Love Me Mr. Arrogant

Love Me Mr. Arrogant
Penyesalan Fatimah


__ADS_3

Keesokan harinya, tanpa sepengetahuan Fatimah, Rayyan dan Rio pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis. Awalnya cukup Rio aja yang datang, namun Rayyan yang tak ingin melihat Fatimah untuk beberapa hari kedepan, memilih untuk pergi bersama Rio dan beberapa orang lainnya.


Sedangkan Fatimah yang tau jika Rayyan pergi ke luar negeri, merasa sangat sedih. Belum selesai dia bersedih karena di tinggal Bibi Aisyah, kini ia bersedih karena Rayyan pergi tanpa memberitahu dirinya.


"Kenapa kamu harus pergi saat hubungan kita seperti ini, Mas? Apa kamu marah padaku. Maafkan aku, hatiku terlalu terluka atas kepergian Bibi, hingga aku tak lagi jadi istri yang patuh. Maafkan aku yang sudah mengabaikan dirimu, maafkan aku yang sudah membuatmu terluka," ucap Fatimah menangis. Kini ia menangis bukan lagi karena Bibi Aisyah, melainkan karena rasa bersalah sudah mengabaikan suaminya hingga kini ia di tinggal seperti ini.


Fatimah sudah berusaha untuk menelfon Rayyan atau Rio, sayangnya nomer mereka sama-sama tak bisa di hubungi.


"Mas, aku harap kamu baik-baik aja. Dan jika kamu pulang nanti, kamu tak lagi marah padaku. Maafkan aku yang sudah menjadi istri durhaka," tuturnya dengan isakan kecil.

__ADS_1


Fatimah memiliki untuk tetap diam di kamar, ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berdoa pada Tuhan. Berdoa untuk Bibi Aisyah, berdoa untuk suaminya agar di beri keselamatan dimana pun dia berada dan di lancarkan segala urusannya, Fatimah juga berdoa untuk ayah kandungnya yang sudah tiada, serta mendoakan ibunya yang kini entah ada dimana.


Hanya Pak Han yang sesekali datang untuk memberikan makanan atau mengambil baju kotor milik Fatimah untuk di cuci oleh pelayan.


Sedangkan yang lain tak ada yang berani datang ke kamar Fatimah, karena memang tidak ada yang boleh mendekati kamar Fatimah dan Rayyan kecuali mereka di panggil atau karena ada yang mendesak. Hanya Pak Han yang boleh mengetuk pintu itu dan itupun batasnya hanya di depan kamar, tidak boleh sampai masuk ke dalam.


Dan selama empat hari, di rumah itu ada pengajian untuk Bibi Aisyah, dan pengajian itu hanya di isi oleh Pak Han dan semua pelayan, chef, tukang kebun, satpam.


Dokter Ratih dan Mbak Nana hanya datang saat hari pertama dan kedua, setelahnya mereka sibuk dengan pekerjaan mereka yang cukup padat.

__ADS_1


Mereka juga tidak tau kalau Fatimah dan Rayyan ada masalah. Karena memang tak ada satupun yang memberitahu mereka, sehingga mereka menganggap jika Fatimah dan Rayyan masih baik-baik aja.


Hari ketujuh, genap sudah Rayyan dan Rio menghilang bak di telan bumi. Fatimah mulai kelimpungan sendiri. Ia gak tau harus berbuat apa. Fatimah sudah minta tolong pada Pak Han untuk menghubungi suaminya, siapa tau misal Pak Han yang menghubungi, bisa ada kabar dari mereka.


Tapi sayangnya, Pak Han pun juga kehilangan akses. Ia juga tak bisa berbuat apa-apa karena tak ada perintah dari Rayyan. Lagian ia yakin jika Rayyan kenapa-napa, pasti penjaga bayangan akan heboh dan memberitahu dirinya.


Dan jika sampai detik ini, tak ada kabar apapun, jadi semuanya masih aman. Mungkin Rayyan yang memang tak ingin siapapun menghubungi dirinya dan Rio.


Itulah kenapa Pak Han tidak terlalu panik sekali, tapi ia harap Rayyan segera kembali. Karena ia tak tega melihat Fatimah yang terus mengurung diri di kamar dan tak mau keluar.

__ADS_1


__ADS_2