Love Me Mr. Arrogant

Love Me Mr. Arrogant
Trik Alfian Untuk Menyelamatkan Fatimah


__ADS_3

Alfian cukup lama di rumah Rayyan, namun ia tidak bertemu dengan Fatimah yang merupakan istri Rayyan. Alfian hanya bertemu dengan Pak Han dan dua orang pelayan yang mengantarkan makanan dan minuman untuknya.


Alfian gak bisa untuk lebih lama lagi di sana, karena dia juga punya banyak aktivitas yang harus dia lakukan. Setidaknya ia cukup menampakkan diri dulu sambil memikirkan bagaimana cara mengeluarkan Fatimah dari ruma sahabatnya itu.


"Aku pamit pulang dulu ya, Bro."


"Kenapa buru-buru banget?" tanya Rayyan yang masih ingin lebih lama lagi bertemu Alfian


"Aku masih ada urusan."


"Kamu kapan balik ke negara X?"


"Besok pagi," bohongnya.


"Astaga. Jadi ini pertemuan terakhir kita?" tanya Rayyan kaget


"Ya enggaklah, kita masih bisa ketemu kok lain waktu. Kalau aku ada waktu senggang, aku pasti ke sini lagi. Atau jika kamu ada waktu lenggang, kamu bisa pergi ke tempat aku."

__ADS_1


"Iya juga sih."


Alfian terpaksa berbohong, agar saat dirinya dan Fatimah menghilang, Rayyan tak menyangka dirinya yang telah membawa Fatimah pergi.


Kelak, jika Rayyan tanya padanya tentang Fatimah, dirinya bisa mengelak dengan alasan, 1. Alfian tidak pernah melihat rupa atau wajah Fatimah, 2. Alfian tidak tau jika Rayyan sudah menikah lag, 3. Hilangnya Fatimah tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya karena dirinya bukan suami ataupun orang yang cukup dekat dengan Fatimah. Mengenalnya saja tidak, lalu bagaimana dirinya bisa menyembuhkan Fatimah dari Rayyan, 4. Alfian berangkat ke Negara X, tanggal sekian, sedangkan Fatimah hilang tanggal sekian. Dari segi tanggal aja berbeda, dan banyak lagi alasan yang bisa Alfian utarakan jika sampai suatu saat nanti, Rayyan benar-benar mencurigakan Alfian.


Setelah salaman dan pelukan ala pria, Alfian pun segera pergi dari sana.


Alfian langsung menelfon Rio dengan nomer telpon yang tidak diketahui oleh Rayyan. Karena dirinya harus hati-hati banget, jadi sebisa mungkin Alfian dan Rio memakai nomer yang dirahasiakan dan juga email yang cukup sulit untuk dilacak.


Sedangkan Rayyan, ia langsung kembali ke kamarnya dan ia melihat Fatimah yang masih menangis sesenggukan.


Sedangkan dua pelayan yang tadi bersembunyi di balik lemari, langsung bernafas lega. Tadi mereka datang untuk mengobati Fatimah serta menguatkan mental Fatimah.


Bagaimanapun saat ini Fatimah tengah hamil dan membutuhkan banyak support dari banyak orang, terlebih dengan ujian yang saat ini tengah Fatimah hadapi.


Sedangkan saat ini, Alfian dan Rio tengah bertemu di sebuah apartemen mewah milik Alfian. Apartemen yang khusus dihuni oleh kalangan miliarder, karena harganya yang selangit.

__ADS_1


"Gimana?" tanya Rio.


"Cukup sulit, Fatimah harus kluar dulu dari sana, baru aku bisa bantu Fatimah untuk pergi dari negara ini." balas Alfian.


"Untuk mengeluarkan Fatimah dari mension, aku sudah kerjasama dengan Pak Han dan semua ART disana. Mereka siap untuk membantu Fatimah keluar dari mension itu."


"Wow, mereka mau terlibat rencana kamu?"


"Iya, karena mereka semua gak tega lihat penderitaan Fatimah. Mereka rela menjadi pelampiasan emosi Rayyan, asalkan Fatimah bisa keluar dari mension terkutuk itu. Karena jika sampai Fatimah terus tertahan disana, bukan hanya nyawanya, tapi juga janin yang ada dalam kandungannya lah yang akan menjadi taruhannya."


"Ya, aku tau. Lalu kapan kira-kira kamu bisa bawa Fatimah keluar dari Mension itu? Tadi aku sudah bilang ke Rayyan, kalau aku akan balik ke Negara X, besok. Agar Rayyan tak curiga."


"Baiklah, itu bagus. Kamu bisa balik besok sesuai yang kamu bilang, nanti dua hari kemudian, kamu balik lagi ke sini dengan pesawat berbeda dan tersembunyi. Agar tidak dilacak oleh Rayyan. Kamu tau kan, Rayyan punya penjaga tersembunyi yang tidak kita ketahui. Dia dijaga ketat banget. Aku aja sampai sekarang masih deg-degan, aku takut jika Rayyan tau jika selama ini, akulah dalang dibalik hilang ingatan dia."


"Iya, kenapa Rayyan jadi menakutkan gitu ya. Aku bahkan sampai ngeri sendiri Lo."


"Nah itu, aku bahkan sekarang seperti tidak mengenali Rayyan. Dulu emang dia jahat dan kejam, tapi sekarang kejahatannya, kekejamannya seakan bertambah berkali-kali lipat."

__ADS_1


Mereka terus mengobrol membahas masalah Fatimah dan Rayyan, mereka berusaha mencari jalan keluar agar Fatimah bisa pergi tanpa ada yang menyadarinya.


__ADS_2