Love Me Mr. Arrogant

Love Me Mr. Arrogant
Isi Hati Rayyan


__ADS_3

Sesampai kantor, Rayyan dan Rio langsung masuk ke ruangannya masing-masing. Di ruangannya, Rio cukup merasa gusar dan khawatir, takut apa yang di rencanakan matang-matang olehnya dan Alfian diketahui oleh Rayyan.


"Oh, Tuhan. Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya pada Tuhan, yang mungkin saat ini tengah mendengar suara isi hatinya yang menjerit membutuhkan pertolongan.


Rio juga tidak bisa menelfon Alfian sembarangan terlebih di kantor, karena bisa jadi Rayyan menyembuhkan cctv diam-diam, dan penyadap suara.


Rayyan cukup gila, jadi dia bisa melakukan hal yang mungkin tidak terpikirkan olehnya.


Sedangkan di mension, Pak Han cukup merasa sulit dalam memilih. Di satu sisi, ia ingin membantu Fatimah keluar dari mension ini, apalagi Fatimah tengah hamil penerus keluarga Alexander Abraham.


Tapi di sisi lain, selain karena takut ketahuan, Pak Han juga takut mengkhianati Rayyan. Karena bagaimanapun dirinya sudah di sumpah untuk selalu setia dan terus berpihak pada Rayyan, entah Rayyan salah atau benar, Pak Han harus terus berada di pihak Rayyan.


Tapi masalahnya tidak semudah itu, selain karena sisi kemanusiaan, Pak Han ingin menyelamatkan pewaris utama Alexander Abraham.


Pak Han tidak masalah, misal ketahuan dan Rayyan menyiksa dirinya atau membunuh dirinya, Pak Han pasrah, toh dirinya sudah tua. Jikapun masih hidup, mungkin umurnya tidak sampai lima tahun, karena dirinya yang sudah tua renta dan mulai sakit-sakitan.


Tapi bagaimana dengan yang lainnya, Sofi, Anggi, Della, dan banyak Art yang masih berhak untuk hidup, masa depan mereka masih panjang. Jika Fatimah sampai hilang, bisa jadi semua ART yang bekerja di mension akan menjadi pelampiasan amarah Rayyan. Itulah yang di fikirkan oleh Pak Han.


Jangan sampai karena menyelamatkan Fatimah dan calon bayinya, malah ada banyak nyawa yang hilang. Karena Rayyan sudah pernah membunuh, yang artinya ia tidak aka ragu untuk menghabisi banyak orang.


Banyak hal yang harus di fikirkan oleh Pak Han, dirinya tak mau egois. Ia juga harus menyelamatkan banyak nyawa yang bekerja di sini. Mereka semua sudah seperti keluarga, Pak Han gak akan tega jika harus menyaksikan mereka di sakiti atau mungkin di bunuh di depan matanya.


Pak Han benar-benar bingung, harus berbuat apa. Rayyan tak bisa di anggap remeh, dia bisa menjelma menjadi iblis yang hatinya sudah gelap, hingga tak bisa lagi merasakan rasa kasihan, rasa iba dan yang lainnya.


Tidak mudah membuat Fatimah keluar dari mension ini, benar-benar tidak mudah.

__ADS_1



Banyak penjaga bayangan yang tidak diketahui oleh Pak Han, Rio dan Alfian. Bisa jadi sebenarnya mereka tengah diawasi.


Mereka bisa aja mengetahui dimana


Fatimah berada, jika Fatimah berhasil kabur.


Jika Fatimah berhasil kabur pun, ada konsekuensi besar yang akan diterima oleh banyak orang. Bisa jadi orang-orang yang tidak bersalah akan kena imbasnya.


Rayyan orangnya tidak bisa ditebak, terlihat biasa aja dan santai, tapi siapa yang tau, jika Rayyan mungkin sudah mengetahui semuanya dan menunggu Rio serta Alfian bertindak, baru Rayyan menangkap basah mereka semua.


Ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan, untuk itu Rio dan Alfia sangat hati-hati dan gak bisa gegabah.



Karena Bibi Aisyah sudah tiada, jadi Sofilah yang datang untuk mengantarkan makanan untuk Fatimah. Karena Fatimah tak mau untuk keluar kamar karena takut ketemu Rayyan.


Rasa sakitnya sampai detik ini masih terasa, bahkan sangat sakit sekali. Jadi, bagaimana mungkin ia keluar kamar, menampakkan diri di hadapan suaminya. Bisa jadi, Rayyan akan memukulinya lagi, dan akan berbahaya jika sampai kena perutnya.


Jadi, dari pada memancing amarah Rayyan, Fatimah memilih untuk tidak keluar kamar, Fatimah mencari aman saja.


