Love Day!

Love Day!
Chapter 47 : Permintaan Hari Libur


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur sekolah, aku biasanya akan bermalas-malasan sampai siang hari akan tetapi sekarang jelas berbeda.


Saat aku membuka ponselku ada sebuah pesan dari ibu Natalie.


"Putriku hari ini sedang sakit, bisakah kamu merawatnya selama libur ini.. aku punya urusan mendadak selama dua hari aku titipkan dua anakku padamu, terima kasih."


Seketika ekspresiku memucat, apa yang dia pikirkan untuk menyerahkan putrinya dalam pengawasan orang asing, terlebih dia juga mengirim foto dirinya yang sedang berlibur di Bali.


Dia memanfaatkanku ternyata.


Aku mendesah pelan lalu mengganti pakaianku sebelum pergi ke rumah Natalie, aku hanya akan berada di rumahnya sepanjang hari saja.


Ketika aku membuka pintu masuk, adik Natalie bernama Nayla menyambutku dengan ramah, dia sebenarnya sudah dewasa hingga bisa mengurus dirinya sendiri.


"Kakak."


"Dia memelukku."


"Kau sudah makan sesuatu?"


"Belum, mama bilang kakak akan memasakkan sesuatu untuk kami, jadi sebelum pergi mama membeli banyak bahan makanan... ngomong-ngomong aku tidak terlalu pandai memasak."


Dia malah tersenyum bangga.


Tak lama kemudian Natalie muncul selagi memegangi tembok.


"Arta, kau sudah datang... hmmm sepertinya aku terkena penyakit misterius, uhuk...uhuk.."


Itu demam.


"Kau harusnya tidak memaksakan diri, cepatlah kembali ke tempat tidurmu."


"Aku tidak punya tenaga untuk kembali."


"Oi."


Pada akhirnya aku menggendong Natalie lalu membaringkan tubuhnya di kamarnya, dia benar-benar sedang panas.


"Aku akan buatkan bubur dan menyuapimu setelah membuat sarapan untuk Nayla."

__ADS_1


"Maaf merepotkan."


"Sudahlah."


Aku dan Nayla pindah ke area dapur.


"Apa yang kau ingin makan Nayla?"


"Nasi goreng."


"Kau yakin, bukannya itu hanya makanan sederhana.. aku bisa membuatkanmu sesuatu yang mewah dengan bahan-bahan ini."


Nayla menggelengkan kepalanya.


"Aku jarang makan makanan sederhana, aku pikir aku ingin memakannya sesekali."


"Begitu, aku akan menambahkan sayuran dan daging ke dalamnya apa kau menyukainya?"


"Tentu saja."


Aku tersenyum lalu menyiapkan apa yang diinginkan Nayla, sebelum memasak, Nayla menyodorkan apron ke arahku, warnanya begitu cerah serta bermotif hati.


"Tapi..."


Aku jelas tidak ingin memakainya, itu merah muda, kau tahu? Apa kata dunia.


"Kakak tidak ingin mengenakannya, tapi mama selalu memakainya? Dan itu terlihat sangat keren saat memasak."


Keren apanya coba? Entah kenapa keluarga ini, selalu saja suka berbuat jahil.


"Baiklah, aku akan memakainya."


"Hore."


Aku mulai membuat nasi goreng dengan resep biasanya yang mudah dilakukan oleh siapapun lalu menaruhnya di piring sebelum menghidangkannya di atas meja.


"Aromanya sangat harum.. Am, enak sekali."


"Syukurlah kau menyukainya."

__ADS_1


"Apa adikmu tidak diajak kemari?"


"Mungkin besok aku akan mengajaknya kemari."


"Begitu, aku ingin bermain dengan mereka... oh yah, hari ini aku akan menghabiskan waktu menonton siara televisi di depan rumah, kakak bisa bersenang-senang dengan kak Natalie di kamarnya."


Aku menjatuhkan kepalaku di meja.


"Darimana kau mempelajari kata-kata seperti itu?'


"Dari mama."


Sudah kuduga.


"Lain kali jangan mengatakan hal itu kepada siapapun, dengar?"


"Aku mengerti."


Setelah selesai, Nayla berlari ke arah televisi besar di ruangan tengah sementara aku membawa mangkuk ke kamar Natalie, aku memutuskan untuk mengintip acara seperti apa yang disukai Nayla? Dan terkejut karenanya.


Di usianya dia sudah mahir berbicara bahasa Inggris, aku dengar dia juga bisa berbicara Prancis.


Orang jenius memang beda, atau sejujurnya aku dikelilingi orang jenius di manapun berada.


Aku mengetuk pintu kamar Natalie sebelum masuk ke dalam.


"Arta, tubuhku sangat panas?"


"Itu karena kau demam," kataku datar sebelum menaruh mangkuk di atas meja dan membantu Natalie untuk setengah berdiri.


"Setelah makan kau harus minum obat dan beristirahat."


"Um."


Aku dengan pelan menyuapi Natalie, lalu ke dapur untuk mengambil air yang kulupakan.


Aku kembali mengintip ke ruang tengah dan sekarang adik Natalie sedang asyik bermain game selagi berteriak-teriak.


Keluarga ini memang tidak pernah membuatku bosan.

__ADS_1


__ADS_2