Love Day!

Love Day!
Chapter 63 : Kebiasaan Sejak Kecil


__ADS_3

Setelah berbelanja buku aku hendak membuka kunci pintu rumah kediamanku, anehnya pintunya sudah terbuka.


Ada sepasang alas kaki di sana hingga aku bertanya-tanya siapa yang ada di dalam. Ketika aku melangkah masuk tampak sosok gadis duduk di sofa selagi memakan kripik kentang, ia mengenakan kaos polos dengan celana pendek.


"Aku pulang."


"Selamat datang, aku sudah menyiapkan air panas silahkan pakai saja."


"Ah iya."


Aku hendak masuk ke kamarku lalu berteriak.


"Tunggu, apa yang kau lakukan di sini?"


"Ibumu memberikan kunci rumahnya, katanya aku bisa mampir ke sini setiap saat."


"Apa yang Ibuku pikirkan?"


"Apa ada yang salah?'


Orang yang pura-pura bodoh itu adalah seorang gadis berusia lebih tua dariku, Mei.


"Fufu mungkinkah kau memikirkan hal aneh dalam benakmu."


"Sama sekali tidak."


Dibanding seorang gadis aku memperlakukannya seperti seorang pria, aku tidak ingin mengatakannya karena itu terdengar kasar.


"Pokoknya aku akan mandi dulu."


"Mau aku bantu menggosok punggungmu."


"Ogah."


Selesai mandi aku mengeringkan rambutku di sofa di depan Mei yang tertawa karena sebuah acara yang ditontonnya.

__ADS_1


Dia bertingkah seperti di rumahnya sendiri dan jujur aku sama sekali tidak merasakan jantungku berdegup kencang atau hal lain seperti itu.


Dia menyodorkan kripik kentang ke arahku.


"Mau?"


Aku mengambil satu buah lalu memasukannya ke dalam mulutku, kalau tidak salah kripik ini, adalah kripik sultan yang harga satunya sekitar 100 ribu rupiah.


Dan rasanya benar-benar enak.


"Sebaiknya kau pergi sebelum adikku pulang."


"Karena aku kakakmu, dengan kata lain mereka juga adikku juga," katanya percaya diri.


Aku mendesah pelan sebelum menjawabnya.


"Kupikir kau ingin menjadi pacarku atau sebagainya?"


"Fufu apa kau menginginkannya, maaf membuatmu kecewa tapi aku melakukan hal itu demi membuat Natalie lebih lengket denganmu."


"Kau tidak marah, aneh sekali..."


Yang aneh di sini adalah orang ini.


"Di setiap drama selalu ada pihak ketiga yang ingin ikut campur dan membuat hubungan hancur, aku hanya ingin mengisi bagian itu."


"Sebaiknya jangan mencampur adukkan dunia itu dan dunia nyata."


"Jika tidak ada, kau hanya akan memainkan komedi romantis saja."


"... kau sama sekali tidak mendengarkanku ya?"


Sementara aku tersenyum masam, Mei masih fokus dengan acara kesukaannya.


"Aku akan memasak, apa ada yang kau inginkan?"

__ADS_1


"Nasi goreng, aku sudah lama tidak memakannya... pastikan pakai sosis dan tidak menggunakan telur."


"Kau tidak suka telur, aku tidak ingat itu?"


"Sebenarnya aku sedang diet."


"Diet apanya, tubuhmu sudah kecil seperti itu dan juga tidak ada orang yang mengatakan diet saat mereka sedang memakan kripik sebanyak itu."


"Terserah aku."


Pada akhirnya aku menyiapkan nasi goreng seperti yang dia inginkan untuk dua porsi.


"Nasi goreng paling enak jika dimakan dengan kripik seperti ini, apa kau ingin mencobanya?"


"Tidak, aku lebih suka memakannya secara terpisah."


"Tidak menarik."


Aku mengambil sesendok nasi lalu memasukannya ke dalam mulutku, seperti biasanya nasi goreng buatanku terasa enak.


Aku tidak mungkin bisa pamer dengan ini karena semua orang bisa membuatnya dengan mudah.


Akan tetapi bagi Mei.


"Hueeeeeh."


Dia menangis.


"Kenapa kau menangis?" kataku terkejut.


"Habisnya, habisnya, ini sangat enak.... ini pertama kalinya aku makan bersama seseorang."


Aku tersenyum lembut lalu menepuk rambutnya.


Orang tua Mei selalu sibuk dan mereka selalu menghabiskan waktu mereka di luar negeri, syukurlah aku bertemu dengannya setelah sekian lama.

__ADS_1


Kebiasaan Mei adalah saat seseorang menepuk rambutnya dia akan langsung berhenti menangis, aku sudah melakukan ini sejak lama.


__ADS_2