Sejujurnya, Fatimah juga malas mau makan, rasanya susah untuk ditelan.


Lagian, siapa yang masih bisa makan, di saat ia merasa nyawanya selalu terancam. Jika sekarang, ia selamat. Tapi siapa yang bisa menjamin, jika nanti malam atau besok pagi, dirinya bisa jadi sudah tiada.

__ADS_1


Sofi dan yang lainnya pun ikut ketar-ketir, setiap mereka selesai sholat, mereka seakan berlomba-lomba agar Rayyan di sadarkan hatinya agar tak lagi menjadi manusia yang kejam. Mereka terus mendoakan agar semuanya baik-baik saja dan tidak ada yang tersakiti lagi.


Andai mereka bisa, mereka juga sebenernya ingin pergi dari mension itu. Karena setiap hari, mereka juga merasa takut dan khawatir.


Tapi apalah daya, sebelum mereka kerja di sini, mereka sudah mendatangi kontrak, dimana jika mereka berhenti sebelum kontrak mereka berakhir, maka mereka akan kena denda 100x lipat dari gaji yang mereka dapatkan tiap bulannya.


Dulu mereka merasa sanggup, karena gajinya yang tidak main-main. Dan mereka berfikir, mereka pasti bisa bertahan sampai kontrak berakhir, tapi sekarang mereka bahkan ingin sekali kabur dari tempat ini, tiap hari selalu merasa tertekan dan takut melihat Rayyan yang begitu kejamnya menyiksa istrinya sendiri.


Jika mereka buat salah dikit aja, mungkin mereka pun akan mendapatkan siksaan yang luar biasa dari Rayyan. Untuk itulah, mereka ekstra hati-hati.


Rayyan sendiri, saat ini ia tidak mengerjakan apapun. Dari saat ia datang, sampai dua jam lamanya, ia hanya diam. Entah apa yang ia fikirkan. Wajahnya sangat murung sekali, seakan ada banyak beban yang tengah ia fikirkan.


Saat Rayyan memegang hpnya, di sana ada banyak sekali kenangan dirinya dan Fatimah.


Rayyan emang sudah ingat semuanya tentang masa lalunya, ia juga ingin tentang apa yang sudah dia lalui bersama Fatimah selama ini.


Tapi karena hatinya yang tertutup oleh rasa dendam dan sakit hati di masa lalu, membuat Rayyan mengesampingkan rasa ibanya terhadap Fatimah.


Bohong jika dirinya tidak merasa khawatir, bohong jika dirinya merasa gak menyesal,tapi entah kenapa setiap kali berhadapan dengan Fatimah, ia seperti sulit untuk mengontrol emosinya. Rasa emosi dia, sama seperti rasa emosi terhadap kakek dan kedua orang tuanya.


Rayyan sadar, Fatimah berbeda dari mereka, bahkan Fatimah mempunyai cinta yang tulus untuknya, tapi Rayyan juga gak tau kenapa, kenapa dia ingin terus menyiksa Fatimah setiap kali melihat Fatimah, padahal Fatimah saat ini tengah mengandung buah hatinya, anak yang ia inginkan selama ini.


Rayyan membaca semua isi chat dirinya dan Fatimah yang tidak pernah terhapus. Rasanya hatinya begitu sesak setiap membaca pesan itu. Rayyan ingat akan janjinya, bahwa dia tidak akan menyiksa Fatimah lagi, jika dirinya sudah ingat akan masa lalunya. Tapi dirinya gak bisa menepati janji itu.


Setelah membaca semua pesan wa hampir sejam lamanya, Rayyan beralih lihat galeri. Ada banyak foto dan vidio dirinya dan Fatimah. Semua kenangan itu, sebenarnya masih terekam jelas di otaknya. Bagaimana mungkin ia melupakan apa yang sudah ia lewati bersama Fatimah.

__ADS_1


Tapi, masalahnya saat ini, ia belum bisa mengontrol emosinya sendiri, ia belum bisa mengendalikan rasa amarah, dendam, sakit hati, kecewa, kesal dan sedih di waktu bersama. Dan itu semua karena masa lalunya yang begitu pahit.


Rayyan tau, ini gak adil untuk Fatimah. Dia gak tau apa-apa, dia bahkan juga korban dari keegoisan ayah tirinya, Fatimah juga sama menderitanya sama seperti dirinya dulu..Tapi entahlah, rasanya sulit untuk mengungkapkan isi hatinya. Yang jelas, Rayyan tak ingin bertemu Fatimah dulu, sampai suasana hatinya membaik, atau dirinya tak akan bisa mengendalikan dirinya yang ingin terus menyiksa Fatimah.


__ADS_2