Love Me Mr. Arrogant

Love Me Mr. Arrogant
Rayyan pergi ke psikolog


__ADS_3

Keesokan harinya, Rio dan Alfian sudah punya rencana yang sangat bagus. mereka yakin 100% jika rencana mereka akan berhasil.


Mereka sangat yakin, jika mereka bisa mengelabui Rayyan dan semua penjaga bayangannya.


Rio mengirim pesan kepada Pak Han dengan nomer khusus. Lalu Pak Han, menulis sesuatu yang tidak terpantau CCTV dan meminta Sofi untuk mengantarkan sarapan paginya kepada Fatimah dengan surat yang sudah di siapkan oleh Pak Han. Surat itu, di taruh di bawah makanan agar tidak diketahui siapapun.


Sofi mengantarkan makanan seperti biasa, agar tidak membuat orang-orang curiga. Lalu setelahnya, Fatimah mengambil makanan itu dan menutup pintunya kembali. Namun sebelum pergi, Sofi mengedip satu kali sambil melihat ke arah mangko.


Fatimah yang mengerti kode Sofi barusan, langsung makan di tempat yang terhindar dari CCTV. Ya, walaupun mungkin tetap ketahuan, namun tidak seluruhnya karena ia membelakangi kamera.


Fatimah melihat ada catatan kecil di bawah mangkok, Fatimah langsung membacanya. Namun ia tak langsung membalasnya. Fatimah memilih untuk menyelesaikan makannya lebih dulu, setelah selesai, ia langsung menaruh makanan dan piring kotor itu ke tempatnya, agar nanti Sofi tinggal ambil.


Lalu setelah itu, Fatimah keluar dari kamar menuju perpustakaan pribadi milik Rayyan. Karena hanya di perpustakaan itulah, yang minim cctv, sedangkan yang lain, hampir semuanya penuh dengan cctv.


Saat Fatimah melihat Pak Han, Fatimah memberikan kode kepada Pak Han. Pak Han yang mengerti pun langsung mengikuti langkah Fatimah tanpa di ketahui oleh siapapun.


Di perpustakaan, Fatimah berjalan dengan hati-hati, walaupun minim kamera, tetap aja dia gak bisa gegabah ,atau Rayyan akan melihat gerakan dirinya. Pak Han yang emang tau letak di mana aja cctv berada ikut hati hati.


Tak sia sia dulu, jika Fatimah mencoba mencari tau banyak hal, walaupun dulu Rayyan hilang ingatan, tapi dia hanya lupa tentang masa lalu yang menyakitkan, tapi tidak dengan beberapa rahasia yang ada di mension ini. Dan beruntungnya Fatimah pernah menanyakan semuanya secara detail, sehingga ia sedikit banyak tau tentang keadaan mension ini dan jalan serta rahasia apa yang ada di mension.


Di sana Fatimah dan Pak Han mulai berkomunikasi dengan suara yang sangat kecil sekali, bahkan seperti orang berbisik, wajah mereka saling berdekatan, agar mereka saling mendengar suara lawannya.


Fatimah dan Pak Han berusaha untuk berbicara kecil, berjaga-jaga, takut jika ternyata di ruangan ini pun juga ada penyadap suaranya. Rayyan emang semengerikan itu. HIngga semuanya harus serba hati hati jika ingin semuanya berjalan dengan lancar.


"Bagaimana, Pak?'" tanya Fatiimah setelah menggabungkan ide miliknya dengan ide milik Rio dan Alfian.


"Baiklah, nanti saya akan memberikan Tuan Rio mengenai hal ini."

__ADS_1


"Terima kasih, usahakan saya bisa pergi sebelum Mas Ray kembali ke rumah ini ya, saya takut jika Mas Ray kembali berulah dan nantinya bayi yang ada di kandungan saya terkena imbasnya."


"Baik, saya usahakan, sebelum jam makan siang, Non Fatimah sudah mendapatkan kabar dari mereka."


"Terima kasih. Nanti seperti biasa, taruh aja kertasnya di bawah mangkok, nanti saya baca. Jika memang tidak terlalu penting, saya tidak bisa mengajak Pak Han untuk bertemu berdua seperti ini karena kita tidak tau, siapa penjaga bayangan yang di maksud oleh Mas Ray. Kita masih kebingungan dan masih belum ada yang tau, siapa aja yang menjadi mata-mata di rumah ini. Karena bisa jadi, di antara kita semua akan ada satu orang yang berpihak pada Mas Ray. Jadi jangan sampai gegabah."


"Baik, Non. Tapi mengenai jalan rahasia itu, Non tau dari siapa?"


"Tentu dari Mas Ray. Dia yang bilang sendiri. Aku emang belum pernah melihatnya, tapi dari cerita Mas Ray, aku cukup tau letaknya di mana dan harus lewat jalan mana. Aku juga punya kuncinya dan paswornya pun juga sudah aku hafalin."


"Wah Non ternyata cukup pintar memanfaatkan hilang ingatan Tuan Ray dulu ya," sindir Pak Han.


"Ini semua demi kebaikan kita semua, Pak. Saya bukan memanfaatkan, hanya sekedar bertanya dan kebetulan Mas Ray cukup ingat tentang mension ini walaupun tidak keseluruhan, tapi untuk poin pentingnya, dia ingat banget. Sayang banget, jika harus melewatkan info yang ternyata saat ini cukup berguna untuk saya."


"Baiklah, nanti saya akan membahas masalah ini juga dengan Tuan Rio."


