Love Day!

Love Day!
Chapter 09 : Hadiah Dari Pengagum Rahasia


__ADS_3

Udara hari ini memang terasa lebih dingin dari kemarin, meski begitu aku tidak menyangka akan menemukan sebuah syal di depan pintu kamarku dan sebuah surat di dalamnya.


Dalam perjalanan aku membaca isinya demi menemukan nama dari si pengirim, jika bukan Natalie aku tidak tahu siapa lagi orang yang akan baik padaku.


Saat aku melihatnya itu malah lebih mengejutkan, di sana tertulis pengagum rahasia, aku tidak pernah mengira ada hal seperti ini di hidupku yang kelam.


"Selamat pagi Arta, tidurmu nyenyak malam tadi?'


Di dalam kelas itu aku buru-buru menyembunyikan surat yang kupegang di tanganku.


"Tunggu, sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku, aku ingin melihatnya."


"Bukan apa-apa."


"Heh."


Natalie mendekatkan wajahnya dengan pandangan berbinar lalu berkata.


"Setiap aku melihatmu jantungku berdegup kencang, mohon terima pemberianku dari pengagum rahasiamu."


Aku menarik pipi Natalie.


"Jadi benar kau."


"Uwaahh... aku minta maaf, aku pikir Arta suka yang begituan."


Walau Natalie mengatakan itu dan ini aku sama sekali tidak tahu bahwa dia berbicara jujur atau berbohong, yang jelas dia hanya mencoba menjahiliku. Aku menaruh tasku di meja lalu duduk di kursi sementara Natalie duduk di kursinya selagi melirik ke arahku.

__ADS_1


"Terima kasih Natalie, syal ini sangat hangat."


"Ah iya."


Natalie menundukan kepalanya selagi menggesek-gesekan kedua tangannya dengan wajah memerah.


"Syukurlah jika Arta menyukainya."


Saat istirahat semua siswa telah menerima lembar hasil ulangan minggu kemarin, bukannya aku sombong akan tetapi aku berhasil mendapatkan nilai 80 dengan hasil usahaku sendiri.


Natalie tiba-tiba duduk di pangkuanku.


"Apa yang kau lakukan?" tanyaku.


"Biarkan aku duduk di sini sebentar."


Ini jelas sangat berbahaya tapi aroma rambut Natalie benar-benar harum jadi aku merasa tidak keberatan.


Aku menatapnya dengan pandangan bermasalah.


"Semua soal ulangan ini belum pernah aku ajarkan padamu, kau pasti membohongiku dari awal bukan? Tentang nilaimu."


"Ugh."


Natalie buru-buru bangun dengan wajah panik.


"Aku harus pergi ke toilet, sampai nanti."

__ADS_1


Dia malah melarikan diri.


Di jam terakhir kami belajar sendiri, kebanyakan siswa akan sibuk mengobrol satu sama lain dengan meriah, karena aku tidak memiliki teman aku selalu mengisinya dengan membaca buku seperti yang kulakukan sekarang.


"Masa muda adalah kebohongan."


"...."


"Mereka yang menikmati masa muda, mati saja."


Suara itu bukan berasal dariku melainkan sang pengganggu Natalie yang entah kenapa muncul di belakangku mirip seperti hantu.


"Kau suka lite novel dari Jepang, Oregairu kah.. aku suka dengan tokoh Yukino, dia mirip sepertiku kan."


Sama sekali beda jauh.


Aku ingin mengatakan itu tapi segera kuurungkan dan beralih ke pertanyaan yang lain.


"Apa Natalie pernah membacanya juga?"


"Tidak, aku lebih suka versi animenya, kalau tidak salah itu berakhir di S3, aku sedikit kasihan sama Yui tapi aku juga senang karena Yukino yang dipilih."


"Jangan memberikanku Spoiler dan sebenarnya kau ini senang atau sedih?"


"Keduanya."


Natalie malah tertawa kecil lalu melanjutkan.

__ADS_1


"Masih ada 10 menit lagi sampai bel sekolah berbunyi, bagaimana kalau kita keluar lebih dulu dan pergi ke ruang klub."


Aku melirik sekeliling kelas yang terlihat sibuk dengan diri mereka sendiri, bahkan jika kami berdua pergi itu tidak jadi masalah.


__ADS_2