
Awalnya aku ingin membantu di kedai milik ibuku, akan tetapi di luar dugaan Erin berada di sana dengan baju pelayan.
"Fufu bagaimana? Mulai sekarang aku bekerja paruh waktu di sini, sekarang kau bisa bebas belajar dan serahkan semuanya padaku."
Aku melirik ke arah Ibuku dan dia menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Aku sudah banyak merepotkan anakku sudah waktunya putraku untuk berpikir tentang masa depannya sendiri.. sana hus hus."
"Jangan mengusir anakmu seperti itu," teriakku.
Pada akhirnya aku pulau lebih awal, kedua adikku lebih suka menghabiskan waktu di kedai karena itulah tidak ada siapapun di rumah.
Aku melemparkan tasku ke atas ranjang lalu duduk di meja belajar untuk membaca, kebanyakan buku adalah tetang kedokteran bahkan hanya sedikit novel yang kumiliki di sana.
Ketika waktu berlalu dengan cepat dering ponselku berbunyi, menampilkan satu pesan masuk dari Natalie.
Dia sudah login ke game lima menit lebih awal dari dijanjikan, karena itu aku menutup bukuku lalu beralih ke komputer untuk mengklik game online bernama Highland Fantasy.
Pertama aku mengisi pendaftaran awal, menentukan karakter dan menyelesaikan tutorialnya hingga dikirim ke kota awal.
Avatar yang kubuat tidak berbeda jauh denganku, sementara untuk pakaiannya dia mengenakan jubah lusuh dengan tongkat kayu di mana aku memilih job Mage sebagai identitas.
Pemandangan kota awal yang mirip seperti kota di abad pertengahan tampak menarik banyak pemain baru, diantara itu aku mencari keberadaan Natalie, jika tidak salah karakternya bernama Nevi.
Tak lama kemudian sebuah undangan pertemanan masuk ke dalam pemberitahuanku.
__ADS_1
Aku sudah memberitahukan nama Avatarku pada Natalie dan namaku adalah Aran.
Aku mengklik tombol 'Yes' dan melihat sosok Avatar Natalie yang tidak seperti sosok pemain pemula, dia mengenakan gaun putih serta rambut pirang panjang dengan mahkota, telinga runcing memperlihatkan bahwa dia dari ras elf.
Walau cuma di game, karakternya terlalu cantik dan terbuka.
Natalie mengirim chat pribadi.
[ Bagaimana sosokku?]
[ Cantik, tapi bukannya itu berlebihan untuk pemain pemula]
Aku mengatakan yang sebenarnya.
[ Benarkah? Tapi aku suka, apa kau memiliki handphone di sana, bagaimana kalau kita mengobrol dengan suara saja]
Aku melakukan apa yang dikatakan Natalie, kata yang keluar dari Natalie adalah.
"Mari menikah."
"Tunggu sebentar, di sini dikatakan kau hanya bisa menikah setelah berlevel 50."
"Hmm.. tidak seru, mari ambil guest kalau begitu untuk menaikan level Arta."
Ketika kami berdua berjalan di tengah kota para Npc yang seharusnya hanya berdiri di tempat mulai berlutut lalu menyembah ke arah Natalie, semua pemain paling tidak ada 50 orang, tampak kebingungan. Kau bisa melihat chat publik mereka.
__ADS_1
[Apa-apaan itu, para NPC tiba-tiba saja menyembah wanita itu?]
[ Ini mungkin Event dadakan? Coba aku menyembahnya juga, kurasa di bagian ekpresi ada pilihannya]
[Aku juga]
Dan semua orang mulai melakukan hal sama dan selanjutnya mereka naik 10 level.
Aku yang menyaksikannya hanya bisa mendesah pelan dengan bahu lemas.
Ini jelas ulah Nurman.
Aku menghubungi Nurman lewat ponselku.
"Apa-apaan ini, Avatar Natalie?
"Dia memintaku menjadikannya seorang Dewi, kau tahu aku tidak bisa menolak permintaannya, maaf aku sibuk... karena ini, emailku dibanjiri pemain dari seluruh dunia."
Aku bisa mengerti akan hal itu.
Telepon akhirnya terputus dan aku berkata ke arah Natalie.
"Bisakah kau menggunakan karakter yang normal."
"Heh, padahal ini bagus?"
__ADS_1
"Aku tidak ingin terlalu mencolok seperti ini, bahkan ada orang yang mengecapku pembantu Dewi."
"Hmm, aku akan melepaskan peralatannya."