
Tiga bulan sudah berlalu sejak Fatimah pulang dari rumah sakit dan kini ia sudah lebih akrab dengan Bibi Aisyah dan yang lainnya. Kecuali Pak Han, karena Pak Han seakan menjaga jarak dengan dirinya.
Selama tiga bulan itu, tubuh Fatimah sudah mulai ada peningkatan, Fatimah sudah mulai agak gemuk dan tidak sekurus saat ia datang ke rumah. Itu karena yang lain selalu mengajak Fatimah makan-makan terus dan saat jam makan pun, mereka selalu memberikan nasi dan lauk pauk yang lebih buat Fatimah. Dan saat koki buat kue pun, juga Fatimah yang selalu di dahulukan ketimbang mereka.
Dan kini Fatimah sudah enak di lihat, tak seperti dulu, yang cuma tinggal kulit dan tulang. Fatimah seakan lupa akan kesakitannya, dan kini sudah mulai mau bercanda dan tertawa sama mereka.
Fatimah juga ikut teman-temannya, Sofi, Anggi dan Della untuk melakukan perawatan di rumah menggunakan bengkoang dan apa saja yang ada di dapur, mereka manfaatkan. Dan kini wajah dan tubuh Fatimah pun mulai cerah dan tidak sehitam dulu.
__ADS_1
Kulitnya juga sudah tidak sekasar dulu. Apalagi Chef, rutin memberikan jus buah dan jus sayur buat Fatimah yang merasa kasihan sehingga ia sangat peduli dengan kesehatan Fatimah. Pak Han pun tak melarangnya, asalkan mereka tidak melakukan sesuatu yang membuat Tuan Ray marah. Bibi Aisyah yang melihat kebahagiaan Fatimah pun ikut senang.
HIngga beberapa bulan berlalu. Sudah genap enam bulan sejak Tuan Ray dan Asisten Rio pergi.
Fatimah mulai ketakutan lagi, namun Bibi Aisyah dan yang lainnya berusaha menenangkannya. Setiap kali Fatimah merasa ketakutan, mereka mencoba mengalihkan perhatian Fatimah.
Tubuhnya juga sudah berisi, sangat montok dan ****. Ternyata Fatimah mudah gemuk, asal kasih makan yang enak dan tidak terlalu stres tentunya.
__ADS_1
Teman-temannya merasa senang, tak ada rasa iri dengki atau apapun, mereka malah ikut bahagia dengan perubahan yang Fatimah miliki saat ini. Mereka menganggap misi mereka sudah berhasil membuat Fatimah cantik hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja.
Anggi yang sedikit mahir memotong rambut, memanfaatkan ilmu yang ia miliki untuk memotong atau memangkas rambut Fatimah sampai sebahu, karena rambutnya pada dasarnya emang bagus, kini Fatimah terlihat segar dengan rambut pendeknya. Rambut hitam yang cukup lebat dan lurus.
Bahkan Fatimah sudah seperti melakukan perawatan di salon saja, padahal cuma pakai sampo yang ada di kamar, entah sampo apa, karena mereknya cukup sulit untuk di baca. Sepertinya itu merek dari luar negeri.
Kini Fatimah duduk santai di teras belakang sambil rujuk-an, yah mereka rujaan sambil mengobrol santai, tentu mereka rujak-an setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Untuk makanan, Tuan Ray emang gak pelit, tapi jika sudah membuat masalah sedikit saja, hukumannya pun juga tidak mudah. Kadang bahkan ada yang memilih keluar dari pada harus menanggung hukuman yang Tuan Ray berikan.
__ADS_1