
Beberapa hari berlalu setelah liburan pertamaku dimulai, sekarang hal merepotkan dimulai lagi.
Di bukit di luar kota aku telah mengenakan kaos t-shirt polos dengan celana pendek, serta topi dan juga jaring penangkap serangga.
Hanya satu yang aku syukuri bahwa aku tidak sendirian, Erin dan Nurman juga ikut denganku. Yah... semua ini permintaan Natalie. Sebelum kami kembali ke sekolah kami memutuskan untuk mengabulkan permintaan satu sama lain.
Aku sempat mengajak adikku tapi mereka bilang 'Menangkap serangga? Kami bukan anak-anak lagi' sekarang aku ragu kami ini anak SMA atau bukan.
Di sisi lain semua orang kecuali aku tampak bersemangat, untuk para gadis mereka juga mengenakan celana pendek dengan kaos yang serupa.
Jarang-jarang melihat keduanya memakai setelan seperti itu, walaupun sebenarnya Erin sedikit tomboi dia jarang mengenakan celana pendek.
Aku mengalihkan pandangan ke arah pohon di mana seorang robot wanita duduk di sana selagi memperhatikan kami, dia Mimi seorang android.
Setiap kami melakukan kontak dia bisa membalasnya dengan baik, dan seiring waktu dia banyak mempelajari hal baru dari kami.
"Nah Nurman apa kita tidak mengajak Mimi juga menangkap serangga?"
"Aku sudah mengatakannya tapi dia bilang, aku robot yang normal tidak ada ketertarikan hal seperti itu."
"Begitu."
Natalie dan Erin mendekat.
Erin berkata ke arah Nurman.
"Nurman, kita mencari di pinggir sungai saja... di sana pasti banyak serangga."
__ADS_1
Nurman membalas dengan nada datar.
"Aku manusia normal, tidak ada ketertarikan hal seperti itu."
"Nurman jadi Mimi kedua," teriakku.
Walau menolak dia tetap saja diseret.
"Kenapa hal seperti ini terjadi padaku?"
"Ikutlah, jangan banyak protes."
Kurasa Nurman sedikit pobia pada serangga.
"Kalau begitu kita juga Arta."
"Baik."
"Memangnya untuk apa kita mencari kumbang tanduk?"
"Tentu saja untuk kita makan."
Sementara aku sedikit terkejut Natalie malah tertawa lalu melanjutkan.
"Aku cuma bercanda, aku bertemu dengan seorang gadis kecil, dia mengatakan ingin seekor kumbang tanduk sebelum melakukan operasi."
Ah, jadi begitu.
__ADS_1
Mengabaikan sifat jahil serta menggodanya, Natalie memang orang yang sangat peduli dengan orang lain.
Dengan ini aku menjadi semangat untuk mendapatkan serangga tersebut, beberapa saat setelah mencari kami sama sekali tidak bisa menemukannya sampai Nurman dan Erin pun kembali.
Nurman muncul dengan pakaian yang basah.
"Kalian tidak akan percaya. Nurman berlarian saat dia melihat seekor capung kemudian terpeleset dan jatuh ke dalam sungai haha itu sangat lucu."
"Berisik."
"Apa kalian menemukan kumbangnya?"
"Masih belum."
Nurman menunjuk ke arah Mimi yang masih diam di tempatnya.
"Apa itu seekor kumbang?"
Kami semua terkejut karena beberapa kumbang telah menempel padanya. Harusnya sejak awal kami mengandalkannya.
Saat menjelang sore hari kami semua mengunjungi rumah dari gadis kecil itu, di jalan kecil itu Natalie memberikan sebuah kurungan di mana empat kumbang yang kami tangkap ada di dalamnya.
"Terima kasih kakak."
"Bukan masalah, lain kali kita bisa menangkapnya bersama... kembalilah setelah kamu sembuh."
"Um."
__ADS_1
Ibunya tampak membungkukan badan ke arah kami sebelum akhirnya pergi.
Karena rumah sakit yang akan merawatnya sangat jauh dia akan pindah ke sana, dan mungkin ini adalah perpisahan antara Natalie dan gadis tersebut.