
Apa yang dilakukan oleh Rayyan, akhirnya sampai juga ke semua ART yang kerja di sana termasuk Pak Han dan Asisten Rio yamg kebetulan sudah ada disana karena harus menjemput Rayyan untuk pergi ke kantor.
Mendengar cerita Sofi yang tak jauh dari sana, tangan Rio mengepal. Sedangkan Sofi tidak tau jika Rio mendengar cerita yang ia ceritakan kepada teman-temannya itu.
Pak Han yang tak jauh dari sana bahkan mendengar dengan jelas cerita pilu Sofi.
Saat ini yang menemani Fatimah hanya Bibi Aisyah dan Sofi di suruh kembali untuk membuatkan bubur dan minuman hangat.
__ADS_1
Bibi Aisyah juga sudah menelepon Dokter Ratih, namun Bibi Aisyah meminta Dokter Ratih datang setelah Rayyan pergi ke kantor karena takut menimbulkan kekacauan di pagi hari dan Dokter Ratih pun setuju akan hal itu.
"Aku gak tau, apakah Fatimah bisa bertahan lebih lama jika terus di siksa seperti itu hiks ... hiks ... Aku gak tega lihatnya, dadaku sesak." Sofi terus menangis dan memukul dadanya sendiri. Temen-temen yang lain pun memeluknya dan menangis bersama-sama.
"Kalian gak tau, betapa wajahnya bahkan tidak terbentuk lagi karena di jadikan samsak oleh Tuan Ray semalaman. Sekujur tubuhnya pun juga pada lebam-lebam parah. Apalagi di bagian perutnya juga sangat merah kehitaman, di lantai ada banyak muntahan dan juga darah. Mungkin karena mendapat pukulan di area perut. Fatimah muntah-muntah sampai mengeluarkan darah juga. Kedua su-sunya juga merah dan bengkak. Allah, aku bahkan tidak bisa membayangkan betapa sakitnya Fatimah menanggung itu semua tadi malam." Sofi menangis lagi, semua teman-temannya pun sama.
"Aku takut, takut jika ada organ dalamnya ikut terluka. Ya Allah, ingin rasanya aku bantu dia keluar. Tapi aku tidak punya kekuasaan, aku hanyalah seorang babu, bagaimana bisa aku membantunya keluar dari siksaan yang mengerikan itu." Sofi terus bercerita untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya.
__ADS_1
Saat Sofi mau bicara lagi, Anggi langsung menutup mulutnya karena Anggi melihat Rayyan yang berjalan ke ruang makan. Untungnya semua makanan sudah siap sejak lima belas menit yang lalu.
Sehingga mereka tidak akan mendapatkan amukan dari Rayyan.
Anggi dan Della segera membawa Sofi menjauh dari sana agar suara tangisannya itu, tidak sampai di dengar oleh Rayyan.
Sedangkan Pak Han, ia juga segera pergi dari sana dengan dada yang sesak. Asisten Rio, yang dari tadi ada di balik dinding, langsung keluar menghampiri Rayyan yang makan dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa. Ingin rasanya Rio membunuhnya tapi ia tidak punya keberanian seperti Rayyan dan lagi jika ia berhasil membunuhnya, tidak menutup kemungkinan ia dan keluarganya akan jadi incaran orang-orang kepercayaannya di luar sana karena bagaimanapun Rayyan punya orang-orang kuat yang tidak semua Rio mengetahuinya.
__ADS_1
"Aku harus menggagalkan meeting dengan Pak Chris, aku harus minta bantuannya. Agar meeting di lakukan di luar negeri dan memperlambat proses perjanjian di antara mereka. Dengan begitu, aku bisa menjauhkan Tuan Ray dari Fatimah. Paling tidak Fatimah harus menyembuhkan dirinya lebih dulu, jangan sampai Tuan Ray melakukannya lagi nanti malam karena jika itu terjadi, bisa-bisa besok akan ada mayat di Mension ini." Asisten Rio berusaha melindungi Fatimah, walaupun dia adalah asisten Rayyan, namun ia tidak akan biarkan Fatimah mendapatkan perlakuan kejam dari Tuannya itu.