
Setelah adegan yang cukup mendebarkan tadi, akhirnya Rayyan bersedia turun. Lalu Dokter Ratih menyiapkan baju Rayyan dan perlengkapan untuk mandi.
Rayyan pun akhirnya menuruti keinginan Dokter Ratih, setelahnya Dokter Ratih memotong rambut Rayyan agar rapi dan mengobati luka yang ada di tubuh Rayyan.
Baru setelahnya, Dokter Ratih memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan Rayyan.
"Kamu beneran kan, Fatimah masih hidup?" tanyanya, entah pertanyaan yg keberapa kalinya, sampai Dokter Ratih sendiri bosen mendengar dan menjawabnya.
"Iya, gak percaya banget ma aku. Makanya kamu harus buktiin kalau kamu sudah berubah, baru aku akan mempertemukan kamu dan Fatimah."
"Janji?"
"Ya."
__ADS_1
Mendengar hal itu, Rayyan cukup merasa lega, karena ternyata Fatimah dan kandungannya baik-baik aja.
"Tapi kamu juga harus janji, kamu gak boleh mencari Fatimah, karena jika itu terjadi, kamu akan tau akibatnya, biarkan Fatimah menenangkan diri lebih dulu di sana, jangan sampai dia tertekan karena keberadaan kamu di sampingnya, karena itu bisa membahayakan janin yang ada dalam kandungan Fatimah. Kamu gak mau kan, Fatimah jadi benci sama kamu karena jadi penyebab Fatimah keguguran?" tanyanya.
Rayyan menggeleng.
"Makanya, kamu harus tahan diri, okay. Kamu fokus aja perbaiki diri kamu sendiri, sampai kamu pantas untuk menjadi pendamping Fatimah, kamu harus memperdalam ilmu agama, agar kamu bisa mengimbangi ilmu agama yang Fatimah miliki. Kamu harus bisa menebus semua kesalahan kamu di masa lalu dengan memberikan kebahagiaan untuk Fatimah berkali-kali lipat."
"Ya." Rayyan tidak masalah jika Dokter Ratih terus aja bicara bahkan terkesan cerewet. Yang penting baginya, Fatimah baik-baik aja dan dia akan memperbaiki diri dulu seperti kata Dokter Ratih sebelum dirinya bertemu dengan Fatimah dengan versi terbaiknya.
"Ka ... Kamu sudah sembuh?" tanya Rio kaget.
"Ya, emang kamu mau aku gila terus?" tanya Rayyan datar.
__ADS_1
"Enggak juga, aku malah senang jika kamu udah sembuh, akhirnya aku gak perlu kerja keras lagi," ucapnya bernafas lega. Seharian ini, dia sibuk meeting sampai lupa lihat keadaan Rayyan lewat ponselnya. Namun siapa sangka, saat pulang, dia malah melihat Rayyan baik-baik aja.
Rio bahkan bener-bener g menyangka, jika Rayyan bisa sembuh hanya hitungan jam, mengingat tadi pagi Rayyan masih bicara sendiri.
Rio Menatap Dokter Ratih, sedangkan Dokter Ratih, hanya mengangkat bahu seakan dirinya gak tau apa-apa.
Dokter Ratih dan Rayyan sepakat, mereka gak akan memberitahu Rio tentang apa yang sudah di bahas mereka berdua.
Bahkan Rayyan sudah mengotak atik cctv, sehingga Rio gak tau apa yang mereka bicarakan dan apa yg mereka lakukan m Untungnya Rayyan sedikit tau dan faham tentang pemrograman, sehingga dia bisa mengubah semuanya tanpa ketahuan.
"Aku senang kamu sembuh, semoga setelah ini, kamu bisa menjadi Rayyan dengan versi terbaru ya. Jangan jahat lagi," ujarnya.
Rayyan mengangguk-anggukkan kepalanya. Walaupun Rayyan sedikit kecewa karena asisten kepercayaannya menghianati dirinya, bahkan termasuk semua orang yang bekerja dibawah perintahnya. Tapi Rayyan sadar, mereka melakukan ini semua juga pasti demi kebaikan Fatimah dan janin Yang ada dalam kandungannya.
__ADS_1
Rayyan gak akan menyalahkan mereka semua, karena dirinya di sini yang salah karena sudah jahat banget sama Fatimah, bahkan apa yang terjadi kemaren, tidak sebanding dengan penderitaan yang Fatimah rasakan saat ini.