Love Day!

Love Day!
Chapter 48 : Hari Libur Kedua


__ADS_3

Pagi berikutnya aku kembali mengunjungi kediaman Natalie, berbeda dari kemarin, aku juga mengajak adik kembarku.


Saat Nayla melihat mereka, dia langsung memeluknya.


"Imutnya.... imut, siapa nama kalian?"


"Namaku Dino."


"Aku Dina."


"Kami kelas tiga SD."


"Begitu, senang bertemu dengan kalian, namaku kak Nayla kelas satu SMP, mulai sekarang kalian akan menjadi adik-adikku... apa kalian suka cemilan?"


"Cemilan."


"Kakak punya banyak, mari makan sebanyak-banyaknya sambil bermain ular tangga."


"Um."


Hal baik dari keluarga Natalie adalah mereka mudah sekali akrab dengan seseorang yang menurut mereka baik.


Aku bahkan sesekali melihat ibuku sedang berbincang-bincang santai bersama Ibu Natalie, kurasa keduanya telah menjadi teman akrab dalam waktu singkat seperti apa yang kulihat sekarang pada putrinya dan kedua adikku.


Sebelum memasak, aku memutuskan untuk melihat keadaan Natalie, saat pintu diketuk suaranya terdengar lebih jelas dari sebelumnya.


"Silahkan masuk pintunya tidak dikunci."


Aku melakukan apa yang seperti dia katakan.


"Bagaimana keadaanmu?"

__ADS_1


"Agak mendingan."


Kamar Natalie tidak jauh dari kamar gadis seumurannya, aku sempat melihat boneka kucing yang pernah kuberikan padanya.


"Tak usah bangun, berbaring saja."


"Ah iya."


Aku meletakkan tanganku di keningnya untuk memeriksa suhu tubuhnya, demamnya sudah turun dan nafasnya juga sudah teratur dengan baik.


Aku tanpa sadar menarik nafas lega.


"Maaf membuatmu khawatir, padahal aku selalu berfikir ingin merawat Arta saat sakit, aku bahkan sudah menyiapkan baju perawat sexy dan baju maid sexy di lemariku."


Keduanya memakai kata sexy di akhirnya.


Syukurlah aku belum sakit sampai sekarang, pastinya dia memiliki niat tersembunyi di dalam hatinya.


"Jangan dipikirkan, aku lebih suka merawat seseorang dibanding dirawat."


"Aku akan menyiapkan sarapan dulu."


"Tunggu sebentar, aku bosan terus berada di kamar bisa bantu aku berdiri, aku ingin melihatmu memasak."


"Baiklah."


Aku membantu Natalie berjalan menuju ruangan dapur, walau sedang sakit aroma harum dari tubuhnya tidak pernah menghilang, ketika dia berhasil duduk di kursi, dia menyandarkan pipinya di meja selagi melirikku dengan pipi memerah.


"Aku ingin makan selain bubur."


"Kalau kau bisa memakannya, aku akan mengizinkannya."

__ADS_1


"Senangnya, Arta sangat mahir dalam segala hal, aku yakin saat kita menikah, kamu akan menjadi sosok ayah yang bisa diandalkan."


"Jangan mengatakan hal seperti itu."


"Dasar pemalu."


Aku mengenakan celemek yang sebelumnya diberikan oleh Nayla hingga Natalie tidak bisa menahan tawanya.


"Adikmu yang memintaku memakainya."


"Maaf, maaf, aku hanya membayangkan bagaimana pria yang ditakuti di sekolah ternyata memakai apron imut."


Aku hanya menjatuhkan bahuku lemas lalu mencuci ikan gurame yang kubeli kemarin malam. Aku ingin membuat menu utama dari makanan laut karena itu, aku sudah menyiapkan udang serta beberapa kepiting yang akan kurebus bersamaan dengan kerang, kebanyakan di dalam kulkas kediaman keluarganya dipenuhi daging, sesuatu seperti makanan sea food jelas sesuatu yang jarang mereka nikmati.


Tentu sebelumnya aku juga bertanya pada Nayla apakah mereka menyukai makanan laut? Dan dia menjawab, "Tentu saja," dimana ketika di Prancis juga mereka banyak memakannya.


"Arta tidak mengambil bahan makanan di kulkas, apa semua itu dibeli oleh uangmu sendiri?"


"Aku punya tabungan di rumah jadi jangan khawatir."


"Meski kau mengatakan itu, bahan makanan laut cukup mahal loh."


"Jika kau membahasnya aku akan marah loh, ini hanya sedikit hal yang bisa kulakukan, bukannya kalian jarang makan makanan seperti ini."


"Heh, Arta memeriksa isi kulkas kami dengan cermat yah.... kami terlalu menyukainya hingga kami menghabiskannya sangat cepat."


Aku segera mengalihkan pandanganku ke samping untuk menghindari tatapan Natalie yang menggoda lalu merubah topik pembicaraan.


Jika di dunia ini ada Succubus seperti di dunia fantasi. Natalie mungkin salah satunya.


"Ngomong-ngomong ibuku akan mengajarimu cara memasak, ketika senggang kau bisa datang ke kedai, jadi cepatlah sembuh."

__ADS_1


"Um."


Natalie dengan senang menganggukkan kepalanya.


__ADS_2