
Saat ini, Fatimah tengah memasak seorang diri, sedangkan Rayyan menunggu tak jauh dari Fatimah. Ia duduk santai sambil mengajak Fatimah bicara. Fatimah pun tidak merasa keberatan sama sekali, ia malah senang karena suaminya mau menemani dirinya di dapur.
Sedangkan semua ART di suruh pergi oleh Rayyan agar tidak menganggu Fatimah yang ingin masak sendiri untuknya. Fatimah sangat menikmati moment seperti ini, memasak untuk sang suami. Karena ini masakan pertamanya untuk Rayyan, jadi ia akan memasak dengan penuh cinta dan kasih sayang, agar suaminya bisa mencintai dirinya dari masakan yang dia makan.
Ada yang bilang, katanya rasa masakan bikin orang jatuh cinta, entah itu benar atau gak. Namun Fatimah akan berusaha melakukan apa saja, yang bisa bikin Rayyan mau mencintainya.
Hari ini Fatimah memasak nasi tentunya, lalu ada sambal terasi, oseng-oseng kangkung pedas, sayur lodeh nangka, teri tumis cabai bawang, sayur asem, urap-urap, sayur bayam bening, ayam bakar, ikan di masak merah, tempe goreng, tahu goreng, dadar jagung, telur dadar, telur mata sapi, penyet terong dan kerupuk.
"Sayang, kamu mau ngadain pesta?" tanya Rayyan merasa heran karena meja sudah penuh dengan lauk pauk, namun Fatimah masih saja sibuk di dapur.
"Enggak kok," jawab Fatimah sambil membersihkan dapur agar tidak kotor. Ia tak ingin membuat yang lain merasa kelelahan karena ulahnya yang sudah membuat dapur jadi berantakan.
"Terus kenapa masak banyak?" tanya Rayyan sambil menatap lapar ke arah meja.
"Aku gak tau, Mas Ray suka apa. Dan karena ini pertama kalinya aku masak, jadi aku ingin masak banyak agar Mas Ray bisa milih, mana yang pengen Mas Rayyan makan. Atau semuanya bisa di cicipi sedikit-sedikit," ujar Fatimah yang akhirnya selesai membersihkan dapur. Kali ini ia mengambil piring untuk suaminya dan dirinya.
__ADS_1
"Mas Rayyan pengen nyoba apa dulu?" tanya Fatimah sambil mengambilkan nasi di piring Rayyan.
"Bingung, sangking banyaknya," balas Rayyan sambil melihat mana yang ingin ia coba lebih dulu.
"Kok bisa sih, masak sebanyak ini gak sampai dua jam sudah selesai?" tanyanya..
"Ya kan aku pakai tiga kompor, Mas. Ya cepet," sahut Fatimah tersenyum ke arah suaminya.
"Tangan kamu emang gesit ya, bisa melakukan semuanya dalam bersamaan," puji Rayyan.
"Hemm, aku juga tidak menyangka. Bisa melakukan semuanya bersamaan, biasanya aku cukup pakai satu kompor aja. Oh ya, Mas Ray mau makan apa?" tanyanya sekali lagi.
"Lalu apa lagi?"
"Dadar jagung sama kerupuk aja dulu. Nanti kalau sudah habis, baru mau nyoba oseng-oseng kangkung, tempe goreng, sama sambalnya," balas Rayyan.
__ADS_1
Fatimah pun menganggukkan kepalanya dan menuruti kemauan suaminya.
Mereka makan hanya berdua saja, RAyyan sangat menikmati makanan istrinya itu, walaupun sangat sederhana, tapi rasanya bikin lidah bergoyang.
Bahkan hanya beberapa menit, nasi dan lauk pauknya pun ludes tak tersisa, Rayyan mengambil sendiri nasi dan lauk pauk yang pengen ia coba.
Melihat Rayyan makan dengan sangat lahap, Fatimah pun tersenyum senang, ia bahagia karena suaminya ternyata menyukai masakannya.
"Enak, Mas?" tanyanya.
"Enak, sangat enak. Masakan kamu gak ada duanya, aku sampai ketagihan."
"Kalau gitu, apa boleh jika mulai hari ini dan seterusnya, aku masak untuk Mas Rayyan?" tanyanya penuh harap.
"Boleh, asal jangan sampai kecapean ya," ujarnya dan Fatimah pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Rayyan melonggarkan ikan pinggangnya karena merasa perutnya sedikit buncit, karena ia sampai nambah nasi dua kali. Setelah selesai makan, barulah Rayyan memperbolehkan yang lainnya untuk mencicipi masakan istrinya itu. Yah, dari pada di buang, mending makanannya untuk mereka. Toh tadi saat Rayyan dan Fatimah mengambil lauk pauknya, mereka menggunakan sendok yang berbeda, sehingga makanannya masih bersih dan tidak sampai terkena tangan mereka.
Rayyan dan Fatimah memilih untuk duduk santai di ruang keluarga sambil nonton tivi, hidup santai seperti ini ternyata memang sangat menyenangkan, pantas saja orang-orang lebih suka diam di rumah, karena mereka benar-benar sangat menikmati hidupnya.