
Tak terasa tujuh bulan sudah, Fatimah koma, selama itu pula, Rayyan bersabar menunggu Fatmah sadar dari tidur panjangnya.
Fatimah di rawat di apartemen miliknya, yang gak jauh dari rumah sakit, sehingga jika ada apa-apa, Fatimah bisa langsung dibawa ke sana dengan cepat, tanpa banyak menghabiskan waktu di jalan.
Rayyan emang sengaja meminta agar Fatimah dirawat di apartemen miliknya yang ia beli walau dengan harga mahal sekalipun, semua itu demi Fatimah, agar dirinya bisa merawat Fatimah secara langsung.
Karena jika Fatimah dirawat di rumah sakit, ia gak bisa siang malam menjaga Fatimah, karena kasihan dengan Azzam dan Azzura yang merasa kurang nyaman jika terlalu lama berada di rumah sakit.
Rayyan merawat Fatimah serta kedua buah hatinya dengan tangan kanannya sendiri. Rayyan tak butuh orang lain untuk membantunya. Rayyan ingin dengan tangannyalah, ia akan memberikan kenyamanan untuk istri dan kedua buah hatinya.
Walau dirinya harus kurang tidur, tapi tak apa. Dia bahagia melakukannya.
Dokter Ratih hanya satu Minggu di awal membantu Rayyan, setelahnya ia harus balik ke In karena ia gak bisa cuti terlalu lama
Asisten Rio pun hanya beberapa kali ke sini karena dia fokus sama perusahaan yang dititipkan oleh Rayyan, karena Rayyan sendiri gak bisa terjun langsung ke perusahaan sampai Fatimah sembuh.
__ADS_1
Sampai saat ini Dokter Ratih dan Rio belum juga menikah karena kesibukan masing-masing, lagian mereka ingin menikah jika Fatimah sudah sadar, mereka tak ingin bahagia di atas keterpurukan sahabatnya.
Sedangkan Alfian dan Nana sudah resmi menikah dan kini Nana ikut Alfian ke negaranya. Mereka juga sudah tiga kali menengok Fatimah dan bermain dengan si kembar. Hanya saja mereka gak bisa terlalu sering karena Alfian sendiri juga sangat padat jadwalnya.
Nana juga sudah berhenti dari pekerjaannya sebagai psikolog dan fokus menjadi seorang Ibu apalagi sekarang Nana tengah hamil dua bulan.
Setiap hari Rayyan harus bangun lebih awal, membuat sarapan untuk sinkembar yang sudah bisa makan MPASI sejak sebulan yang lalu, serta membuatkan dua botol minuman untuk mereka saat bangun nanti.
Setelah selesai, Rayyan akan membuat makanan untuk dirinya sendiri, hanya roti dan selai yang ia makan, karena dirinya harus cepat-cepat, karena takut keduluan di kembar bangun.
Saat mendengar si kembar bangun, barulah Rayyan langsung menyudahi ngajinya dan mengurus mereka, memberikan mereka susu yang sudah di buat tadi, lalu langsung menyuapi mereka dengan makanan MpASI yang sudah dia buat.
Selesai makan, Rayyan akan menemani mereka bermain sebentar sebelum akhirnya dia memandikan si kembar. Agak susah karena si kembar cukup aktiv, dan Rayyan hampir kewalahan namun Rayyan berusaha untuk terus bisa memupuk rasa sabar, menekan rasa ego, dan berusaha untuk mensyukuri apa yang tengah ia jalani.
Setelah di kembar selesai mandi dan memakai baju, barulah Rayyan mengeluarkan mainannya agar mereka bermain, sambil menemani mereka main, kadang Rayyan membuka hpnya untuk mengecek file yang di kirim oleh Rio. Kadang jika ada rapat penting, Rayyan akan melakukan dengan memakai via zoom, kadang pakai laptop, tapi jika agak riweh, Rayyan cukup memakai hp saja.
__ADS_1
Tapi itupun dengan sembunyi-sembunyi, karena jika ketahuan si kembar, mereka pasti akan merampas hpnya. Jika gak di kasih, andalannya pasti menangis membuat Rayyan kadang tak tega melihatnya.
Namun Rayyan juga tau batasan-batasannya, ia juga tak akan membiarkan kedua buah hatinya itu sampai kecanduan hp.
Sampai saat ini Azzam dan Azzura sudah sedikit mengerti jika Rayyan melarangnya, dia juga sudah belajar merangkak, walaupun jatuh berkali-kali, namun tidak mematahkan semangat mereka untuk terus belajar.
Rayyan sangat bangga pada mereka berdua yang sangat pandai dan tidak pantang menyerah.
Saat Rayyan fokus dengan pekerjaannya dan sesekali melihat ke arah Azzam dan Azzura, Rayyan juga memperhatikan Fatimah sesekali, namun ia melihat pergerakan tangan Fatimah, walaupun pelan, namun Rayyan masih bisa melihatnya.
Rayyan langsung menghampiri Fatimah, dan menghubungi dokter yang biasanya memeriksa Fatimah seminggu sekali.
"Sayang, Ya Allah, Alhamdulillah, aku yakin, gak lama lagi kamu pasti bangun,makasih sayang, makasih sudah mau kembali ke aku dan anak-anak," Rayyan menangis terharu sambil mencium tangan Fatimah berkali-kali, walau Fatimah belum bangun, tapi Rayyan sangat yakin, perubahan kecil ini akan membuat Fatimah akan segera sadar dalam waktu dekat.
Saat Rayyan fokus ke Fatimah, Azzura memegang celananya, Rayyan langsung menggendongnya dan menaruhnya di pinggir Fatimah dengan pelan.
__ADS_1
"Lihat, Nak. Bentar lagi Bunda akan segera bangun, doakan ya sayang, semoga Bunda trus di berikan kesehatan agar bisa kembali sama kita," ujarnya. Walau Azzura tidak mengerti, tapi Rayyan sekali mengajak Azzam dan Azzura berbicara agar mereka terbiasa mendengar suara dan mengenal banyak kosa kata yang di dengarnya.