Love Day!

Love Day!
Chapter 72 : Menyiram Taman Sekolah


__ADS_3

Karena ulah seseorang aku harus pergi ke sekolah di hari libur untuk menggantikan penjaga yang sedang liburan.


Walau pekerjaan ini sepele tetap saja cukup merepotkan terlebih aku tidak datang sendirian melainkan bersama Natalie.


Yup, kami berdua di sekolah dalam keadaan sepi kecuali bunyi serangga yang selalu ada ketika musim panas di luar negeri.


Natalie yang mengenakan celana pendek serta pakaian garis-garis berkata ke arahku.


"Apa aku bisa membantumu menyiraminya sekarang?"


"Walau aku bilang jangan, kau pasti akan menyiramnya juga."


"Tepat sekali, aku ini seorang pemberontak," balas Natalie tersenyum bangga hingga aku hanya membalasnya dengan helaan nafas panjang.


Aku mengambil selang yang mana kusatukan dengan pipa air taman yang lalu kuberikan pada Natalie yang menatapku dengan mata berbinar.


"Misi telah diterima, aku akan memberikan air kehidupan ini pada seluruh ekosistem di taman ini."


"Hati-hati jangan menyirami dirimu sendiri."


"Aku ini bukan bocah."


Ada bagian yang tidak bisa disiram secara instan karena itu aku mengambil penyiram bunga lalu menyirami bunga yang diletakkan di pinggir-pinggir koridor.

__ADS_1


Mereka tumbuh baik di sini.


Saat kami kembali ke sekolah ini, nanti semua hal jelas akan berbeda.


Setelah selesai aku mengecek keadaan Natalie seperti yang kuduga dia terduduk selagi berusaha mengeringkan pakaiannya di bawah sinar matahari.


"Aku menyiram diriku sendiri barusan, karena airnya tiba-tiba hilang aku mengeceknya tahu-tahu aku disembur hehe."


"Kurasa sebelum kau kering, kita tidak akan pergi kemana-mana."


Kami berdua memutuskan untuk pergi ke ruangan kelas kami, matahari masih bisa menembus jendela jadi aku meminta Natalie duduk di sana dengan kursi yang kuberikan padanya sementara aku duduk di depannya di area teduh.


"Aku ingin cepat bisa sekolah lagi, aku merindukan suasana di sini."


"Eh, benarkah? Saat aku bersekolah di Paris aku hanya menerima satu kelas sampai lulus dan kelas juga hanya ada 15 orang saja."


Pasti sekolah untuk orang kaya.


Aku menambahkan.


"Di kelas tiga kita duduk berdua saling bersebelahan dan kurasa Ibu Sania masih akan menjadi wali kelas kita."


"Senangnya, jika begitu aku ingin duduk dengan Arta... boleh kan?"

__ADS_1


"Aku tidak keberatan sih, tapi semua itu masih tergantung wali kelas kita."


"Kalau begitu aku akan menyuapnya dengan semua makanan manis nanti"


Aku ragu dia akan tergoda lagipula sejak dulu tidak ada kursi yang diisi berlawanan jenis kelamin, jika pun ada.. itu pasti akan banyak menarik perhatian.


Setelah pakaian Natalie kering baru kami berdua bisa pulang. Saat liburan Natalie tinggal bersamaku karena itu kami bisa pulang bersama.


Saat aku hendak mengambil air minum di kulkas wajahku memucat, di sana tertempel pemberitahuan 'Ibu dan adikmu pergi berlibur bersama seluruh pekerja kedai, kami akan kembali tiga hari berikutnya. Tolong jaga rumah bersama Natalie."


Tiba-tiba saja tubuhku merinding saat aku mengalihkan pandanganku ke arah pintu tampak Natalie menatapku dengan pandangan mengkilap.


"Apa bibi sedang pergi? Bukannya kita hanya tinggal berduaan, mungkin sesuatu akan terjadi saat malam nanti aku harus mempersiapkan makan malam dan pakaian yang imut."


Sebagai pencegahan aku akhirnya memanggil ibu Natalie dan ia segera menyeret putrinya pergi.


"Lepaskan aku, aku masih ingin tinggal di sini padahal liburan masih tiga hari lagi."


"Kalau begitu kami permisi."


"Terima kasih."


Natalie mengembungkan pipinya bertepatan saat aku menutup pintu. Walau terasa sepi ini jelas lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2