Love Me Mr. Arrogant

Love Me Mr. Arrogant
Dia Telah Tiada


__ADS_3

Setelah dua jam lamanya, Fatimah mulai sadar. Namun hanya sebentar ia diam, karena sesaat setelahnya, ia langsung menangis lagi. Rayyan hanya bisa diam dan membawa Fatimah ke dalam pelukannya. Fatimah memeluk Rayyan dengan erat.


"Kenapa, Mas? Kenapa Bibi ninggalin aku? Huuu, padahal aku sudah menganggap Bibi seperti orang tuaku sendiri. Tapi sekarang, Bibi sudah tiada. Dia ninggalin aku, Mas. Dia gak sayang aku, kenapa dia harus pergi di saat aku gak ada di sampingnya. Bibi jahat, Mas. Huuu hatiku sakit banget rasanya," ujarnya sambil menangis terisak.


"Sabar, Sayang. Mungkin memang secara Fisik, Bibi gak ada. Tapi dia akan ada selalu di hati kita. Dan jika kamu sayang sama Bibi Aisyah. Kamu harus selalu mendoakannya, hanya itu agar kamu dan Bibi Aisyah selalu terhubung. Bibi Aisyah hanya membutuhkan doa dari kita semua," balas Rayyan sambil mengelus rambut istrinya.


Fatimah hanya bisa diam mendengarkan nasihat dari suaminya.


"Sekarang kita pulang ya, karena Rio tadi mengatakan jika tak lama lagi, Bibi akan segera di makamkan. Jika kita terlalu lama di sini, takutnya kita terlambat datang menemui Bibi di saat-saat terakhirnya," tutur Rayyan. Fatimah pun menganggukkan kepalanya.


Karena keadaan Fatimah yang masih lemas, akhirnya Rayyan menggendong Fatimah ala Bridal Style. Sedangkan Rio yang mendengar pintu ruangnya terbuka langsung berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Kita pulang sekarang," ucap Rayyan dingin.


Rio pun segera melangkahkan kakinya di belakang Rayyan. Mereka berjalan dalam diam, saat sampai di dekat mobil, Rio segera membuka pintu mobil belakang, setelah memastikan Rayyan dan Fatimah masuk, barulah Rio menutup pintu kembali dengan pelan. Lalu ia memutari mobilnya dan membuka pintu mobil depan. Ia duduk di belakang kemudi dan mulai menjalankan mobilnya.


Rio menggunakan kecepatan tinggi, agar mereka bisa melihat Bibi Aisyah untuk terakhir kalinya, karena tadi ia mendapatkan pesan dari Dokter Ratih jika Bibi Fatimah sudah dimandikan. Yah, semuanya yang mengurus adalah Pak Han dan Dokter Ratih yang bersedia turun tangan untuk mengurus jenazah Bibi Aisyah.


Bagaimanapun Dokter Ratih dan Bibi Aisyah cukup dekat, jadi ia juga ikut berduka saat tau Bibi Aisyah meninggal. Dia bahkan mengambil cuti dadakan untuk bisa mengurus Bibi Aisyah..


Sofi, Anggi, Della menangis sedari tadi, bukan hanya mereka tapi semua orang yang bekerja di kediaman Alexander Abraham ikut menangis karena kepergian Bibi Aisyah.


Sepanjang jalan, Fatimah terus menitikkan air mata, walaupun sudah tak histeris seperti tadi, tapi ia masih sesegukan, hatinya masih sakit memikirkan Bibi Aisyah.

__ADS_1


Tidak mudah buat Fatimah untuk mengikhlaskan kepergian Bibi Aisyah, mungkin orang dengan mudahnya mengatakan dirinya harus bersabar, semua orang pun bisa kalau cuma berkata-kata, tapi tidak bagi yang mengalaminya, tidak bagi yang merasa kehilangan, karena kata sabar itu tidaklah mudah dan butuh waktu lama untuk benar-benar bisa mengiklaskan kepergian orang yang kita sayang.


Tak lama kemudian, mereka sudah berada di mension, tak banyak yang datang. Karena memang hanya orang orang tertentu saja yang mengenal Bibi.


Fatimah segera membuka pintu mobil dengan kasar, ia langsung mencari di mana Bibi Aisyah berada, saat melihat Bibi Aisyah yang sudah terbungkus kain kafan dengan rapi, Fatimah kembali histeris dan langsung berlari ke arah Bibi Aisyah dan meelukya dengan erat.


"Bibi, kenapa Bibi ninggalin aku. Kenapa, Bi? Kenapa Bibi gak nunggu aku, kenapa Bibi pergi di saat aku gak ada di sini," teriaknya sambil histeris. Ia terus memeluk Bibi Aisyah dengan erat membuat orang lain yang melihatnya pun kemballi menangis karena mereka tak tega melihat Fatimah yang histeris seperti itu.


Apalagi mereka tau betul, bagaimana kedekatan Bibi Aisyah dan Fatimah selama ini.


Rayyan yang mengejar dari belakang, langsung memeluk Fatimah. Tapi ia tidak berkata apa, ia hanya memeluk Fatimah dan membiarkan Fatimah mengungkapkan isi hatinya agar bisa sedikit lebih lega.

__ADS_1


__ADS_2