aku kasihan pada kursinya harus diinjak."


"Dengan kata lain derajatku lebih rendah dari kursimu."


"Tepat sekali."

__ADS_1


Aku menarik pipi Natalie.


"Akyu cumya bercandya... kyaaaa, pipiku jadi tembem."


Semua orang di klub ini memang tidak beres sama sekali.


"Hey Nurman, ini masih kotor... bersihkan kembali?"


"Siapa dirimu berani memerintahku, aku sudah cukup baik membersihkannya barusan."


"Ucapkan selamat tinggal untuk laptopmu ini."


"Uwaah... aku akan melakukannya Ratu Erin."


"Um.. um bagus, bagus."


Akhirnya kita tahu siapa yang paling kejam di ruangan ini, aku mendesah pelan lalu memeras air dari lap kotor di tanganku ke dalam ember. Setelah beberapa saat ruangan yang bersih menjadi pemandangan yang menyegarkan.


"Aromanya harum sekali, aku bisa berbaring di lantai ini sepuasnya."


"Rok kalian terbuka, ampun... jadi gadis sedikitlah berhati-hati."


Aku melirik Nurman dan ia sudah memainkan laptopnya.


"Belakangan ini beberapa pemain kuat telah menembus wilayah yang kuciptakan, sekarang aku kebingungan untuk membuat wilayah baru, apa sebaiknya aku Nerf semua pemain."


"Kau akan langsung kehilangan pekerjaanmu setelahnya," kataku lemas.


Mereka memang seperti ini jadi aku lebih suka membiarkan semuanya apa adanya. Aku menarik kursi paling dekat untuk membaca novel yang belakangan ini kubeli dari toko buku.


Bertepatan itu sebuah ketukan terdengar dari balik pintu, Natalie dan Erin segera membentulkan posisi mereka sebelum aku sendiri yang membuka pintunya.


"Anu... apa ini klub relawan yang bertujuan untuk membantu siswa lain yang dalam kesulitan."

__ADS_1


"Benar sekali, namamu?"


"Ah, namaku Cynta Lores.... aku baru pindah ke sekolah internasional ini dari Australia."


"Silahkan duduk."


Aku memberikan kursi baru untuknya lalu menyeduh teh juga.


"Terima kasih."


"Silahkan."


Aku memutuskan untuk duduk di samping Nurman selagi mendengarkan obrolan Natalie dan Erin. Seorang gadis cenderung merasa sedikit kurang terbuka saat menceritakan masalahnya pada laki-laki karenanya Erin dan Natalie lebih cocok untuk menjadi pendengar yang baik.


"Sebenarnya ada seseorang teman di kelasku yang cukup menarik, aku ingin bisa menjadi temannya."


"Maksudmu lawan jenis?" tanya Natalie.


"Bukan, dia seorang gadis manis."


Aku dan Nurman yang tadi acuh tak acuh mulai berdiri terkejut.


"Mungkinkah kau menyukainya?"


"Aku sangat menyukainya."


Erin segera menjitak kepala kami berdua hingga kami mengerang kesakitan.


"Apa yang kalian pikirkan, gadis cenderung sangat perasa... karena dia mengatakan menyukainya bukan berarti Cynta memiliki ketertarikan seperti itu."


"Benarkah?" tanyaku demikian.


"Perasaan gadis itu cukup sulit, kalian harus kuliah selama 10 tahun untuk tahu akan hal itu, dan bertapa satu tahun di gua keramat."

__ADS_1


Lebih sulit melakukan kedua hal itu oi.


__ADS_2