
Hari itu aku dan Natalie pergi ke pusat perbelanjaan demi membeli segala sesuatu yang dibutuhkan dalam membuat pesta.
Adapun untuk Ibu Sania dan Erin mereka akan membuat Cupid keluar dari tokonya saat kami tiba di rumah nanti, sementara Nurman sedang di kamar mandi karena sakit perut.
Dia akan pulih setelah beberapa jam.
Aku rasa?
Kami membeli banyak aksesoris pesta kemudian membeli kue di toko terkenal.
"Mari ubah kuenya seperti menara," gagasan itu berasal dari Natalie.
Biasanya kue yang seperti ini untuk pesta pernikahan, tapi kurasa ulang tahun juga akan terlihat cocok.
"Tolong yang ini, dan kirim ke alamat ini dua jam lagi."
"Baik."
Aksesoris sudah, kue ulang tahun sudah, dan yang terakhir hadiah.
Aku mengeluarkan daftar hadiah yang dititipkan yang lainnya padaku, untuk Nurman aku sangat meragukan dengan apa yang dia ingin berikan.
"Satu set kostum serta peralatan malaikat asmara? Dia ingin menjadikan Cupid cosplayer."
"Tak apa kan Arta, kurasa itu menarik... bagaimana kita juga buat semua orang mengenakan hal sama."
Aku ingin muntah saat aku membayangkan diriku dan Nurman mengenakannya, apalagi pakaian seperti ini terbuka dan roknya benar-benar berada di atas lutut.
"Itu tidak boleh terjadi."
Seolah mengetahui apa yang kupikirkan Natalie tertawa kecil.
"Kita anggap saja seperti pesta Halloween, Arta mengenakan pakaian Kirito dan aku Asuna, bukannya itu bagus."
Dia hanya ingin cosplay pasangan rupanya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Nurman?" tanyaku demikian.
"Kurasa dia akan cocok mengenakan pakaian apapun," balas Natalie tersenyum jahil.
Maaf Nurman, anggap saja ini hukuman untukmu karena tidak ikut membantu.
Setelah menyiapkan hadiah serta pakaian untuk dikenakan semuanya, di toko itu aku menatap cermin besar yang memantulkan diriku yang mengenakan pakaian karakter Sword Art Online.
Mereka benar-benar membuatnya sangat detail tak hanya dari Jepang, kostum seperti super Hero dari Marvel pun tersedia lengkap.
Mereka juga menambahkan aksesoris senjata.
Aku manarik dua pedang di belakang punggungku lalu berkata.
"Starbust Stream."
Natalie yang diam-diam memperhatikan dari belakang tersenyum jahil, aku bisa melihatnya di pantulan cermin juga.
Dia mengenakan pakaian Asuna dengan rok pendek serta rambut yang disesuaikan dengan aslinya.
"Bagaimana penampilanku?"
"Melihat Arta yang malu-malu sangat menyenangkan."
"Berisik, mari kita ganti lagi."
"Sebelum itu, mari ambil foto dulu.... permisi bisa tolong ambilkan foto untuk kami."
"Tentu saja."
Kami meminta pelayannya untuk mengambil beberapa foto untuk kami, entah kenapa rasanya sangat memalukan.
Bagaimanapun aku lebih cocok mengenakan kostum penjahat seperti dracula atau makhluk jahat lainnya.
Sekembalinya ke kediaman Cupid, aku mengirim pesan ke ponsel Ibu Sania selagi bersembunyi di balik bangunan.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Ibu Sania, Erin dan Cupid keluar dari rumah dan pergi ke tempat yang mereka janjikan.
"Waktunya bergerak."
Aku dan Natalie masuk ke dalam rumah di mana Nurmanlah yang membuka pintunya, tangan kami benar-benar penuh dengan barang-barang
"Aku harus ke kamar mandi lagi."
"Lakukan saja," balasku dengan nada datar sebelum duduk di sofa di tengah ruangan.
Aku meminta Natalie meniup balon, sementara aku mendekorasi yang lainnya dengan kertas berwarna.
Ketukan terdengar dari pintu.
Kurasa kuenya sudah datang dan itu memang benar, aku meminta mereka meletakkannya di atas meja.
Setelah selesai dengan dekorasi kami baru menyusun lilinnya.
Dengan ini persiapan telah selesai.
Nurman yang datang dari kamar mandi tampak terlihat lega.
"Akhirnya perutku sudah tidak sakit lagi."
Sebelum dia bisa menarik nafas lega, Natalie menyodorkan bungkus kertas yang berisi pakaian yang akan dikenakannya.
"Apa ini?"
Aku menjelaskannya secara singkat hingga wajah Nurman memucat apalagi saat dia melihat costum yang harus dipakainya.
Dia yang ingin melihat Cupid dengan kostum sexy akhirnya terkena getahnya juga.
"Perutku sakit lagi, boleh aku pergi ke kamar mandi."
Aku meletakkan tanganku di bahunya selagi mengacungkan jempol padanya.
__ADS_1
"Semoga beruntung," kataku demikian.
Karena alasan tertentu dia tidak bisa menolak permintaan Natalie.