Setelah itu, Fatimah segera kelur dari perpustakaan sambil membawa novel islami, novel yang cukup ia senangi dari dulu.


Lima menit setelah Fatimah keluar, Pak Han pun juga ikut keluar dari sana dengn pintu yang berbeda. Karena memang perusahaan itu punya dua pintu, sehingga Pak Han bisa lewat pintu satunya, yang tidak dilewati oleh Fatimah.


Di kamar, Fatimah membaca novel yang ia bawa barusan, selain untuk mengelabui RAyyan Fatimah juga penasaran dengan novel yang ia bawa, judulnya cukup bagus, dan blurbnya pun juga cukup membuat dirinya penasaran dan ingin tau akhir dari cerita novel itu.


Tanpa sepengetahuan Fatimah, Rayyan yang emang baru selesai bekerja, langsung meliht ke arah Fatimah yang kini duduk santai sambil memegang buku. Melihat hal itu, Rayyan pun merasa tenang.


Semalam ia tidak bisa tidur karena memikirkan ucapan Fatimah tadi malam.


Jujur, saat Fatimah ngomong panjang lebar mengungkapkan isi hatinya, Rayyan cukup mendengar dengan sangat jelas, bahkan Rayyan sampai menitikkan air mata saat Fatimah berbicara..

__ADS_1


Ingin rasanya Rayyan lari dan menghampiri Fatiimah, lalu memeluknya. Ia ingin bersujud di kaki Fatimah, meminta maaf padanya karena sudah menyakitinya lagi. Tapi egonya masih belum bisa melakukannya.


Hati dan fikirannya seakan tengah bertolak belakang.


Hati mengatakan untuk segera meminta maaf, namun fikirannya seakan menyuruhnya untuk tetap diam. Terlebih masa lalu yang kadang seringkali ia ingat, bahkan semua kejadian menyakitkan di masa lalu, bak seperti film yang berputar putar di otaknya, dan RAyyan masih ingat dengan jelas bagaimana ia di perlakukan dari dia masih kecil, sampai akhirnya ia menikah dan puncaknya setelah istri pertamanya memilih mengakhiri hidupnya, hingga ia gelap mata dan membunuh kakek dan kedua orang tuanya sendiri, yang ia anggap sebagai penghancur masa depannya. Merelah yang membuat dirinya menjadi manusia paling kejam, membuat dirinya menjadi monster seperti ini.


Rio yang mendapatkan pesan dari Pak Han pun tersenyum bahagia, tak percaya jika Fatimah memegang rahasisa besar suaminya. Rio pun langsung keluar dari kantor itu dan menghubungi Alfian. Rio menceritakan semuanya persis seperti yang di katakan oleh Pak Han. Mendengar omongan Rio, Alfian cukup senang. Dia juga akan kembali ke Indo nanti malam dan kemungkinan sampai di Indo besok siang. Malamnya baru mereka akan beraksi untuk membawa Fatimah kabur.


Ya, semuanya sudah positif, rencana sudah ada, dan tinggal menjalankannya saja.


Setelah selesai ngomong dengan Alfian, Rio kembali ke ruangannya. Namun lima menit kemudian, Rayyan mengirim pesan dan mengatakan jika RAyyan akan keluar dan akan kembali nanti jam satu siang.


Rio merasa bingung, kenapa Rayyan keluar tidak mengajak dirinya dan mau kemana dia. Bukannya  nanti jam sebelas ada meeting dengan clint. Apa dia lupa?


Rio bertanya-tanya pada dirinya sendiri, ia takut jika Rayyan sedang merencanakan sesuatu yang tidak diketahui olehnya.


Sedangkan RAyyan, dia pergi untuk berkonsultasi dengan psikolog. Dia ingin cepat sembuh agar dirinya bisa pulang ke mension dan meminta maaf pada Fatimah. Ia ingin memperbaiki semuanya, ia ingin menjadi suami dan ayah yang baik. Untuk itulah, Rayyan berusaha untuk menyembuhkan dirinya sendiri sebelum menemui Fatimah nantinya.


Rayyan tak ingin menyakiti Fatimah lagi, ia tak ingin membuat Fatimah terluka lagi, jadi dari pada dirinya terus menerus menjadi monster, dia akan pergi ke psikolog saja, atau kalau perlu dia akan pergi ke psikiater juga agar dirinya bisa sembuh dengan cepat.


Tak apa dia malu, di depan orang lain, yang penting dirinya sembuh dan lepas dari bayang bayang masa lalu yang menyakitkan.


Toh yang pergi ke psikiater atau psikolog belum tentu mereka gila, mereka hanya ingin konsultasi agar hatinya kembali tenang, agar tak lagi merasa takut dan gelisah, agar tak lagi mengingat kejadian yang menyakitkan dan bisa menjadi manusia normal tanpa merasa sakit.


Di saat Rayyan berusaha dan berjuang untuk sembuh demi Fatimah, tapi di lain sisi, Fatimah akan segera pergi meninggalkan Rayyan dengan di bantu oleh Pak Han, Rio dan Alfian.


Fatimah dibantu oleh tiga orang kepercayaan Rayyan semua, entah apa yang akan terjadi, jika Rayyan tau jika tiga orang itu telah berkhianat padanya dengan membawa kabur istrinya.

__ADS_1


Semuanya masih menjadi teka teki dan masih belum tau apa yang akan terjadi di masa depan.


__ADS_2