
Setelah Rayyan mendapatkan semua rahasia dari Dokter Ratih, sejak saat itu pula, Rayyan mulai memperbaiki dirinya.
Rayyan yang mulai rajin sholat, bahkan sholat malam, mengaji, wiridan, seminggu tiga kali ikut pengajian malam, dan di hari Minggu ikut pengajian pagi sampai siang bersama Rio.
Rayyan juga datang ke pemakaman kedua orang tuanya, kakek neneknya serta istri pertamanya untuk mengirim doa dan eminya maaf atas kesalahannya.
Rayyan juga mensedekahkan 25% hartanya untuk masjid, anak yatim, kaum duafa, dan membuat rumah untuk menampung orang-orang yang terlantar di pinggir jalan termasuk yg gila sekalipun.
Rayyan juga membangun Musholla di desa desa atau kampung yang rumahnya jauh dari musholla apalagi masjid.
Rayyan gak main-main untuk merubah semuanya, bahkan Rayyan juga meminta maa pada semua orang yang tersakiti, dan juga memberikan bantuan untuk mereka berupa uang dan kebutuhan lainnya.
Rayyan juga menaikkan gaji untuk semua karyawan yang bekerja di bawah naunga perusahaan yang ia miliki serta menaikkan gaji penjaga bayangan walau pekerjaan mereka akhir-akhir ini kurang memuaskan.
Rayyan juga membagi-bagikan sedikit hartanya untuk keluarga dan saudara dekat dan jauh baik dari pihak Mama atau Papanya.
Rayyan juga membelikan beberapa fasilitas untuk Rio dan Ratih, Nana serta beberapa dokter yang menangani Fatimah dulu.
Rayyan juga memperkerjakan kembali semua karyawan yang dulu memiliki desain dan bekerja di mension barunya. Rayyan memperlakukan mereka dengan baik sehingga mereka mulai betah dan mendoakan agar Rayyan dan Fatimah kembali bersatu.
__ADS_1
Rayyan tak main-main dalam hal merubah dirinya untuk menjadi versi terbaik.
Rayyan juga fokus untuk perusahaan dan membawa perusahaan semakin maju dan berjaya.
Walau dalam hati, Rayyan ingin sekali bertemu Fatimah, tapi ia berusaha untuk menahan rasa rindunya yang menggebu-gebu, ia akan menunggu Dokter Ratih yang akan membawanya untuk bertemu dengan Fatimah.
Rayyan yakin Fatimah masih hidup, walaupun selama ini dia belum bertemu dengan Fatimah. Tapi kata hatinya selalu mengatakan Fatimah baik-baik aja.
Dokter Ratih dan Rio pun merasa bahagia sekali, melihat perubahan Rayyan. Kini Rayyan sudah bisa mengontrol emosinya, sudah sabar, ramah dan sifat iblisnya pun seakan hilang.
Sejak Rayyan berubah, Dokter Ratih dan Rio semakin dekat, diam-diam mereka memupuk rasa sayang di dalam hati mereka masing-masing, walaupun sampai saat ini, mereka masih belum ada yang mengungkapkannya, mereka hanya saling mendoakan, dan jika tiba waktunya nanti, Rio sendiri yang akan melangkah untuk melamarnya dan menjadikan Dokter Ratih istrinya, ratu satu-satunya di hatinya.
Rio tak ingin saat dirinya dan Dokter Ratih bahagia, Rayyan masih terpuruk dan terombang-ambing kesana kemari, bagaimanapun Rayyan adalah sahabat mereka, untuk itu, mereka akan memastikan Rayyan bahagia sebelum mereka memikirkan kebahagiaan mereka sendiri.
Tanpa sepengetahuan Rayyan, Dokter Ratih terus memberikan informasi pada Farm tentang perubahan Rayyan selama ini.
Awalnya Fatimah tak mau tau lagi tentang suaminya, namun hatinya seakan tergerak untuk membuka semua informasi yang diberikan oleh Dokter Ratih.
Fatimah tidak menyangka jika Rayyan akan berubah sedrastis itu, Fatimah tak lagi menemukan wajah arrogant dan wajah dingin sang suami.
__ADS_1
Jika dibilang apakah masih cinta? Ya, walaupun awalnya rasa cinta itu memudar, namun seiring berjalannya waktu, cinta itu kembali hadir dalam relung hatinya, apalagi saat dia meminta petunjuk, Fatimah selalu bermimpi Rayyan. Bukankah it pertanda baik.
Semoga aja Allah menyatukan mereka berdua lagi. Aamiin.
Ini bukan demi Rayyan, tapi juga demi anak yang ada dalam kandungan Fatimah.
Misalkan Fatimah bercerai, dan Fatimah menikah lagi, tidak ada jaminan jika papa tirinya akan menyayangi anaknya seperti papa kandungnya sendiri.
Dan lagi, Fatimah ingin memberikan anaknya keluarga yang utuh, karena menjadi anak broken home, sangatlah sulit.
Di tambah lagi, bukankah Allah lebih menyukai hambanya yang menyesali perbuatannya dan mau bertaubat dari pada orang yang alim tapi sombong dan merasa dirinya yang paling wah, paling suci.
Memberikan kesempatan kedua, mungkin terdengar konyol, setelah apa yang Rayyan lakukan selama ini, bahkan kadang Fatimah sendiri masih trauma akan kejadian yang dulu-dulu.
Tapi hidup trus berjalan, dan ada anak kecil yang harus di korbankan perasaannya jika Fatimah memilih egonya untuk berpisah.
Toh pada dasarnya Rayyan sebenarnya orang baik, tapi karena dari bayi, dia di didik keras, dengan penuh kekejaman, kesakitan, dibesarkan tanpa cinta dan kasih sayang, harus jadi pria yang tanpa hati, di sakiti fisik dan batinnya. Mungkin itu yang menyebabkan Rayyan tumbuh menjadi manusia iblis.
Namun kini Rayyan sudah berubah, dan menyesali perbuatannya? Lalu kenapa Fatimah tidak ma memberikan kesempatan, jika Allah aka maha pemaaf.
__ADS_1
Lagian dulu saat Rayyan hilang hilangkan, Rayyan sangat baik padanya, namun kembali jahat saat Rayyan ingat lagi siapa dirinya.