Love Me Mr. Arrogant

Love Me Mr. Arrogant
Asisten Rio Mulai Bertindak


__ADS_3

Satu Minggu sejak Rayyan masuk rumah sakit, sampai saat ini, ia masih belum sadar. Rayyan di taruh di samping kamar rawat inap Fatimah, sengaja mereka tidak di jadikan satu ruangan, agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak terduga.


Sedangkan Fatimah sendiri, dia sudah sadar dua  hari yang lalu. Entah dirinya merasa harus bersyukur atau sebaliknya. Jujur aja, Fatimah tidak berharap dirinya bisa membuka mata lagi, karena itu artinya, penderitaan yang ia alami akan terus berlanjut, berbeda jika dirinya sudah tiada. Maka, ia akan terbebas dari siksaan suaminya itu.


Namun ketika Fatimah tau, jika Rayyan masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri, Fatimah sedikit bahagia, bahkan dalam hati, ia berharap jika Rayyan tidak perlu sadar untuk selamanya. Ia tau, dirinya mungkin salah mendoakan kejelekan untuk suaminya, namun hanya dengan cara itu, ia bisa bebas dari suaminya.


Selama di rumah sakit, Dokter Ratih, sering berkunjung sehari beberapa kali. Mbak Nana pun akan datang setiap hari, setelah ia pulang kerja bahkan kadang menginap di sana. Sedangkan Bibi Aisyah, ia tidak pernah meninggalkan Fatimah, ia selalu berada di dekat Fatimah karena takut jika Fatimah kenapa-napa lagi. Atau jika Fatimah butuh sesuatu, Fatimah tinggal minta tolong padanya.

__ADS_1


Di saat Fatimah mulai melupakan rasa sakitnya karena kehadiran mereka (Bibi Aisyah, Mbak Nana dan Dokter Ratih). Berbeda dengan Asisten Rio, sampai detik ini ia masih memikirkan cara bagaimana menyelamatkan nyawa Fatimah. Waktu Rayyan sadar, sisa nanti malam. Karena Rayyan tak mungkin terus menerus di bius seperti itu, pasti ada yang merasa janggal dan jika sampai bocor ke luar, akibatnya akan sangat fatal.


Bagaimanapun juga, Rayyan bukan orang biasa. Dia masih ada keluarga besar yang melindungi dan juga bawahan serta beberapa tangan kanan yang sampai saat ini, sebagian dari mereka, belum juga di ketahui oleh Asisten Rio. Rayyan sangat pandai menyembunyikan keberadaan mereka semua.


Dan saat ini, Asisten Rio tengah berbicara dengan seseorang yang sangat rahasia. Dan orang itu memberikan obat kepada Asisten Rio. Dengan sangat hati-hati sesekali, Asisten Rio menerimanya dan setelah itu, ia segera pergi dari sana.


Obat itu cukup mahal, bahkan hampir menghabiskan separuh dari tabungannya, tapi tak apa, uang masih bisa dicari, yang penting, ia sudah berhasil menyelamatkan nyawa orang lain.

__ADS_1


"Maafin saya, Tuan. Saya terpaksa melakukannya, ini semua demi kebaikan Anda dan Fatimah. Tapi saya pastikan, ini tidak berbahaya," gumam Rio dan setelah menyelesaikan urusannya, Asisten Rio pun segera pergi dari sana dan memulihkan kembali CCTV nya.


Asisten Rio pergi ke kamar sebelah dan melihat keadaan Fatimah. Fatimah menyapa Asisten Rio dengan ramah, beberapa kali bertemu, membuat mereka cukup akrab. Walaupun kadang Asisten Rio masih agak kaku saat bicara dengan Fatimah. Untungnya ada Bibi Aisyah yang membantunya, sehingga suasana tetap hangat dan mereka bisa ngobrol santai.


"Fatimah, mulai sekarang kamu aman. Aku harap tindakan aku ini, bisa bermanfaat buat kalian berdua. Buatlah Tuan Ray jatuh cinta sama kamu, dengan begini, kelak jika Tuan Ray sadar kembali akan masa lalunya, dia sudah tak lagi bersikap kasar, karena di hatinya sudah ada kamu. Dan dia tidak mungkin menyakiti wanita yang ia cintai." bisik Asisten Rio, hingga hanya Fatimah lah yang mendengarnya.


Fatimah tidak mengerti, namun ia menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah merasa cukup berada di sana, Asisten Rio kembali ke kantor untuk mengurus pekerjaannya yang sudah menumpuk. Kali ini pekerjaan dia dua kali lipat lebih banyak, karena Rayyan yang masih belum sadar dan mengharuskan dirinya yang menghandle semuanya.


Sedangkan yang lain, hanya tau untung besar, tidak tau proses apa yang harus di lewati agar bisa mencapai keuntungan yang cukup fantastis.


__ADS_2