Love Me Mr. Arrogant

Love Me Mr. Arrogant
Harapan Yang Besar


__ADS_3

Rayyan meminta agar kamar rawat inap mereka di satukan dan Dokter Ratih pun tidak keberatan karena melihat sikap Rayyan yang sudah berubah, Dokter Ratih malah berharap jika selamanya Rayyan akan hilang ingatan, agar sikap kejamnya yang dulu tidak muncul kembali.


Rayyan juga mengusir Bibi Aisyah dari sana, karena Rayyan ingin menghabiskan waktu berdua dengan Fatimah. Rayyan ingin menebus semua kesalahannya yang sudah menyakiti Fatimah, walaupun ia tidak ingat semuanya, namun ia sudah mendapatkan gambaran yang jelas bagaimana dirinya menyiksa Fatimah hingga Fatimah hampir kehilangan nyawanya, untuk itu, Rayyan bersikap lembut dan ngomong dengan pelan, tanpa nada tinggi.


Melihat sikap Rayyan seperti ini, Fatimah merasa sangat bersyukur sekali. Apalagi Rayyan mau di ajak sholat berjamaah. Ya, walaupun mereka sakit, namun Fatimah tidak meninggalkan sholatnya karena bagaimanapun Sholat itu sangat penting dan tidak boleh di tinggal apalagi dengan sengaja.


Awalnya Rayyan merasa kesulitan namun karena Fatimah begitu telaten mengajarinya, akhirnya dengan kecerdasan yang di milikinya, Rayyan mampu mengikuti dan memahami apa yang Fatimah ajarkan padanya.


Selama satu minggu mereka di rawat, Rayyan terus memperlakukan Fatimah dengan lembut dan kini, mereka berdua sudah di perbolehkan pulang.


Asisten Rio yang menjemput mereka berdua sedangkan Bibi Aisyah, ia pulang di jemput oleh Pak Ikhsan. Karena Rayyan melarang Bibi Aisyah ikut mereka.


Di dalam mobil, Rayyan terus duduk berdekatan dengan Aisyah dan memegang tangan Aisyah, diam-diam Asisten Rio melihat keakraban mereka berdua dari spion.


"Semoga obat itu tahan lama, sehingga Tuan Ray akan terus bersikap lembut seperti ini," gumam Asisten Rio penuh harap.

__ADS_1


Sedangkan Dokter Ratih dan Mbak Nana juga berdoa hal yang sama, karena hanya dengan Rayyan hilang ingatanlah, dia mau memanusiakan manusia. Dan tak lagi bersikap kejam, layaknya tak punya hati.


Sampai di rumah, kedatangan mereka langsung di sambut hangat oleh Pak Han dan yang lainnya.


Rayyan dan Fatimah pun menyapa mereka dengan ramah.


Pak Han dan Art lainnya sudah mengetahui jika Rayyan hilang ingatan dan sikapnya sudah berubah seratus delapan puluh derajat.


Rayyan menggendong Fatimah ala bridal style. Membuat yang lain jadi terpanah, karena ini pertama kalinya, mereka melihat Rayyan memperlakukan Fatimah dengan baik. Fatimah sendiri tak menolaknya dan membiarkan Rayyan melakukan apa yang dia sukai. Fatimah ingin memanfaatkan ini agar bisa membuat suaminya mencintai dirinya, sebelum Rayyan kembali mengingat kembali siapa dirinya


Setiap kali Fatimah berdoa, ia cuma berharap jika sikap Rayyan bisa seperti ini selamanya, sampai akhir hayat mereka.


Mendengar itu, Fatimah setuju. Fatimah menolak, bukan berarti ia tak menyukai kamar Rayyan, hanya saja selama ini, ia bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di kamar itu, jadi ia masih merasa takut dan asing. Sedangkan di kamarnya, walaupun banyak kenangan pahitnya, namun paling tidak ia sudah nyaman dengan kamar yang ia tempati selama ini.


Saat memasuki kamar Fatimah, Rayyan mulai merasakan sakit kepala lagi. Ia menaruh Fatimah dengan pelan di atas kasur, setelah itu, ia memegang kepalanya dengan erat, bahkan ia memukul kepalanya dengan keras karena ingatan itu kembali lagi, bagaimana ia memperlakukan Fatimah dengan sangat kejam dan tak manusiawi.

__ADS_1


"Aaa ... " teriak Rayyan. Melihat raut wajah kesakitan Rayyan, Fatimah memberanikan diri memeluk Rayyan. Ia berharap pelukannya bisa mengurangi rasa sakit Rayyan.


Rayyan menangis, ia melihat dirinya yang yang seperti penjahat kelas atas. Bagaimana bisa ia menyakiti wanita yang berstatus istrinya sendiri.


Rayyan lagi lagi, bersimpuh di kaki Fatimah dan meminta maaf berulang-ulang. Ia menyesali apa yang sudah terjadi, dan Fatimah pun memaafkannya dan meminta Rayyan untuk duduk di sampingnya aja. Namun Rayyan tak mau, ia terus bersujud di kaki Fatimah, Rayyan ingin menebus dosa yang sudah ia lakukan pada Fatimah selama ini.


"Mas, ayo duduk di samping aku, jangan kayak gini."


"Enggak mau, aku sudah jahat sama kamu. Aku emang laki-laki bren-gsek dan pengecut,"


"Sudahlah, jangan di fikirkan lagi. Aku sudah memaafkan semua kesalahan Mas Rayyan. Jadi tolong jangan kayak gini, karena itu sama saja Mas bikin aku sedih."


Mendengar hal itu, Rayyan pun langsung bangkit dan duduk di samping Fatimah, ia tak ingin membuat Fatimah sedih lagi karenanya.


Melihat Rayyan menuruti keinginannya, Fatimah tersenyum senang.

__ADS_1


"Kita kan sudah berjanji, untuk memulai semuanya dari nol. Jadi, jangan merasa bersalah lagi, lupakan apa yang terjadi di masa lalu, dan ayo kita fokus ke masa depan kita," ucap Fatimah sambil memegang tangan Rayyan.


"Terima kasih, terima kasih sudah tidak membenciku. Terima kasih sudah mau menerima aku dan memberikan aku kesempatan sekali lagi, aku janji, aku gak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kamu berikan." ucapnya dengan tulus dan Fatimah pun mempercayainya, lalu mereka berpelukan dan saling berharap satu sama lain agar hubungan yang mereka jalani saat ini, bisa berjalan harmonis dan tak ada lagi yang saling menyakiti satu sama lain.


__ADS_2