Love Day!

Love Day!
Chapter 60 : Persaingan Diantara Gadis Ternyata Menakutkan


__ADS_3

Di kamarku itu, aku hanya bisa duduk selagi menundukan kepalaku, sementara Mei dan Natalie saling menatap satu sama lain penuh permusuhan.


"Menurutku, orang yang cocok menjadi pasangan Arta itu, adalah seorang gadis dengan tubuh mungil serta berkepribadian ceria yang bisa mendukungnya setiap hari."


"Tidak, tidak, Arta itu suka gadis yang terlihat seperti model, rambut panjang serta terlihat imut... dan juga."


"Juga apa?"


"Dada di atas rata-rata."


Obrolan ini semakin tidak berguna, terlebih mereka jelas mengatakan penampilan mereka sendiri. Tak lama kemudian ibuku muncul selagi membawa minuman dingin.


"Kalian terlihat akrab, sekarang ibu bingung siapa yang akan jadi menantu ibu."


"Tolong jangan menambah semuanya semakin runyam."


Ibuku tersenyum jahil lalu berkata selagi berpose.


"Di negara ini poligami tidak larang meski begitu, kamu harus memiliki konsistensi terhadap perasaanmu jika kamu memilih dua gadis maka harus melakukannya secara adil dengan membagi perasaanmu secara merata."


Aku tidak yakin dengan apa yang ibuku katakan.


"Bagaimana jika dulu ayah menikah lagi?"


"Aku pasti sudah membunuhnya."


Tuh kan.


"Yah... situasinya berbeda jadi lakukan yang terbaik, ibu harus mengantar adikmu pergi sekolah dan membuka kedai jadi jangan lakukan hal aneh saat ibumu pergi."


Aku bahkan tak ingin membayangkannya.

__ADS_1


"Jangan terlalu memaksakan diri, aku bisa membantu."


"Tidak usah, sudah ibu katakan kamu harus fokus belajar."


Ibuku terlalu memaksakan dirinya, dia berusaha agar tidak menghambatku, padahal aku sama sekali tidak keberatan soal itu, terlebih... aku sebenarnya ingin lari dari situasi ini.


Mari lakukan kilas balik sesaat.


Tepatnya saat istirahat makan siang kemarin, Mei memanggilku ke atap sekolah. Dia berdiri di depanku selagi terlihat malu-malu.


"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu sejak lama?"


"Apa itu?" kataku dengan polos.


"A-aku sebenarnya tidak ingin berhubungan denganmu seperti saudara kandung ataupun teman masa kecil melainkan seorang kekasih.. aku mencintaimu."


"Hah?"


Tanda tanya muncul di kepalaku, tepat saat pengakuan itu Natalie muncul, ia terkejut selagi menjatuhkan bekal makan siang kami.


Kilas balik selesai.


Karena itulah keduanya pergi ke rumahku saat ini, untuk membahas soal hubungan kami bertiga ke depannya.


Biar aku tegaskan, aku sama sekali tidak berfikir untuk poligami.


Natalie berdiri dengan emosi.


"Teman masa kecil adalah musuh yang harus dilenyapkan, aku dari awal meragukan tentang hubungan laki-laki dan perempuan yang mengatasnamakan persaudaraan, jika laki-laki sudah memiliki pacar mereka harusnya berpisah."


Mei ambil suara selagi berdiri juga.

__ADS_1


"Itu hanya bentuk keegoisanmu, sebelum kau datang, Arta sudah kenal baik denganku, kami saling manyayangi dan mencintai... ia bahkan selalu mengatakannya."


Aku tidak ingat tentang itu, apa sebaiknya yang kulakukan? Aku tidak berpengalaman soal ini? Aku diam-diam mengirim permintaan bantuan pada Erin dan Nurman dari ponselku.


Erin menjawab.


[Berjuanglah]


Nurman menjawab.


[Aku hanya menyukai cewek 2 dimensi jadi aku tidak peduli, semua orang yang menjalani hidupnya, mati saja]


Orang ini tidak bisa diharapkan.


Di ponselku hanya ada nomor mereka, ada nomor ibu Sania tapi aku mengurungkan diri untuk meminta pendapatnya.


Dia hanya akan menambah situasi ini.


Ketika mereka saling menatap aku diam-diam menilai keduanya. Pertama gadis yang lebih dewasa dariku jelas memiliki daya tarik berbeda terlebih sosok Mei jelas terlihat imut, tapi di sisi lain kecantikan Natalie berada di atas rata-rata, terkadang dia juga bersikap lucu.


Sebenarnya apa yang kupikirkan?


Rasanya aku jijik dengan diriku.


Tanpa kusadari mereka berdua melirik ke arahku.


"Kami sudah memutuskan."


"Memutuskan apa?" tanyaku ragu.


"Mari berkencan bertiga, dan kita lihat siapa yang bisa membuat Arta bahagia dan siapa yang dia pilih?"

__ADS_1


Itu tugas berat bagiku.


Keduanya memang berarti untukku, aku tidak mungkin memilih satu dari mereka hingga membuat yang lain tersakiti.


__ADS_2