Love Me Mr. Arrogant

Love Me Mr. Arrogant
Ingatan Yang Terus Meningkat


__ADS_3

Malam harinya, saat Rayyan dan Fatimah tertidur pulas setelah selesai olah raga di atas ranjang, tiba-tiba Fatimah terbangun saat mendengar suara orang berteriak.


Dan orang itu adalah Rayyan, dia memanggil nama Felisha. "Fell, jangan tinggalkan aku, Sayang. Felisha, Felisha, Jangan tinggalin aku." Rayyan terus menyebut nama wanita lain, membuat hati Fatimah berdenyut sakit.


Akankah Rayyan mulai mengingat istri pertamanya?


Fatimah hanya bisa menitikkan air mata, "Oh Tuhan, sebesar itu rasa sayang dan rasa cinta suamiku pada Kak Felisha. Walaupun kini Kak Felisha sudah tiada, tapi Mas Ray bahkan masih mengingat dengan jelas. Mas Ray terus menyebut namanya walaupun Mas Ray tengah tertidur. Haruskah aku mundur dari pernikahan ini? Kenapa susah sekali membuatnya jatuh cinta padaku? Padahal aku sudah berusaha semampu, tapi kenapa Mas Ray tak bisa mencintaiku seperti dia mencintai istri pertamanya." Fatimah hanya bicara dalam hati dengan air mata yang terus mengalir.


"Apa yang harus aku lakukan, jika Mas Ray ingat kembali tentang Kak Felisha dan juga kasus pembunuhan itu. Apa yang harus aku lakukan. Sedangkan aku juga belum kunjung hamil untuk mempererat hubungan ini. Aku gak punya kekuatan untuk terus mempertahankan hubungan ini. Sekarang Mas Ray terlihat mencintai aku dan menyayangi aku karena dia tidak ingat akan masa lalunya, tapi bagaimana jika ingatan itu kembali. Apa yang harus aku lakukan?" Fatimah terus bertanya pada dirinya sendiri.


Lalu ia ingin akan Rio, Fatimah pun langsung mengambil hpnya dan mengirim pesan pada Rio. "Mas Rio, sudah tidur belum? Aku mau nelfon," ketiknya. Fatimah tetap memanggil Rio dengan Mas, karena Rio lebih tua darinya. Hanya di depan Rayyan aja, Fatimah memanggil nama saja karena tak ingin suaminya cemburu.


"Belum." balasnya.


Setelah itu, ada telfon masuk dari Rio. Fatimah dengan pelan turun dari ranjang dengan hp yang ia pegang. Ia mencari tempat aman agar Rayyan tidak mendengar pembicaraan dirinya dan Rio.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Mas." sapa Fatimah lebih dulu.


"Waalaikumsalam, ada apa Fatimah?" tanya Rio tanpa ada embel-embel Non lagi.


"Mas, Mas Rayyan mulai ingat masa lalunya."


"Hmm, aku tau. Ingatan masa lalunya, cepat atau lambat akan muncul kembali seiring berjalannya waktu. Apa dia sudah menunjukkan hal itu?"


"Iya." Dan Fatimah pun menceritakan semuanya, tentang mimpi Rayyan dan saat ini, saat Rayyan mengigau nama Felisha.


"Belum, Mas. Tapi kemaren aku dan Mas Ray sudah ke dokter kandungan lagi, dan sama seperti sebelumnya. Aku dan Mas Ray dinyatakan sama-sama subur, hanya saja mungkin belum waktunya sama Tuhan di kasih. Aku dan Mas Ray juga sudah minum vitamin yang Dokter resepkan. Doakan saja semoga kali ini berhasil."


"Aamiin, sekarang kamu ada dimana?"


"Aku ada di penginapan pinggir pantai."

__ADS_1


"Loh kok gak ke villa aja, kan juga dekat pantai."


"Mas Ray kan lupa, jadi dia gak tau. Mungkin besok Mas Ray akan nanya masalah Villa dan aset lainnya setelah kalian ketemu. Soalnya aku juga tadi sempat bahas dikit masalah Mas Ray yang punya rumah dekat pantai."


"Iya sudah, besok misal ketemu. Aku akan jelaskan semuanya, biar kalian gak perlu cari penginapan seperti itu lagi."


"Iya, Mas. Sebenarnya aku tidak mempermasalahkan itu semua, toh penginapan di sini juga cukup bagus dan mewah."


"Iya, tapi misal ada client atau kenalan Rayyan yang melihatnya, itu tidak bagus buat kalian berdua. Takutnya malah itu akan di manfaatkan oleh orang yang punya niat jahat. Walaupun Rayyan punya penjaga bayangan sampai detik ini, tapi jika mereka lengah, bisa jadi kalian akan terluka. Jadi, jangan sembarangan mencari penginapan, atau lain kali cari penginapan yang memang tempatnya berada di bawah naungan Alexander, agar kalian tetap terlindungi." tuturnya mengingatkan.


"Iya, Mas. Kalau gitu, aku tutup telfonnya ya. Takut Mas Ray bangun."


"Okey."


Setelah itu, Fatimah pun kembali ke kamar dan menaruh hpnya di atas meja, namun sebelum itu, ia menghapus riwayat pesan dan panggilan yang terhubung ke Rio agar tidak ketahuan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2