Love Day!

Love Day!
Chapter 44 : Yang Terjadi


__ADS_3

Setelah mendengarkan seluruh penjelasan Mawar aku mulai berfikir apa yang sebaiknya dilakukan.


Seperti yang aku duga, dia benar-benar terseret ke dalam OSIS secara paksa, awalnya kelasnya menentukan perwakilan OSIS-nya dengan cara undian, guru wali kelasnya menuliskan seluruh nama siswanya lalu memasukannya ke dalam kotak tertutup setelah mengkonfirmasi bahwa semua siswa telah ditulisnya, saat diambil satu, orang yang terpilih itu adalah Mawar dan satu lagi seorang pria temannya.


Jika ini bukan kesialan tingkat tinggi hal ini jelas mustahil.


Ada empat kandidat yang ikut dalam pemilih OSIS sayangnya ketika mereka mencoba untuk mencari dukungan, mereka semua jatuh sakit hingga kandidat Mawar saja yang melaju sendirian.


Saat dia dilantik jadi ketua OSIS, wakilnya pindah sekolah hingga akhirnya kini dia sendiri, kita masih bersyukur anggota lain masih ada seperti bendahara maupun sekertaris yang ikut membantunya.


Dan alasan dia meminta bantuan klub kami, dia ingin bisa mengundurkan diri.


Mawar memberikan ide bahwa dia harus terlihat buruk agar semua orang menuntutnya turun dari jabatannya, namun kami melarangnya, kami tidak mungkin membuat gadis ini tambah mengalami kesialan lebih dari ini terlebih reputasi buruk bukanlah sesuatu yang bisa ditanggung begitu saja seseorang.


Ketika kami diam memikirkannya pintu ruangan bergeser menampilkan dua wanita yang terlihat kembar satu sama lain, mereka membiarkan rambut hitam mereka terurai begitu saja serta mengenakan pakaian yang tidak terlalu rapih, dengan rok setinggi lutut, jika dikatakan keduanya adalah karakter kebalikan dari Mawar itu sendiri.


"Ketua, akhirnya kami menemukanmu juga?" yang berkata itu mengenakan dasi berwarna biru.


"Kenapa kalian bisa menemukanku?"


"Mudah saja, hanya klub ini saja yang masih beroperasi setelah UTS, padahal klub lainnya diliburkan."


Anggap saja tempat ini markas kami satu-satu untuk berkumpul.


"Ngomong-ngomong siapa kalian?" tanya Natalie.


"Kalian tidak tahu kami."

__ADS_1


Semua anggota klub mengangguk bersamaan.


"Kami terkenal loh," balas gadis berdasi merah.


"Aku tahu, mungkinkah kalian pelawak,.aku sepertinya pernah melihat kalian di TV," Erin mengatakan hal yang menarik hingga kedua gadis di depan kami mengembungkan pipinya.


Tubuh mereka mungil jadi terlihat dua kali lebih imut.


"Kami bukan pelawak, kami ini Idol," jawab gadis berdasi merah lalu dilanjutkan gadis berdasi biru.


"Demi sekolah, kami memutuskan cuti dulu dari dunia entertainment.. ngomong-ngomong namaku Rin."


"Dan aku Ran salam kenal."


Singkatnya gadis berdasi merah bernama Rin dan biru bernama Ran.


Kami juga turut memperkenalkan diri.


Pertama murid dari luar negeri Natalie.


Kedua murid jenius Nurman.


Dan sekarang murid Idol.


Aku sudah tidak merasa aneh lagi jika ada yang muncul lagi.


Rin adalah bendahara dan Ran sekertaris.

__ADS_1


"Kita masih banyak pekerjaan, mari pergi ketua," mendapatkan perkataan Rin, Mawar bersembunyi di punggung Erin.


"Aku tidak ingin berkerja, aku akan keluar dari OSIS dan mulai menjalani kehidupan SMA-ku yang Normal."


Dia sudah mencapai batasnya.


"Itu mustahil, jabatan OSIS akan terus berlangsung sampai kita lulus, baru setelah itu pemilihan akan dilangsungkan kembali, meski kita hanya bertiga kita bisa melakukannya hingga sejauh ini," balas Rin.


Sayangnya itu memang benar dan termasuk aturan sekolah.


Sejujurnya kalian sangat hebat bisa menjalankan sekolah hanya dengan tiga orang pengurus inti saja.


Normalnya OSIS harusnya memiliki petugas lainnya seperti para seksi bidang ataupun staf biasa yang bisa dipekerjakan.


"Sudahlah, ayo pergi."


"Eh."


Rin dan Ran memegangi bahu Mawar lalu menyeretnya pergi.


"Lepaskan aku, aku diculik."


"Sudahlah, jangan melawan."


Kami bertiga hanya menatap mereka dengan mata bermasalah.


Untuk sekarang lebih baik kita pulang saja.

__ADS_1


Satu hal yang kupikirkan sekarang.


Aku juga akan menyeret Nurman dalam hal ini.


__ADS_2